“Jadi,,,
100% siswa SMA Harapan Bangsa dinyatakan... tidak lulus!” ucap sang kepala
sekolah dengan nada yang menyeramkan.
“Haahhhh.”
Ucap seluruh siswa panik dan histeris, ada yang nangis bahkan ada yang sampai
pingsan.
“Eheheheheh”. Suara kehkehan kepala sekolah.
Hening~
“Saya
ulangi ya, ekhem ekhem” ucap kepala sekolah. “Seluruh siswa di SMA Harapan
Bangsa dinyatakan LULUS 100%!!” sambungnya serius dengan menekankan kata
‘lulus’.
‘Yeayee
gua lulus, Alhamdulillah”
‘Yesss
ga sia-sia perjuangan gua”
‘Horeeeyy”
Begitulah
teriakan-teriakan bahagia para siswa. Suara tepuk tangan yang meriah yang
mengikuti hasil perjuangan mereka.
“Eh
tapi dengan satu syarat, saya tidak ingin melihat seragam kalian jadi
warna-warni, lebih baik kalian sumbangkan kepada orang yang membutuhkan
atau kalian wariskan ke adik-adik kalian, dan saya tidak ingin ada kericuhan”. Ujar kepala sekolah menasehati. Para
siswa pun menyetujuinya lalu melanjutkan kegiatannya masing-masing dan saling
berjabat tangan. Di sisi lain, ada 5 siswi yang tengah berbincang-bincang.
Mereka adalah Alien, Sarah, Rahma, Indri, dan Humairoh.
“Akhirnya
kita lulus, bakal kangen kalian.” Ucap Alien dengan raut wajah yang sedih.
“Sama,
gue pasti juga akan rindu kalian.” Ujar Sarah tak kalah sedih dengan nada
dramatis nya.
“Btw,
kalian yakin dengan keputusan kalian mau lanjut study di luar negeri?” tanya
Rahma.
“Kata
siapa, gue tetep di Indonesia kok, di UGM” Ucap Alien.
“Gak
nanya lo”. Ucap Indri sambil menoyor kepala
Alien. Lalu Alien langsung memasang wajah kesalnya.
“Kalo
lo lanjut dimana?” tanya Humairoh kepada Sarah.
“Papah
gue sih nyuruh gue lanjut ke New York”. Ucapnya dengan nada sedikit sombong.
“Yaudah
apapun keputusannya kita semua dukung kok.” Ucap Indri dan semua menganggukkan
kepalanya.
“Kalo
Humairoh lanjut kemana?” tanya Rahma
“Kebetulan
gue udah keterima di ITB jurusan ilmu fisika sesuai keinginan gue”. Jawab Humairoh.
"Gua
sama Indri sih satu kampus, di UB." Ucap Rahma.
"Oh
gitu bagus deh." Ujar Sarah.
"Oy
pada ngomongin apaan nih?" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan
mereka berlima.
"Ih
Imam ngagetin aja." Ujar Indri sambil menengok ke orang tersebut yang
ternyata adalah Imam. Memang Imam adalah satu-satunya laki-laki di antara lima
perempuan itu.
"Ini,
kita lagi ngomongin soal kuliah." Ucap Rahma. "Lo jadinya dimana?
Tanyanya kepada Imam.
"Doain
gua ya, gua akan lanjut study ke luar negeri." Ucap Imam memasang wajah
sedih.
"Yah
sepi dong dua orang dari kita akan merantau ke negeri orang." Ucap
Humairoh.
"Yaudah
kalau itu yang terbaik, inget ya kalian berdua Imam sama Sarah harus bisa jaga
diri baik-baik jangan lupa sama kita-kita." Ucap Indri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dalam keseharian
selanjutnya, mereka menggeluti bidangnya masing-masing sesuai apa yang mereka
inginkan. Keenam orang itu memiliki berbagai macam keahlian dalam bidang ilmu
pengetahuan, seperti Imam yang jago ilmu Astronomi, Alien ilmu kesehatan, Sarah
ilmu sosial, Rahma ilmu dibidang matematika, Indri dibidang farmasi dan
Humairoh dibidang ilmu perhitungan fisika. Setiap harinya
mereka hanya membicarakan ilmu yang mereka pelajari dan saling berbagi ilmu
juga bertukar fikiran. Semua ilmu yang sekarang dikusai itu bukan semata-mata
didapat dengan cara belajar di dekat desa mereka saja, bahkan untuk mendapat
ilmu tersebut mereka harus pergi jauh mengembara keluar kota bahkan keluar
negeri. Namun, hal tersebut tak lantas mereka merasa lelah karena dalam hidup
mereka hanya tertanam kehausan dan kehausan akan ilmu pengetahuan dan apa yang
sedang berkembang di dunia ini.
