Sabtu, 20 Juni 2020

Akulah Tempat Berlari


Hari ini adalah hari dimana semua siswa berkumpul di lapangan untuk mengetahui informasi tentang kelulusan mereka. Tampaknya rata-rata dari mereka sangat tegang karena takut tidak lulus dan ada juga
yang santai karena menganggap dirinya akan lulus. Suara mikrofon menggema


“Jadi,,, 100% siswa SMA Harapan Bangsa dinyatakan... tidak lulus!” ucap sang kepala sekolah dengan nada yang menyeramkan.

“Haahhhh.” Ucap seluruh siswa panik dan histeris, ada yang nangis bahkan ada yang sampai pingsan.

“Eheheheheh”. Suara kehkehan kepala sekolah.

 

Hening~

“Saya ulangi ya, ekhem ekhem” ucap kepala sekolah. “Seluruh siswa di SMA Harapan Bangsa dinyatakan LULUS 100%!!” sambungnya serius dengan menekankan kata ‘lulus’.

‘Yeayee gua lulus, Alhamdulillah”

‘Yesss ga sia-sia perjuangan gua

‘Horeeeyy

Begitulah teriakan-teriakan bahagia para siswa. Suara tepuk tangan yang meriah yang mengikuti hasil perjuangan mereka.

“Eh tapi dengan satu syarat, saya tidak ingin melihat seragam kalian jadi warna-warni, lebih baik kalian sumbangkan kepada orang yang membutuhkan atau kalian wariskan ke adik-adik kalian, dan saya tidak ingin ada kericuhan. Ujar kepala sekolah menasehati. Para siswa pun menyetujuinya lalu melanjutkan kegiatannya masing-masing dan saling berjabat tangan. Di sisi lain, ada 5 siswi yang tengah berbincang-bincang. Mereka adalah Alien, Sarah, Rahma, Indri, dan Humairoh.

“Akhirnya kita lulus, bakal kangen kalian.” Ucap Alien dengan raut wajah yang sedih.

“Sama, gue pasti juga akan rindu kalian.” Ujar Sarah tak kalah sedih dengan nada dramatis nya.

“Btw, kalian yakin dengan keputusan kalian mau lanjut study di luar negeri?” tanya Rahma.

“Kata siapa, gue tetep di Indonesia kok, di UGM Ucap Alien.

“Gak nanya lo”. Ucap Indri sambil menoyor kepala Alien. Lalu Alien langsung memasang wajah kesalnya.

“Kalo lo lanjut dimana?” tanya Humairoh kepada Sarah.

“Papah gue sih nyuruh gue lanjut ke New York”. Ucapnya dengan nada sedikit sombong.

“Yaudah apapun keputusannya kita semua dukung kok.” Ucap Indri dan semua menganggukkan kepalanya.

“Kalo Humairoh lanjut kemana?” tanya Rahma

“Kebetulan gue udah keterima di ITB jurusan ilmu fisika sesuai keinginan gue. Jawab Humairoh.

"Gua sama Indri sih satu kampus, di UB." Ucap Rahma.

"Oh gitu bagus deh." Ujar Sarah.

"Oy pada ngomongin apaan nih?" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka berlima.

"Ih Imam ngagetin aja." Ujar Indri sambil menengok ke orang tersebut yang ternyata adalah Imam. Memang Imam adalah satu-satunya laki-laki di antara lima perempuan itu.

"Ini, kita lagi ngomongin soal kuliah." Ucap Rahma. "Lo jadinya dimana? Tanyanya kepada Imam.

"Doain gua ya, gua akan lanjut study ke luar negeri." Ucap Imam memasang wajah sedih.

"Yah sepi dong dua orang dari kita akan merantau ke negeri orang." Ucap Humairoh.

"Yaudah kalau itu yang terbaik, inget ya kalian berdua Imam sama Sarah harus bisa jaga diri baik-baik jangan lupa sama kita-kita." Ucap Indri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

      

Dalam keseharian selanjutnya, mereka menggeluti bidangnya masing-masing sesuai apa yang mereka inginkan. Keenam orang itu memiliki berbagai macam keahlian dalam bidang ilmu pengetahuan, seperti Imam yang jago ilmu Astronomi, Alien ilmu kesehatan, Sarah ilmu sosial, Rahma ilmu dibidang matematika, Indri dibidang farmasi dan Humairoh dibidang ilmu perhitungan fisika. Setiap harinya mereka hanya membicarakan ilmu yang mereka pelajari dan saling berbagi ilmu juga bertukar fikiran. Semua ilmu yang sekarang dikusai itu bukan semata-mata didapat dengan cara belajar di dekat desa mereka saja, bahkan untuk mendapat ilmu tersebut mereka harus pergi jauh mengembara keluar kota bahkan keluar negeri. Namun, hal tersebut tak lantas mereka merasa lelah karena dalam hidup mereka hanya tertanam kehausan dan kehausan akan ilmu pengetahuan dan apa yang sedang berkembang di dunia ini.

