Sabtu, 20 Juni 2020

Intropeksi

Dahulu kala, di sebuah kerajaan bernama "Mut Mut" ini merupakan kerajaan yang diidam-idamkan oleh hampir seluruh rakyat karena disini semua jenis sayur dan buah buahan tumbuh subur, air jernih mengalir deras dari atas gunung seperti tidak pernah habis, rakyat yang hidup dengan damai, saling bergotong royong, dan juga dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana. Seperti di kerajaan lainnya sang raja dibantu oleh perdana menteri dalam membangun kerajaannya. Di kerajaan ini perdana menteri lebih dikenal oleh rakyatnya dibanding sang raja karena sang perdana menteri lebih sering berjumpa dengan rakyat juga lebih dikenal lagi karena kecantikan dari anak perempuannya bernama Oh Seong (re : osong), rakyat percaya bahwa anak dari sang perdana menteri menuruni kecantikan dari sang "Dewi Kecantikan". Sebagian besar rakyat di kerajaan Mut Mut ini beragama Islam.
Osong dikenal oleh para rakyat selain karena kecantikannya juga karena kepintaran juga sifat ramah, juga berteman dengan siapa saja. Osong tidak hanya pintar dalam pelajaran ia juga pintar dalam memanah,berkuda,dan bercocok tanam, ia juga tidak pandang bulu dalam berteman. Namun, suatu hari ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di belakang gunung tempat ia berlatih berkuda dalam memanah. Ia ditemukan tergeletak dengan panah yang menusuk jantungnya, tidak ada bukti apapun selain panah yang menusuk jantungnya. 
        Setelah sehari kejadian, kepala detektif dari wilayah tersebut mengadakan rapat dengan semua divisi. Kepala detektif memberikan tugas kepada bawahannya untuk mengungkap kasus kematian putri perdana menteri yang dirasanya janggal, namun tidak ada satupun dari anggota detektif tersebut yang bersedia untuk menyelidiki kasus ini karena dari pihak keluarga perdana menteri menginginkan kasus ini ditutup dan perdana menteri memilki kekuasaan yang tinggi di wilayah tersebut.
Kemudian, salah satu dari divisi kekerasan ada yang bersedia untuk menyelidiki dan mengungkap kematian sang putri. Mereka adalah Oh gong Oh gong laki laki yang merasa dirinya yang paling tampan di kerajaan ia juga pandai dalam memecahkan masalah yang sangat rumit, konyol, tidak pandai berkuda namun pandai dalam memanah lalu ada Seopil (re: sopil) laki laki yang humoris dan  lucu, memilih bertindak daripada banyak bicara, Ia juga pandai dalam berkelahi, memanah dan berkuda dan terakhir si cantik bimbim yang pandai dalam melakukan semua pekerjaan lelaki, ia pandai memanah, berkuda, berkelahi Ia juga pandai dalam pelajaran.
Dahulu, mereka tak pernah menginginkan untuk menjadi seorang detektif. Hal ini terjadi saat mereka berumur 19 tahun secara tidak langsung melihat kedua orang tuanya dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal. Saat itulah mereka bertekad untuk menjadi seorang detektif agar bisa menyelidiki kasus kematian orang tua mereka. Sampai saat ini mereka diam-diam menyelidiki kematian orang tua mereka.
        Keesokan harinya, mereka mengadakan rapat di kantor detektif untuk menyiapkan strategi  agar tidak ada orang yang mengetahui dan mencurigai bahwa mereka sedang menyelidiki kasus kematian putri perdana menteri. Setelah rapat, mereka pergi menuju TKP dengan menyamar sebagai seorang petani. Semua orang tidak ada yang mengetahui bahwa mereka adalah seorang detektif, disana mereka menyusup masuk ke kediaman perdana mneteri secara diam-diam untuk mencari bukti yang menyebabkan kematian Osong. Namun, setelah mencari ke berbagai sudut kediaman rumah perdana menteri tidak ditemukan satupun bukti dan mereka pun kembali ke kantor.
