Dahulu kala, di sebuah kerajaan bernama "Mut Mut" ini
merupakan kerajaan yang diidam-idamkan oleh hampir seluruh rakyat karena disini
semua jenis sayur dan buah buahan tumbuh subur, air jernih mengalir deras dari
atas gunung seperti tidak pernah habis, rakyat yang hidup dengan damai, saling
bergotong royong, dan juga dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana. Seperti
di kerajaan lainnya sang raja dibantu oleh perdana menteri dalam membangun
kerajaannya. Di kerajaan ini perdana menteri lebih dikenal oleh rakyatnya
dibanding sang raja karena sang perdana menteri lebih sering berjumpa dengan
rakyat juga lebih dikenal lagi karena kecantikan dari anak perempuannya bernama
Oh Seong (re : osong), rakyat percaya bahwa anak dari sang perdana menteri
menuruni kecantikan dari sang "Dewi Kecantikan". Sebagian besar
rakyat di kerajaan Mut Mut ini beragama Islam.
Osong dikenal oleh para rakyat selain karena kecantikannya juga karena
kepintaran juga sifat ramah, juga berteman dengan siapa saja. Osong tidak hanya
pintar dalam pelajaran ia juga pintar dalam memanah,berkuda,dan bercocok tanam,
ia juga tidak pandang bulu dalam berteman. Namun, suatu hari ia ditemukan dalam
keadaan tidak bernyawa di belakang gunung tempat ia berlatih berkuda dalam
memanah. Ia ditemukan tergeletak dengan panah yang menusuk jantungnya, tidak
ada bukti apapun selain panah yang menusuk jantungnya.
Setelah sehari kejadian, kepala detektif
dari wilayah tersebut mengadakan rapat dengan semua divisi. Kepala detektif
memberikan tugas kepada bawahannya untuk mengungkap kasus kematian putri
perdana menteri yang dirasanya janggal, namun tidak ada satupun dari anggota
detektif tersebut yang bersedia untuk menyelidiki kasus ini karena dari pihak
keluarga perdana menteri menginginkan kasus ini ditutup dan perdana menteri
memilki kekuasaan yang tinggi di wilayah tersebut.
Kemudian, salah satu dari divisi kekerasan ada yang bersedia untuk
menyelidiki dan mengungkap kematian sang putri. Mereka adalah Oh gong Oh gong
laki laki yang merasa dirinya yang paling tampan di kerajaan ia juga pandai
dalam memecahkan masalah yang sangat rumit, konyol, tidak pandai berkuda namun
pandai dalam memanah lalu ada Seopil (re: sopil) laki laki yang humoris
dan lucu, memilih bertindak daripada
banyak bicara, Ia juga pandai dalam berkelahi, memanah dan berkuda dan terakhir
si cantik bimbim yang pandai dalam melakukan semua pekerjaan lelaki, ia pandai
memanah, berkuda, berkelahi Ia juga pandai dalam pelajaran.
Dahulu, mereka tak pernah menginginkan untuk menjadi seorang detektif.
Hal ini terjadi saat mereka berumur 19 tahun secara tidak langsung melihat
kedua orang tuanya dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal. Saat itulah
mereka bertekad untuk menjadi seorang detektif agar bisa menyelidiki kasus
kematian orang tua mereka. Sampai saat ini mereka diam-diam menyelidiki
kematian orang tua mereka.
Keesokan harinya, mereka mengadakan
rapat di kantor detektif untuk menyiapkan strategi agar tidak ada orang yang mengetahui dan
mencurigai bahwa mereka sedang menyelidiki kasus kematian putri perdana
menteri. Setelah rapat, mereka pergi menuju TKP dengan menyamar sebagai seorang
petani. Semua orang tidak ada yang mengetahui bahwa mereka adalah seorang
detektif, disana mereka menyusup masuk ke kediaman perdana mneteri secara
diam-diam untuk mencari bukti yang menyebabkan kematian Osong. Namun, setelah
mencari ke berbagai sudut kediaman rumah perdana menteri tidak ditemukan
satupun bukti dan mereka pun kembali ke kantor.