Kisah pengembaran akan ilmu pengetahuan ini diawali dengan perginya Humairoh keluar kota untuk mencari ilmu yang sangat ia suka yaitu fisika, dari pertemanan ini memang dalam bidang fisika Humairoh sangat selalu bersemangat dan rajin belajar dari buku yang dia dapatkan di sekolah yang mereka tempati, bahkan bisa dibilang semua buku yang berbau fisika sudah dibaca baik diperpustakaan yang ada disekolah maupun yang ada di perpustaklaan yang ada di desanya. Maklum saja di desa hanya ada tiga sekolah yaitu jenjang SD, SMP, dan SMA. Dan di desa itu hanya ada satu perpustakaan yaitu yang ada di SMA tempat Humairoh belajar dengan temannya dan juga buku fisika yang ada di tempat itu sangat lah terbatas, hanya ada sepuluh buku. Karena kegemaran membaca itu lah Humairoh selalu mendapat nilai tertinggi dibidang ilmu fisika.

       Adapun Eropa menjadi tempat yang disukai Imam untuk menempuh pendidikan mengenai astronominya maklum saja, karena Indonesia adalah negara berkembang yang masih banyak memiliki kekurangan dalam berbagai bidang salah satunya astronomi ilmu yang terbilang masih asing untuk masyarakat Indonesia apalagi di SMA,  pelajaran ini kurang begitu menonjol. 13 tahun ia belajar di Inggris yang sebagian besar hidupnya ia berikan hanya untuk memperdalam hasratnya dalam dunia astronomi.

       Alien, ia terbilang orang yang paling sensitif tentang kesehatan wajar saja memang karena ia menjadi mahasiswi kesehatan di UI (universitas indonesia). Bidang keperawatan adalah bagian kesehariannya difakultasnya.

       Steven Hawking, phytagoras menjadi sosok-sosok yang begitu Rahma inspirasikan dalam hidupnya. Mereka merupakan ilmuwan matematika diantara begitu banyaknya ilmuwan hebat yang mampu memberikan inspirasi yang menggugah eksistensi otak sehingga begitu benar-benar merangsang untuk berpikir kritis dalam persoalan matematika yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu eksa. Minatnya hadir setelah ia belajar integral bersama gurunya yiaitu pak Khumaedi yang pernah menjelaskan dengan gaya yang eksentrik namun excellent.

       BPOM lembaga kesehatan yang mengatur tentang permasalahan obat, Indri adalah mahasisiwi fakultas farmasi di Universitas Brawijaya yang sedang magang dilembaga tersebut. Semua obat-obatan dan makanan harus melalui lembaga tersebut jika ingin mendapatkan izin edar. Pekerjaan yang akan Indri geluti ternyata membuat dirinya sangat fanatik terhadap kehidupannya, sampai-sampai bila ingin makan maka dia cek dulu apakah makanan tersebut ada ijinnya atau tidak. Begitulah  pekerjaan jika sudah melekat dalam hati.

       Sarah, tak begitu banyak kabar tentangnya. Kabarnya ia menempuh pendidikannya di Jerman dibidang sosial khususnya psikolog.

Tiga belas tahun sudah mereka semua berpisah hanya untuk mengejar cita-cita mereka masing-masing sampai disuatu saat Alien mengajak mereka untuk bertemu sekedar reuni. Jakarta menjadi tempat reunian mereka karena mereka sangat jarang dan ini sangatlah waktu yang tepat bagi mereka untuk pergi ke Jakarta untuk reuni. Tempat yang mereka pilih adalah DUFAN karena itulah tempat impian mereka sejak kecil. Mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu pada tanggal 14 Februari. Tanpa sadar mereka memilih tanggal yang katanya tanggal kasih sayang, yang padahal itu budaya orang kafir. Bulan berganti dan tibalah dibulan Februari namun baru tanggal 1 mereka sudah saling sibuk menelfoni satu sama lainnya.

 

Alien : ”Imam, gimana kabarnya?, jaga kesehatan ya jangan sampe sakit!“

Imam : ”Iya lin, tenang aja gua makan banyak kok buat jaga stamina nanti tanggal 14.”