        Mereka berbincang-bincang agar dapat menemukan bukti tersebut. Lalu Bimbim menyuruh Suphil untuk melihat kejadian pembunuhan tersebut, tetapi Suphil tidak bisa melihat kejadian tersebut. Hal ini terjadi juga saat Suphil hendak melihat kejadian pembunuhan orang tuanya tetapi ia tidak bisa melihatnya seperti ada sesuatu yang menghalanginya tetapi ia tidak tahu apa yang menghalanginya. Kemudian mereka pergi untuk menanyakan kepada orang terdekat Osong, apakah ia memilki masalah dengan orang lain atau ada hal lain yang menyebabkan hilangnya nyawa Osong. Setelah mereka mencari tahu siapa saja orang-orang terdekat Osong selain keluarganya. Menurut informasi yang beredar bahawa Osong memilki seorang teman yang sudah bersamanya sejak umur 5 tahun yang bernama Ail. Mereka selalu bersama, bermain bahkan bercanda bersama. Selanjutnya, mereka semua datang ke kediaman Ail untuk menggali informasi tentang Osong. Lalu ogong-ogong bertanya, “Apakah selama Osong hidup ia mempunyai musuh?”. Ail menjawab,
“Aku tidak tahu pasti, karena Osong selalu tertutup tentang kehidupan pribadinya Osong mempunyai sifat periang, baik dan lucu”.
“Apakah kamu pernah melihat Ara bertengkar dengan seseorang?”. Kata Bimbim.
“Aku pernah melihat ia bertengkar dengan ayahnya tetapi itu hanya soal kecil saja”, jawab Ail.
“Baiklah, terima kasih sudah mau memberikan informasi tentang Osong”, kata Soepil
Ail menjawab dengan nada sedih “ Sama- sama. Aku berharap semoga kalian dapat mengungkap kematian temanku”.
Tiba-tiba terlintas dipikiran Soepil untuk bertanya kepada pengawal- pengawal Osong. Mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman perdana menteri. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya, mereka sampai disana mereka bertemu dengan para pengawal Osong.
Bimbim bertanya, “Permisi disini kami ingin bertanya tentang penyebab kematian sang putri”.
Pengawal menjawab, “Untuk apa kau menanyakan kasus kematian sang putri. Kau hanya seorang petani tak pantas bertanya tentang hal itu. Lebih baik pergi dari sini sebelum kami memberitahu perdana menteri”.
“Mengapa kalian mengusir kami padahal kami hanya menanyakan kematian sang putri karena kami peduli dengan sang putri”. Ujar Oh Gong Oh Gong.
 “ Kalian tidak berhak menanyakan kasus itu karena perdana menteri telah menutup kasus itu, terlebih kalian hanya seorang petani yang lebih pantas bercocok tanam di lahan persawahan”. Ujar pengawal.
        Dengan berat hati, mereka pergi meninggalkan kediaman perdana menteri tetapi mereka tak habis akal. Kemudian, mereka pergi ke rumah Ail untuk meminta bantuannya. Disana mereka menyusun siasat agar dapat masuk ke dalam rumah  perdana menteri. Bimbim dan Ail menyamar sebagai seorang tabib sementara Oh Ogong Oh Ogong dan Soepil menyamar menjadi tukang kebun. Mereka semua langsung bergegas pergi kesana. Sesampainya disana, Bimbim dan Ail menghampiri para pengawal yang berada di gerbang utama.
“Permisi, kami adalah seorang tabib yang di utus untuk memeriksa perdana menteri”, kata Ail.
“Tunggu sebentar, saya akan memberitahu perdana menteri tentang kedatangan kalian”, ujar pengawal.
        Tanpa sepengetahuan mereka, perdana menteri mengintip lewat jendela dan ia mengetahui bahwa mereka adalah detektif yang sedang mengusut kasus kematian putrinya. Tiba- tiba salah satu pengawal mengetuk pintu kamarnya.