Mereka berbincang-bincang agar dapat
menemukan bukti tersebut. Lalu Bimbim menyuruh Suphil untuk melihat kejadian
pembunuhan tersebut, tetapi Suphil tidak bisa melihat kejadian tersebut. Hal
ini terjadi juga saat Suphil hendak melihat kejadian pembunuhan orang tuanya
tetapi ia tidak bisa melihatnya seperti ada sesuatu yang menghalanginya tetapi
ia tidak tahu apa yang menghalanginya. Kemudian mereka pergi untuk menanyakan
kepada orang terdekat Osong, apakah ia memilki masalah dengan orang lain atau
ada hal lain yang menyebabkan hilangnya nyawa Osong. Setelah mereka mencari
tahu siapa saja orang-orang terdekat Osong selain keluarganya. Menurut
informasi yang beredar bahawa Osong memilki seorang teman yang sudah bersamanya
sejak umur 5 tahun yang bernama Ail. Mereka selalu bersama, bermain bahkan
bercanda bersama. Selanjutnya, mereka semua datang ke kediaman Ail untuk
menggali informasi tentang Osong. Lalu ogong-ogong bertanya, “Apakah selama Osong
hidup ia mempunyai musuh?”. Ail menjawab,
“Aku
tidak tahu pasti, karena Osong selalu tertutup tentang kehidupan pribadinya
Osong mempunyai sifat periang, baik dan lucu”.
“Apakah
kamu pernah melihat Ara bertengkar dengan seseorang?”. Kata Bimbim.
“Aku pernah
melihat ia bertengkar dengan ayahnya tetapi itu hanya soal kecil saja”, jawab
Ail.
“Baiklah,
terima kasih sudah mau memberikan informasi tentang Osong”, kata Soepil
Ail
menjawab dengan nada sedih “ Sama- sama. Aku berharap semoga kalian dapat mengungkap
kematian temanku”.
Tiba-tiba terlintas dipikiran Soepil untuk bertanya kepada pengawal-
pengawal Osong. Mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman perdana menteri.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya, mereka sampai disana
mereka bertemu dengan para pengawal Osong.
Bimbim
bertanya, “Permisi disini kami ingin bertanya tentang penyebab kematian sang
putri”.
Pengawal
menjawab, “Untuk apa kau menanyakan kasus kematian sang putri. Kau hanya
seorang petani tak pantas bertanya tentang hal itu. Lebih baik pergi dari sini
sebelum kami memberitahu perdana menteri”.
“Mengapa
kalian mengusir kami padahal kami hanya menanyakan kematian sang putri karena
kami peduli dengan sang putri”. Ujar Oh Gong Oh Gong.
“ Kalian tidak berhak menanyakan kasus itu
karena perdana menteri telah menutup kasus itu, terlebih kalian hanya seorang
petani yang lebih pantas bercocok tanam di lahan persawahan”. Ujar pengawal.
Dengan berat hati, mereka pergi
meninggalkan kediaman perdana menteri tetapi mereka tak habis akal. Kemudian,
mereka pergi ke rumah Ail untuk meminta bantuannya. Disana mereka menyusun
siasat agar dapat masuk ke dalam rumah
perdana menteri. Bimbim dan Ail menyamar sebagai seorang tabib sementara
Oh Ogong Oh Ogong dan Soepil menyamar menjadi tukang kebun. Mereka semua
langsung bergegas pergi kesana. Sesampainya disana, Bimbim dan Ail menghampiri
para pengawal yang berada di gerbang utama.
“Permisi,
kami adalah seorang tabib yang di utus untuk memeriksa perdana menteri”, kata
Ail.
“Tunggu
sebentar, saya akan memberitahu perdana menteri tentang kedatangan kalian”,
ujar pengawal.
Tanpa sepengetahuan mereka, perdana
menteri mengintip lewat jendela dan ia mengetahui bahwa mereka adalah detektif
yang sedang mengusut kasus kematian putrinya. Tiba- tiba salah satu pengawal
mengetuk pintu kamarnya.
“Tuan
apakah kau berada di dalam, ada seorang tabib yang memeriksa kesehatanmu”, kata
pengawal.
“ Biarkan
mereka masuk”, kata perdana menteri dengan senyuman sinis.
Pengawal tersebut kembali ke gerbang
utama dan mempersilahkan mereka masuk.
“Baiklah
kalian boleh masuk, kebetulan perdana menteri telah menunggu kalian”, kata
pengawal.
Secara bersamaan Oh Gong Oh Gong dan
Soepil masuk juga ke dalam rumah sang perdana menteri. Tanpa disadari, Ail dan
Bimbim bertemu dengan pelayan Osong dan mereka bertanya.
“Permisi,
apakah kamu dahulu pelayan sang putri?”, Ail bertanya.
“Ya,
benar saya pelayan sang putri”. Kata pelayan itu.
“Saya
ingin bertanya tentang sang putri tetapi bisakah kita berbicara di tempat yang
sepi”, ujar Bimbim
“Mari
ikuti saya”, kata pelayan.