Iroh   : ”(Membuat panggilan video grup). Hai! Kangen tauuuuuuuu”

Sarah  : “Apa kabaaar ya ampun udah lama gak kumpuuul”

Indri    : “Apadeh Sar?!, tiga belas hari lagi kita semua ketemu nih”

Sarah   : “Yaampun baru ingeet”

Rahma : “Efek terlalu sibuk jadi bikin cepet lupa”

Sarah    : “Yaa gimana dong namanya juga psikolog terkenal wajar sibuk”

Iroh  : “Hmm sombong”

Alien       : “Inget ya diatas langit masih ada langit sar. Gak boleh sombong”

Imam      : “Iyanih ibu psikolog cantik gak boleh sombong”

Sarah  : “Yaampun temen-temen aku gak sombong. Aku Cuma bilang fakta kok kalau sekarang aku super sibuk”

Alien   : “Abisnya tadi bilang kaya gitu sih”

Imam  : “Udah udah jangan dilanjutin nanti malah berantem”

Indri   : “Tau nih kan kita nanti mau ketemu”

Iroh    : “tiga belas hari lagi nih”

Rahma    : “Jangan lupa bawa kamera ya”

Alien   : “Pasti dong! Nanti kita bikin vlog”

Sarah  : “Harusss!!!”

Imam  : “ Yaudah cek grup ya siapa yang harus bawa apa. Jangan lupa hari H dibawa ya.”

All          : “Siap Imamm!”

       Panggilan video grup pun berakhir. Semuanya kembali ke pekerjaannya masing-masing. Imam dengan ilmu astronominya, Iroh dengan fisikanya. Sarah dengan laporan psikolog. Rahma dengan hitungan matematikanya. Indri dengan farmasinya. Dan Alien dengan tugas kesehatan di bidang keperawatan.

       Hari reuni pun tiba, mereka masing-masing mempersiapkan segalanya, mulai dari makanan hingga pakaian. Mereka membuat janji untuk berkumpul terlebih dahulu sebelum masuk ke dufan. Humairoh yang tiba pertama sambil menengok kanan kiri untuk mencari seseorang tiba-tiba ia melihat Indri dan menghampirinya diam-diam.

"Mbak-mbak nungguin siapa?" Ucap Humairoh pada Indri sambil bercanda.

"Humairoh omg, apa kabar lo? Wah kangen banget gua" Ucap Indri sambil memeluk Humairoh. Tiba-tiba Indri melihat Rahma yang sedang berjalan.

"Rahmaaa" teriak Indri. Rahma yang merasa namanya dipanggil pun menengok ke sumber suara.

"Aaaaa kaliannn kangen banget gua." Ucap Rahma sambil berhambur memeluk Indri dan Humairoh.

"Eh gimana sambil nunggu Alien, Sarah, sama Imam, kita duduk di sana aja." Ucap Rahma sambil menunjuk sebuah cafe.

Tak lama beberapa menit kemudian Alien dan Imam pun datang. Mereka saling memecah rindu dan bercerita pengalaman mereka masing-masing. Tapi ada yang kurang. Pasalnya Sarah belum juga datang setelah 1 jam berlalu.

"Eh mana nih Sarah kok gaada kabar?" Tanya Imam.

"Gatau nih, coba deh Lo telpon." Ucap Rahma pada Alien. Lalu Alien pun mencoba menghubungi nomor Sarah.

"Ga aktif nih, ga biasanya Sarah begini." Ucap Alien.

"Gua jadi khawatir deh." Ucap Humairoh.

"Gini aja, kalau sampai 1 jam lagi Sarah gak juga dateng, gimana kita samperin ke rumahnya?" Usul Imam.

"Oke gua setuju." Ucap Indri.

Gua punya cerita nih, bagus banget loh. Daripada kalian pada kesel kan nunggunya?”, sahut Imam

Rahma,”oke siap…”

20 menit

45 menit

60 menit berlalu.

"Guys kayanya kita emang harus ke rumahnya deh." Ucap Alien meyakinkan.

"Oke, yuk siap-siap. Lo bawa mobil kan?" Tanya Indri pada Imam.

" Iya, ayo kita gerak cepat." Ucap Imam sambil bergegas.

Imam pun menyalakan mesin mobilnya dan melaju menyusuri kota Jakarta untuk mendatangi rumah Sarah. Saat telah tiba di pekarangan rumah Sarah, pertama kali yang mereka lihat, sepi. Seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah Sarah. Mereka pun mencoba memanggil dan mengetuk pintu Sarah. Namun nihil, seakan mereka tengah meneriaki rumah yang kosong.