Kisah
pengembaran akan ilmu pengetahuan ini diawali dengan perginya Humairoh keluar kota untuk mencari ilmu yang sangat
ia suka yaitu fisika, dari pertemanan ini memang dalam bidang fisika Humairoh
sangat
selalu bersemangat dan rajin belajar dari buku yang dia dapatkan di sekolah
yang mereka tempati, bahkan bisa dibilang semua buku yang berbau fisika sudah
dibaca baik diperpustakaan yang ada disekolah maupun yang ada di perpustaklaan
yang ada di desanya. Maklum saja di desa hanya ada tiga sekolah yaitu jenjang
SD, SMP, dan SMA. Dan di desa itu hanya ada satu perpustakaan yaitu yang ada di
SMA tempat Humairoh belajar dengan temannya dan juga buku fisika yang ada di
tempat itu sangat lah terbatas, hanya ada sepuluh buku. Karena kegemaran
membaca itu lah Humairoh selalu mendapat nilai tertinggi dibidang ilmu fisika.
Adapun Eropa menjadi tempat yang disukai
Imam untuk menempuh pendidikan mengenai astronominya maklum saja, karena Indonesia
adalah negara berkembang yang masih banyak memiliki kekurangan dalam berbagai
bidang salah satunya astronomi ilmu yang terbilang masih asing untuk masyarakat
Indonesia apalagi di SMA, pelajaran ini
kurang begitu menonjol. 13 tahun ia belajar di Inggris yang sebagian besar
hidupnya ia berikan hanya untuk memperdalam hasratnya dalam dunia astronomi.
Alien, ia terbilang orang yang paling
sensitif tentang kesehatan wajar saja memang karena ia menjadi mahasiswi
kesehatan di UI (universitas indonesia). Bidang keperawatan adalah bagian
kesehariannya difakultasnya.
Steven Hawking, phytagoras menjadi
sosok-sosok yang begitu Rahma inspirasikan dalam hidupnya. Mereka merupakan
ilmuwan matematika diantara begitu banyaknya ilmuwan hebat yang mampu
memberikan inspirasi yang menggugah eksistensi otak sehingga begitu benar-benar
merangsang untuk berpikir kritis dalam persoalan matematika yang menjadi dasar
bagi ilmu-ilmu eksa. Minatnya hadir setelah ia belajar integral bersama gurunya
yiaitu pak Khumaedi yang pernah menjelaskan dengan gaya yang eksentrik namun
excellent.
BPOM lembaga kesehatan yang mengatur
tentang permasalahan obat, Indri adalah mahasisiwi fakultas farmasi di
Universitas Brawijaya yang sedang magang dilembaga tersebut. Semua obat-obatan
dan makanan harus melalui lembaga tersebut jika ingin mendapatkan izin edar. Pekerjaan yang akan Indri geluti ternyata
membuat dirinya sangat fanatik terhadap kehidupannya, sampai-sampai bila ingin
makan maka dia cek dulu apakah makanan tersebut ada ijinnya atau tidak.
Begitulah pekerjaan jika sudah melekat
dalam hati.
Sarah, tak begitu banyak kabar
tentangnya. Kabarnya ia menempuh pendidikannya di Jerman dibidang sosial
khususnya psikolog.
Tiga belas tahun sudah mereka semua berpisah hanya untuk mengejar
cita-cita mereka masing-masing sampai disuatu saat Alien mengajak mereka untuk
bertemu sekedar reuni. Jakarta menjadi tempat reunian mereka karena mereka
sangat jarang dan ini sangatlah waktu yang tepat bagi mereka untuk pergi ke
Jakarta untuk reuni. Tempat yang mereka pilih adalah DUFAN karena itulah tempat
impian mereka sejak kecil. Mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu pada
tanggal 14 Februari. Tanpa sadar mereka memilih tanggal yang katanya tanggal
kasih sayang, yang padahal itu budaya orang kafir. Bulan berganti dan tibalah
dibulan Februari namun baru tanggal 1 mereka sudah saling sibuk menelfoni satu
sama lainnya.
Alien : ”Imam,
gimana kabarnya?, jaga kesehatan ya jangan sampe sakit!“
Imam
: ”Iya lin, tenang aja gua makan banyak kok buat jaga stamina nanti tanggal 14.”
Iroh : ”(Membuat panggilan video grup). Hai!