Mereka pergi menuju gudang yang berada
di belakang rumah.
“Apakah
ibu tau penyebab kematian sang putri?”. Tanya Bimbim
“Saya tidak tahu
dengan pasti apa penyebab sang putri meninggal, tapi saya mencurigai para pengawal”.
“Mengapa
ibu mencurigai para pengawal itu?”, Tanya Ail.
“Karena sehari
sebelum kejadian para pengawal bersikap aneh, setiap putri keluar mereka selalu
bertanya sesuatu ketika saat saya ingin masuk memberi makanan kepada putri para
pengawal menghadang saya agar tidak masuk ke dalam kamar karena pengawal
mengatakan bahwa putri sudah tidur, padahal saya melihat lewat celah jendela
kamar putri sedang melukis”, ujar pelayan tersebut.
“Apakah
ada kejadian aneh lagi selain itu?”, tanya Bimbim.
“Saya tidak
tahu lagi, setelah itu”, kata pelayan itu.
“Jika ibu
melihat sesuatu yang janggal terjadi disini mohon beri tahu saya”, ucap Ail.
“baiklah”, jawab pelayan itu.
Setelah itu, mereka keluar dari gudang
dan pergi menuju kamar perdana menteri. Di lain tempat Oh Gong Oh Gong bersama
Soepil yang sedang mengendap-ngendap
tertangkap basah oleh tukang kebun.
“Apa yang
kalian lakukan disini?”, tanya tukang kebun itu.
“Kami
sedang main petak umpat”, jawab Soepil
dengan polos.
“Disini
bukan tempat bermain, jika kalian tertangkap oleh para pengawal kalian bisa
dibunuh” , ucap tuikang kebun
“Sebenarnya
kami adalah detektif yang sedang menyelidiki kasus kematian putri”, ucap Oh
Gong Oh Gong
“Apa
kalian benar benar seorang detektif? Saya tidak mempercayai kalian seorang
detektif” ucap tukang kebun.
“Iya kami
adalah seorang detektif, apakah bapak ingin membantu kami?” tanya Soepil.
“Ya, apa
yang bisa saya bantu?” tanya tukang kebun.
“Apa sang
putri sebelum meninggal terlihat bertengkar dengan orang lain?” tanya Oh Gong
Oh Gong.
“Saya
hanya melihat seseorang masuk ke dalam kamar putri dan disana bertengkar dengan
pria itu. Saya tidak tahu pasti siapa pria itu” jelas tukang kebun.
“Apa kau
tau siapa pria itu?” tanya Soepil.
“Tidak
saya tidak tahu” ucap tukang kebun
“Baiklah
terima kasih atas informasinya”, ucap Soepil.
Selanjutnya, Oh Gong Oh Gong dan Soepil
pergi meninggalkan tukang kebun tersebut. Kemudian mereka pergi dari rumah
perdana menteri dan menunggu di belakang rumah perdana menteri. Sedangkan
Bimbim dan Ail masih berada di dalam rumah perdana menteri untuk mencari jalan
keluar. Akhirnya mereka semua bertemu di belakang rumah perdana menteri.
Setelah itu mereka pergi menuju rumah Ail untuk membicarakan informasi yang
mereka dapatkan.
“Apakah
kamu mendapatkan petunjuk dari pelayan Osong, Bim?”, tanya Soepil.
"Ya,
petunjuk ini dapat membantu kita menemukan pelaku utama dari kasus ini. Pelayan
bilang ia curiga dengan para pengawal Osong Karena sehari sebelum kejadian para
pengawal bersikap aneh, setiap putri keluar mereka selalu bertanya. Suatu
ketika saat pelayan ingin masuk memberi makanan kepada putri para pengawal
menghadangnya agar tidak masuk ke dalam kamar karena pengawal mengatakan bahwa
putri sudah tidur padahal, ia melihat putri sedang melukis”, ujar Bimbim.
“Lalu apa
saja yang kamu dapatkan dari tukang kebun itu?, tanya Ail.
“Aku
mendapatkan informasi yang tak kalah penting, tukang kebun itu melihat
seseorang masuk ke dalam kamar putri dan disana bertengkar dengan pria itu?,
jawab Oh Ogong Oh Gong.
“Apakah
tukang kebun itu mengetahui siapa pria itu?”, Tanya Bimbim.
“Sayangnya
tukang kebun itu tidak tahu siapa pria itu”. Ucap Oh Ogong Oh Ogong.