" Aduh Sarah Lo kemana sih." Ucap Rahma khawatir.

"Coba deh kita tanya orang-orang sekitar sini." Ucap Humairoh. Mereka pun mencoba berkeliling mencari seseorang untuk mengetahui kabar Sarah. Akhirnya mereka bertemu dengan seorang bapak-bapak.

"Uhm, Assalamu’alaikum, maaf pak, saya mau nanya, bapak tau ga kenapa rumah Sarah kosong?" Tanya Imam.

"Setau saya Sarah lagi ada masalah besar dek, cuma saya kurang tau lebih jelasnya gimana. Soalnya memang sudah beberapa hari ini Sarah dan keluarganya tidak terlihat. Coba adek tanya-tanya ke yang lain atau cari informasi lain." Ucap bapak-bapak itu.

"Oh gitu ya, makasih ya pak."

"Iya dek sama-sama." Lalu bapak-bapak itu pergi dari hadapan mereka.

"Gimana dong guys, orang sekitar sini juga gatau kemana perginya Sarah." Ucap Humairoh.

"Tenang dulu. Kita pasti bisa temuin keberadaan Sarah." Ucap Alien.

“Coba telepon keluarganya ada yang bisa dihubungi gak ya...?”, Ucap Rahma

“Oke gua telepon nih”, Ujar Indri

“Gimana gimana ada respon ga?”, Tanya Alien

“Sombong bener keluarga si sarah gua hubungin sedang sibuk aja, kayak yang orang penting aja (terdengar dari Hp yang Indri,”maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk...maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk”)”

Kemudian Imam menimpali,”dasar si indri lagi panik gini malah becanda”

Indri,”he he he he”

 

       Setelah mencari kesana kemari mereka semua tak kunjung mendapatkan informasi tentang keberadaan Sarah, Rahmapun mengusulkan untuk melaporkannya ke polisi karena khawatir akan keadaan sarah beserta keluarganya, pikiran merekapun mulai ngawur kesana kemari. Kemudian polisi setelah mendapatkan laporan tersebut menyampaikan kepada mereka bahwa laporan tersebut tidak bisa diterima karena baru 1x24 jam sedangkan dalam peraturan harus 2x24 jam. Akhirnya merekapun memutuskan untuk kembali ke rumah sarah, setelah sampai dirumah sarah salah satu dari mereka menemukan secarik kertas.

Imam,”Wey itu kertas apa?”

Rahma, Coba nanti gua ambil....,ini mah brosur klinik Sarah”

Alien.”Lah sejak kapan si Sarah punya klinik setau gua diakan lulusan psikolog”

Imam,”Oh iya ya..., tapi mungkin dokternya orang lain tapi atas nama dia”

Alien,”Bener juga tuh”

Beberapa jam kemudian Rahma dan Indri mengajak untuk pulang karena hari sudah mulai sore, besoknya mereka kembali pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus ini.

Indri,”Permisi pak saya ingin melaporkan kasus kehilangan teman saya sarah”

Polisi,”Oh...ibu yang kemaren ya...silahkan bu duduk dulu ibu akan kami mintai keterangan”

Pertanyaan demi pertanyaan terlontar kepada Indri untuk mengetahui kronologis TKP dan mencari bukti-bukti. Kemudian polisi mempersilahkan mereka untuk kembali ke rumah dan polisi berjanji akan menanganinya dengan sebaik mungkin. Setelah dua hari tidak bisa dihubungi sarahpun tiba-tiba menelepon ke Alien.

 

“Aku tak mau...aku tak mau...aku tak mau bila aku dimadu...”, bunyi Hp Alien

Rahma, ”lin ada yang nelepon tuh coba angkat, berisik tau mana nadanya aneh (sembari tertawa kecil)”

“Ya halo... ini siapa ya?”,alien menyapa

Ini gua sarah, gua ganti nomor..., wey gua minta tolong sih gua lagi punya masalah nih. Gua kena kasus malpraktik”, tandas sarah

“Pantesan dari kemaren lu ngilang dan waktu kita ngehubungin lu ga bisa ternyata lagi kena masalah, ko bisa sih...emang malpraktik apa?, setau guakan lu psikolog”, alien mengometari