Kangen tauuuuuuuu”
Sarah : “Apa
kabaaar ya ampun udah lama gak kumpuuul”
Indri : “Apadeh Sar?!, tiga belas hari lagi kita semua ketemu nih”
Sarah : “Yaampun baru ingeet”
Rahma : “Efek terlalu sibuk jadi bikin cepet lupa”
Sarah : “Yaa gimana dong namanya juga psikolog terkenal wajar
sibuk”
Iroh : “Hmm sombong”
Alien : “Inget ya diatas langit masih ada langit sar. Gak boleh
sombong”
Imam : “Iyanih ibu psikolog cantik gak boleh sombong”
Sarah : “Yaampun temen-temen aku gak sombong. Aku Cuma bilang fakta
kok kalau sekarang aku super sibuk”
Alien : “Abisnya tadi bilang kaya gitu sih”
Imam : “Udah udah jangan dilanjutin nanti malah berantem”
Indri : “Tau nih kan kita nanti mau ketemu”
Iroh : “tiga
belas hari lagi nih”
Rahma : “Jangan lupa bawa kamera ya”
Alien : “Pasti dong! Nanti kita bikin vlog”
Sarah : “Harusss!!!”
Imam : “ Yaudah cek grup ya siapa yang harus bawa apa. Jangan lupa
hari H dibawa ya.”
All : “Siap Imamm!”
Panggilan video
grup pun berakhir. Semuanya kembali ke pekerjaannya masing-masing. Imam dengan ilmu astronominya, Iroh dengan fisikanya. Sarah dengan laporan psikolog.
Rahma dengan hitungan matematikanya. Indri dengan farmasinya. Dan Alien dengan
tugas kesehatan di bidang keperawatan.
Hari reuni
pun tiba, mereka masing-masing mempersiapkan segalanya, mulai dari makanan hingga pakaian. Mereka membuat janji untuk berkumpul terlebih dahulu sebelum masuk ke dufan. Humairoh
yang tiba pertama sambil menengok kanan kiri untuk mencari seseorang tiba-tiba
ia melihat Indri dan menghampirinya diam-diam.
"Mbak-mbak
nungguin siapa?" Ucap Humairoh pada Indri sambil bercanda.
"Humairoh
omg, apa kabar lo? Wah kangen banget gua" Ucap Indri sambil memeluk
Humairoh. Tiba-tiba Indri melihat Rahma yang sedang berjalan.
"Rahmaaa"
teriak Indri. Rahma yang merasa namanya dipanggil pun menengok ke sumber suara.
"Aaaaa
kaliannn kangen banget gua." Ucap Rahma sambil berhambur memeluk Indri dan
Humairoh.
"Eh
gimana sambil nunggu Alien, Sarah, sama Imam, kita duduk di sana aja."
Ucap Rahma sambil menunjuk sebuah cafe.
Tak
lama beberapa menit kemudian Alien dan Imam pun datang. Mereka saling memecah
rindu dan bercerita pengalaman mereka masing-masing. Tapi ada yang kurang.
Pasalnya Sarah belum juga datang setelah 1 jam berlalu.
"Eh
mana nih Sarah kok gaada kabar?" Tanya Imam.
"Gatau
nih, coba deh Lo telpon." Ucap Rahma pada Alien. Lalu Alien pun mencoba
menghubungi nomor Sarah.
"Ga
aktif nih, ga biasanya Sarah begini." Ucap Alien.
"Gua
jadi khawatir deh." Ucap Humairoh.
"Gini
aja, kalau sampai 1 jam lagi Sarah gak juga dateng, gimana kita samperin ke
rumahnya?" Usul Imam.
"Oke
gua setuju." Ucap Indri.
“Gua punya cerita nih, bagus banget loh. Daripada kalian
pada kesel kan nunggunya?”, sahut Imam
Rahma,”oke
siap…”
20 menit
45 menit
60 menit berlalu.
"Guys kayanya kita emang harus ke rumahnya
deh." Ucap Alien meyakinkan.
"Oke,
yuk siap-siap. Lo bawa mobil kan?" Tanya Indri pada Imam.
"
Iya, ayo kita gerak
cepat." Ucap Imam sambil bergegas.
Imam
pun menyalakan mesin mobilnya dan melaju menyusuri kota Jakarta untuk
mendatangi rumah Sarah. Saat telah tiba di pekarangan rumah Sarah, pertama kali
yang mereka lihat, sepi. Seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah
Sarah. Mereka pun mencoba memanggil dan mengetuk pintu Sarah. Namun nihil,
seakan mereka tengah meneriaki rumah yang kosong.
"
Aduh Sarah Lo kemana sih." Ucap Rahma khawatir.