Keesokan paginya, pelayan Osong pergi
mengunjungi rumah Ail untuk memberitahu.
“Mengapa
Ibu datang kesini, apakah terjadi sesuatu?”, tanya Ail.
“Saya
disini ingin memberitahu informasi yang sangat penting”, ucap pelayan itu.
“Apakah ini berhubungan dengan kasus kematian
putri?”, tanya Ail.
“Ya, pada
malam itu saya mendengar tuan berbicara dengan para pengawal tentang kematian
sang putri”, Ucap pelayan tersebut.
“Lalu”,
kata Bimbim.
“Tuan
menyuruh para pengawal untuk membunuh siapa saja yang berani mengungkap kasus
kematian putrinya”, ucap pelayan itu.
“Apakah
kalian akan tetap menyelidiki kasus ini?”, tanya pelayan.
“Ya kami
akan tetap teruskan penyelidikkan ini, karena ini sudah menjadi tanggung jawab
dari perkerjaan kami sebagai detektif” ucap Oh Gong Oh Gong
“Walaupun
dengan konsekuensi yang seperti itu?” tanya pelayan
“Ya,
sebelumnya terima kasih telah memberi kami informasi itu, kami akan berusaha
untuk lebih hati- hati dalam menyelidiki kasus ini”, ucap Sopil.
“yasudah
kalau begitu, saya izin pamit pulang dulu” ucap pelayan
Setelah
sang pelayan pergi pulang mereka mulai membicarakan apa yang disampaikan oleh
pelayan tadi.
“lalu apa
yang akan kita lakukan sekarang?” tanya ail
“apa kita
akan terus melanjutkan kasus ini?” tanya sopil
“Ya tentu saja kita tidak boleh menyerah dalam
menyelidiki kasus ini, kita harus bertanggung jawab atas apa yang sudah di
tugaskan kepada kita” ucap Oh Gong Oh Gong tegas
“ya benar
apa yang diucapkan oleh Oh Gong kita tidak boleh menyerah kita harus
bertanggung jawab. Sekarang kita hanya harus lebih berhati hati dalam
menyelesaikan kasus ini agar tidak diketahui oleh orang lain” ucap Bimbim
“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Ail
“sekarang
kita pergi ke gunung tempat Osong ditemukan tidak bernyawa” ucap Oh Gong Oh
Gong
“untuk
apa? Kita waktu itu sudah pernah kesana tapi kita tidak menemukan apa apa” ucap
Sopil
“sekali
saja kita kesana lagi, kalau tidak menemukan apapun yasudah kita cari di tempat
lain” ucap Oh Gong Oh Gong
“Baiklah
kita kesana lagi” ucap Bimbim
Mereka akhirnya pergi ke tempat dimana
Osong ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Lama mereka mencari kesana kemari
untuk mencari bukti akhirnya Ail menemukan gelang bersimbol kerajaan
“Aku
menemukan gelang bersimbol kepala singa” ucap Ail
“Apa ada
yang tau ini milik siapa?” tanya Sopil
“Mungkin
ini milik salah satu pengawal yang membunuh sang putri” ucap Bimbim
“Lebih baik
amankan gelang itu untuk menjadi barang bukti” ucap Sopil
“Karena
waktu sudah semakin gelap lebih baik kita segera kembali ke rumah sebelum hari
semakin gelap” ucap Ail
Mereka pergi menuju rumah Ail untuk
beristirahat. Namun Oh Gong Oh Gong
tidak pergi ke rumah Ail tetapi Ia pergi ke rumahnya untuk melihat catatan
harian dia, karena dia merasa tidak asing dengan simbol kepala singa tersebut.
Tetapi, Oh Gong Oh Gong tidak menemukan catatan yang sedang dicarinya. Karena
Ia kelelahan mencari gambar simbol tersebut Ia memutuskan untuk beristirahat
terlebih dahulu. Saat Ia sedang terlelap, Ia bermimpi tentang tragedi
pembunuhan kedua orang tuanya yang di dalam mimpi itu ia melihat mata dan
tangan si pembunuh yang ditangannya mengenakan sebuah gelang. Lalu Ia terbangun
karena terkejut dengan mimpinya yang tidak ingin Ia ingat kembali.
Keesokan paginya mereka terkejut karena
Oh Gong Oh Gong tidak ada di rumah Ail. Mereka khawatir Oh Gong Oh Gong
ditangkap oleh perdana menteri. Akhirnya mereka memutuskanuntuk pergi ke rumah
Oh Gong Oh Gong untuk mencarinya, sesampainya disana mereka menemukan Oh Gong
Oh Gong sedang tidur terlelap karena kelelahan yang terlihat jelas di raut
wajahnya, mereka terkejut karena Oh Gong Oh Gong yang tiba tiba terbangun
dengan wajah yang pucat dan nafas ter-engah engah.