“Ya emang gua psikolog, tapi kemaren gua karena lagi kepepet gua buka aja bacaan klinik sarah, nih disitu itu pelayanannya umum. Tiba-tiba pas beberapa hari gitu ada orang tua sambil bawa anaknya mau sunatan, karena gua belum pernah yaudah gua abisin aja dan juga pas ada kakek berobat ke gua, karena gua kasian gua anjurin dia supaya minum obat 10x sehari, gw pikir kan 3x sehari aja manjur apalagi 10x sehari”, ucap sarah menyesal

Yaiyalah  aneh aja lu (sambil geleng-geleng kepala tak abis pikir)”, alien terheran-heran

Coba deh lin... si Sarah suruh kesini aja supaya kita bisa ngobrol dan bantu dia keluar dari masalahnya  dengan solusi yang tepat”,indri

Rah, udah pokoknya sekarang lu kesini aja kita cari solusinya bersama-sama titik...(sambil langsung memutuskan telepon)”,Alien

Setelah dua jam menunggu Sarahpun datang secara sembunyi-sembunyi dengan raut muka ketakutan. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk ke rumah pasien untuk memediasi permasalahan ini.

       Kemudian mereka mendatangi rumah pasien satu persatu untuk memediasi permasalahan ini, namun niat baik sarah dan teman-teman nya tidak disambut baik oleh keluarga korban mal praktek klinik Sarah, pihak keluarga pasien langsung menolaknya mentah-mentah dan kemudian mengadukannya kepolisi alhasil Sarahpun diringkus polisi. tiga hari berlalu sarahpun merasa bersalah karena badannya terasa lemas seakan-akan nyawanya ingin keluar dari badannya, sarahpun meminta teman-temannya untuk menanyakan permasalahan ini kepada ustadz. Teman-temannyapun menuruti permintaannya karena merasa kasihan kepada sarah yang terbaring lemas.

Imam, Weh yaudah sekarang kita langsung berangkat aja, kasian tuh si sarah”

Rahma, Oke...kita langsung aja”

Imam, ”Assalamualaikum pak ustadz

Pak ustad, ”Waalaikumsalam, ada perlu apa ya?”

Imam,”Ini pak ustadz (sambil menceritakan semua kronologisnya)”

Pak ustadz,”Kalo begini berat, gak bisa diampuni dosanya”

Tanpa bicara panjang lebar, mereka langsung menyampaikannya kepada sarah. Dan sarahpun langsung pingsan saat mendengarnya karena ia merasa takut akan kematiannya namun dosanya belum diampuni. Rahmapun berinisiatif untuk mendatangi ustadz yang tadi untuk menanyakan perihal yang sama.

Pak ustadz...pak ustadz”, sapa rahma

Ya ada apa mba?”, jawab pak ustadz

Ini loh teman saya langsung pingsan mendengar pembicaraan pak ustadz tadi” Indri.

“Sini saya jelaskan deh, sebenarnya saya sengaja berbicara seperti itu supaya timbul rasa menyesal yang mendalam dihati sarah yang mana akhirnya ia akan bertekad sungguh-sungguh dalam bertaubat kepada Allah, karena pengampunan Allah dan rahmat-Nya lebih besar dari segala apapun bahkan dari seluruh alam semesta ini dan seisinya tapi syaratnya ia harus meminta maaf dulu kepada keluarga korban”, jelas pak ustadz

Oh begitu ya pak ustadz, kalo begitu akan saya sampaikan kembali ke Sarah”, Rahma menimpali

Setelah mendengar kata-kata tadi Rahma teringat bahwa ia dan yang lain pernah meminta maaf kepada keluarga korban dan ditolak mentah-mentah.

Pembicaraan tadipun Rahma sampaikan kepada Sarah setelah siuman dan ketika mendengarnyapun ia sangat sedih dengan cerita itu dan sayangnya karena kesehatan tubuhnya terus melemah iapun akhirnya pergi untuk selama-lamanya pulang untuk bertemu sang penciptanya. Kemudian Rahma menganjurkan kepada kawan yang lain agar meminta maaf kembali kepada keluarga korban, karena teringat pesan pak ustad tadi.

Rahma, ”Guys… kita kerumah pasien itu lagi yuk…gua keingetan pak ustad tadi, kasian si Sarah”

Indri,”Yaudah kita cepet-cepet kesana”

Panjang lebar Indri, Imam, Rahma, Humairoh dan Alien menjelaskan kepada keluarga pasien merekapun pada akhirnya merasa iba dengan cerita tersebut dan memaafkan kesalahan Sarah.

Humairoh. ”Ternyata meminta maaf kepada manusia itu lebih sulit dibandingkan kepada pemiliknya

Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa dibalik semua kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat, selalu ada Allah yang siap mengampuni kita.

0 komentar:

Posting Komentar