"Coba
deh kita tanya orang-orang sekitar sini." Ucap Humairoh. Mereka pun
mencoba berkeliling mencari seseorang untuk mengetahui kabar Sarah. Akhirnya
mereka bertemu dengan seorang bapak-bapak.
"Uhm,
Assalamu’alaikum, maaf pak, saya mau nanya, bapak tau ga kenapa rumah Sarah
kosong?" Tanya Imam.
"Setau
saya Sarah lagi ada masalah besar dek, cuma saya kurang tau lebih jelasnya
gimana. Soalnya memang sudah beberapa hari ini Sarah dan keluarganya tidak terlihat. Coba adek
tanya-tanya ke yang lain atau cari informasi lain." Ucap bapak-bapak itu.
"Oh
gitu ya, makasih ya pak."
"Iya
dek sama-sama." Lalu bapak-bapak itu pergi dari hadapan mereka.
"Gimana
dong guys, orang sekitar sini juga gatau kemana perginya Sarah." Ucap
Humairoh.
"Tenang
dulu. Kita pasti bisa temuin keberadaan Sarah." Ucap Alien.
“Coba telepon keluarganya ada yang bisa dihubungi gak
ya...?”, Ucap Rahma
“Oke gua telepon nih”, Ujar Indri
“Gimana gimana ada respon ga?”, Tanya Alien
“Sombong bener keluarga si sarah gua hubungin sedang
sibuk aja, kayak yang orang penting aja (terdengar dari Hp yang Indri,”maaf
nomor yang anda hubungi sedang sibuk...maaf nomor yang anda hubungi sedang
sibuk”)”
Kemudian Imam menimpali,”dasar si indri lagi panik gini
malah becanda”
Indri,”he he he he”
Setelah
mencari kesana kemari mereka semua tak kunjung mendapatkan informasi tentang
keberadaan Sarah, Rahmapun mengusulkan untuk melaporkannya ke polisi karena
khawatir akan keadaan sarah beserta keluarganya, pikiran merekapun mulai ngawur
kesana kemari. Kemudian polisi setelah mendapatkan laporan tersebut
menyampaikan kepada mereka bahwa laporan tersebut tidak bisa diterima karena
baru 1x24 jam sedangkan dalam peraturan harus 2x24 jam. Akhirnya merekapun
memutuskan untuk kembali ke rumah sarah, setelah sampai dirumah sarah salah
satu dari mereka menemukan secarik kertas.
Imam,”Wey itu kertas apa?”
Rahma, ”Coba nanti gua ambil....,ini mah brosur klinik Sarah”
Alien.”Lah sejak kapan si Sarah punya klinik setau gua diakan lulusan
psikolog”
Imam,”Oh iya ya..., tapi mungkin dokternya orang lain tapi atas
nama dia”
Alien,”Bener juga tuh”
Beberapa jam kemudian Rahma dan Indri mengajak untuk
pulang karena hari sudah mulai sore, besoknya mereka kembali pergi ke kantor
polisi untuk melaporkan kasus ini.
Indri,”Permisi pak saya ingin melaporkan kasus kehilangan teman
saya sarah”
Polisi,”Oh...ibu yang kemaren ya...silahkan bu duduk dulu
ibu akan kami mintai keterangan”
Pertanyaan demi pertanyaan terlontar kepada Indri untuk mengetahui kronologis TKP dan mencari
bukti-bukti. Kemudian polisi mempersilahkan mereka untuk kembali ke
rumah dan polisi berjanji akan menanganinya dengan sebaik
mungkin. Setelah dua hari tidak bisa dihubungi sarahpun tiba-tiba menelepon ke Alien.
“Aku tak mau...aku tak mau...aku tak mau bila aku
dimadu...”, bunyi Hp Alien
Rahma, ”lin ada yang nelepon tuh coba angkat, berisik tau mana
nadanya aneh (sembari tertawa kecil)”
“Ya halo... ini siapa ya?”,alien
menyapa
“Ini gua sarah, gua ganti nomor..., wey gua minta tolong
sih gua lagi punya masalah nih. Gua kena kasus malpraktik”, tandas sarah
“Pantesan dari kemaren lu ngilang dan waktu kita
ngehubungin lu ga bisa ternyata lagi kena masalah, ko bisa sih...emang
malpraktik apa?, setau guakan lu psikolog”, alien mengometari
“Ya emang gua psikolog, tapi kemaren gua karena lagi
kepepet gua buka aja bacaan klinik sarah, nih disitu itu pelayanannya umum.