“Apa kau
baik baik saja?” tanya Bimbim
“Ya aku
baik baik saja” jawab Oh Gong Oh Gong dengan tatapan kosong
“Mengapa
tidak bilang kepada kami kau bermalam di sini?” tanya Sopil
“Ya saya
mendadak rindu pada rumah ini” ucap Oh Gong Oh Gong
“Yasudah
sekarang kita temui kepala detektif” ucap Sopil
Mereka akhirnya menuju ke rumah kepala
detektif untuk mannyakan sesuatu hal, setelah sampai disana mereka lansung
menemui sang kepala detektif.
“Ada apa
kalian kemari?” tanya kepala detektif
“Siap,
kami disini ingin memberi informasi” ucap Oh Gong Oh Gong
“Ya,
apakah itu?” tanya kepala detektif
“Apakah
pak kepala tau tentang logo ini?” tanya Oh Gong Oh Gong
Kepala detektif berfikir sejenak setelah
meilhat logo kepala singa itu yang tidak asing.
“Aku
merasa pernah melihat logo ini. dan aku merasa ada sesuatu yang besar dalam
logo ini” jelas kepala detektif
“Yasudah
kami akan melanjutkan penyelidikan ini” ucap Oh Gong Oh Gong
Mereka pergi dari rumah kepala detektif
untuk melanjutkan penyelidikan. Saat mereka menuju ke rumah Ail secara tidak
sengaja bertemu dengan perdana menteri. Perdana menteri menghampiri Oh Gong Oh
Gong dan berbisik di samping telinganya
“Lebih
baik kau hentikan saja penyelidikan ini!” bisik perdana menteri
Setelah membisikkan hal itu perdana
langsung pergi meninggalkan mereka.
“Ada
apa?” tanya Bimbim
“Apa yang
dibisikkannya?” tanya Sopil
Oh Gong Oh gong diam tanpa menjawab
satupun pertanyaan dari mereka. Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah,
saat di tengah perjalanan Ail menanyakan kepada Bimbim
“Apa yang
terjadi?” tanya Ail pada Sopil dan Bimbim
“Tidak
ada apa – apa” jawab Sopil
Akhirnya mereka sampai di rumah Ail.
Tidak berapa lama Oh Gong Oh Gong bilang kepada Soepil.
“Aku
pergi” ucap Oh Gong Oh Gong
“Kau
ingin kemana?” tanya Soepil
Namun, tidak dijawab oleh Oh Gong Oh
Gong, Ia menuju ke bukit untuk memikirkan simbol kepala singa dan perkataan
dari perdana menteri. Oh Gong Oh Gong memejamkan matanya sambil mengingat ingat
kejadian di masa lalu.tiba tiba Ia teringat dengan tangan si pembunuh yang
mengenakan gelang ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan gelang itu dan Ia
teringat dengan jubah perdana menteri yang dipakai saat mereka bertemu tadi ia
mengingat bahwa di jubah tersebut ia melihat ada logo kepala singa di jubahnya.
Ia beregas menuju rumah Ail untuk memberitahukan kepada Soepil Bimbim dan Ail.
“Hey
kalian aku sudah menemukan pelakunya” uacp Oh Gong Oh Gong
“SIAPA?!”
Ucap mereka bertiga
“Ayo ikut
bersamaku” ajak Oh Gong Oh Gong
Akhirnya mereka ikut bersama Oh Gong Oh Gong
untuk menemui si pelaku.
“Pelakunya
dalah perdana menteri dan orang yang membunuh orang tua kita adalah perdana
menteri” ucap Oh Gong Oh Gong
“Mengapa
kau menuduhku seperti itu” elak perdana menteri
“Karena
kamu telah membunuh anakmu sendiri” ucap Oh Gong Oh Gong
“Apa
buktinya hingga kau menuduhku seperti itu?” tanya perdana menteri
“Aku
mempunyai saksi mata yaitu seorang pelayan dan yang membunuhnya si pengawal dan
bukti sebuah gelang yang didapat di lokasi pembunuhan.” Ucap Oh Gong Oh Gong
Kemudian Oh Gong Oh Gong mengikat tangan perdana menteri dan
membawanya ke penjara.








0 komentar:
Posting Komentar