Tiba-tiba pas beberapa hari gitu ada orang tua sambil bawa anaknya mau sunatan,
karena gua belum pernah yaudah gua abisin aja dan juga pas ada kakek berobat ke
gua, karena gua kasian gua anjurin dia supaya minum obat 10x sehari, gw pikir
kan 3x sehari aja manjur apalagi 10x sehari”, ucap sarah menyesal
“ Yaiyalah aneh aja lu (sambil geleng-geleng kepala tak abis pikir)”, alien terheran-heran
“Coba deh lin... si Sarah suruh kesini aja supaya kita bisa ngobrol dan
bantu dia keluar dari masalahnya dengan solusi yang tepat”,indri
“Rah, udah pokoknya sekarang lu kesini aja kita cari
solusinya bersama-sama titik...(sambil langsung memutuskan telepon)”,Alien
Setelah dua jam menunggu Sarahpun datang secara sembunyi-sembunyi dengan raut muka
ketakutan. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk ke rumah pasien untuk
memediasi permasalahan ini.
Kemudian
mereka mendatangi rumah pasien satu persatu untuk memediasi permasalahan ini,
namun niat baik sarah dan teman-teman nya tidak disambut baik oleh keluarga
korban mal praktek klinik Sarah, pihak keluarga pasien langsung menolaknya
mentah-mentah dan kemudian mengadukannya kepolisi alhasil Sarahpun diringkus
polisi. tiga hari berlalu sarahpun merasa bersalah karena badannya terasa lemas
seakan-akan nyawanya ingin keluar dari badannya, sarahpun meminta teman-temannya
untuk menanyakan permasalahan ini kepada ustadz. Teman-temannyapun menuruti
permintaannya karena merasa kasihan kepada sarah yang terbaring lemas.
Imam, ”Weh yaudah sekarang kita langsung berangkat aja, kasian
tuh si sarah”
Rahma, ”Oke...kita langsung aja”
Imam, ”Assalamualaikum pak ustadz”
Pak ustad, ”Waalaikumsalam, ada perlu apa ya?”
Imam,”Ini pak ustadz (sambil menceritakan semua kronologisnya)”
Pak ustadz,”Kalo begini berat, gak bisa diampuni dosanya”
Tanpa bicara panjang lebar, mereka langsung
menyampaikannya kepada sarah. Dan sarahpun langsung pingsan saat mendengarnya
karena ia merasa takut akan kematiannya namun dosanya belum diampuni. Rahmapun
berinisiatif untuk mendatangi ustadz yang tadi untuk menanyakan perihal yang sama.
“Pak ustadz...pak ustadz”, sapa rahma
“Ya ada apa mba?”, jawab pak ustadz
“Ini loh teman saya langsung pingsan mendengar pembicaraan
pak ustadz tadi” Indri.
“Sini saya jelaskan deh, sebenarnya saya sengaja
berbicara seperti itu supaya timbul rasa menyesal yang mendalam dihati sarah
yang mana akhirnya ia akan bertekad sungguh-sungguh dalam bertaubat kepada
Allah, karena pengampunan Allah dan rahmat-Nya lebih besar dari segala apapun
bahkan dari seluruh alam semesta ini dan seisinya tapi syaratnya ia harus
meminta maaf dulu kepada keluarga korban”, jelas pak ustadz
“Oh begitu ya pak ustadz, kalo begitu akan saya sampaikan kembali ke Sarah”, Rahma menimpali
Setelah
mendengar kata-kata tadi Rahma teringat bahwa ia dan yang lain pernah meminta
maaf kepada keluarga korban dan ditolak mentah-mentah.
Pembicaraan tadipun Rahma sampaikan kepada Sarah setelah siuman dan ketika mendengarnyapun ia sangat sedih dengan cerita itu dan sayangnya karena kesehatan tubuhnya terus melemah iapun
akhirnya pergi untuk selama-lamanya pulang untuk bertemu sang penciptanya.
Kemudian Rahma menganjurkan kepada kawan yang lain agar meminta maaf kembali
kepada keluarga korban, karena teringat pesan pak ustad tadi.
Rahma,
”Guys… kita kerumah pasien itu lagi yuk…gua keingetan pak ustad tadi, kasian si
Sarah”
Indri,”Yaudah
kita cepet-cepet kesana”
Panjang
lebar Indri, Imam, Rahma, Humairoh dan Alien menjelaskan kepada keluarga pasien
merekapun pada akhirnya merasa iba dengan cerita tersebut dan memaafkan
kesalahan Sarah.
Humairoh.
”Ternyata meminta maaf kepada manusia itu lebih sulit dibandingkan kepada
pemiliknya








0 komentar:
Posting Komentar