“Tuan apakah kau berada di dalam, ada seorang tabib yang memeriksa kesehatanmu”, kata pengawal.
“ Biarkan mereka masuk”, kata perdana menteri dengan senyuman sinis.
        Pengawal tersebut kembali ke gerbang utama dan mempersilahkan mereka masuk.
“Baiklah kalian boleh masuk, kebetulan perdana menteri telah menunggu kalian”, kata pengawal.
        Secara bersamaan Oh Gong Oh Gong dan Soepil masuk juga ke dalam rumah sang perdana menteri. Tanpa disadari, Ail dan Bimbim bertemu dengan pelayan Osong dan mereka bertanya.
“Permisi, apakah kamu dahulu pelayan sang putri?”, Ail bertanya.
“Ya, benar saya pelayan sang putri”. Kata pelayan itu.
“Saya ingin bertanya tentang sang putri tetapi bisakah kita berbicara di tempat yang sepi”, ujar Bimbim
“Mari ikuti saya”, kata pelayan.
        Mereka pergi menuju gudang yang berada di belakang rumah.
“Apakah ibu tau penyebab kematian sang putri?”. Tanya Bimbim
“Saya tidak tahu dengan pasti apa penyebab sang putri meninggal, tapi saya mencurigai para pengawal”.
“Mengapa ibu mencurigai para pengawal itu?”, Tanya Ail.
“Karena sehari sebelum kejadian para pengawal bersikap aneh, setiap putri keluar mereka selalu bertanya sesuatu ketika saat saya ingin masuk memberi makanan kepada putri para pengawal menghadang saya agar tidak masuk ke dalam kamar karena pengawal mengatakan bahwa putri sudah tidur, padahal saya melihat lewat celah jendela kamar putri sedang melukis”, ujar pelayan tersebut.
“Apakah ada kejadian aneh lagi selain itu?”, tanya Bimbim.
“Saya tidak tahu lagi, setelah itu”, kata pelayan itu.
“Jika ibu melihat sesuatu yang janggal terjadi disini mohon beri tahu saya”, ucap Ail.
“baiklah”, jawab pelayan itu.
        Setelah itu, mereka keluar dari gudang dan pergi menuju kamar perdana menteri. Di lain tempat Oh Gong Oh Gong bersama Soepil yang sedang mengendap-ngendap  tertangkap basah oleh tukang kebun.
“Apa yang kalian lakukan disini?”, tanya tukang kebun itu.
“Kami sedang main petak umpat”,  jawab Soepil dengan polos.
“Disini bukan tempat bermain, jika kalian tertangkap oleh para pengawal kalian bisa dibunuh” , ucap tuikang kebun
“Sebenarnya kami adalah detektif yang sedang menyelidiki kasus kematian putri”, ucap Oh Gong Oh Gong
“Apa kalian benar benar seorang detektif? Saya tidak mempercayai kalian seorang detektif” ucap tukang kebun.
“Iya kami adalah seorang detektif, apakah bapak ingin membantu kami?” tanya Soepil.
“Ya, apa yang bisa saya bantu?” tanya tukang kebun.
“Apa sang putri sebelum meninggal terlihat bertengkar dengan orang lain?” tanya Oh Gong Oh Gong.
“Saya hanya melihat seseorang masuk ke dalam kamar putri dan disana bertengkar dengan pria itu. Saya tidak tahu pasti siapa pria itu” jelas tukang kebun.
“Apa kau tau siapa pria itu?” tanya Soepil.
“Tidak saya tidak tahu” ucap tukang kebun
“Baiklah terima kasih atas informasinya”, ucap Soepil.
        Selanjutnya, Oh Gong Oh Gong dan Soepil pergi meninggalkan tukang kebun tersebut. Kemudian mereka pergi dari rumah perdana menteri dan menunggu di belakang rumah perdana menteri. Sedangkan Bimbim dan Ail masih berada di dalam rumah perdana menteri untuk mencari jalan keluar. Akhirnya mereka semua bertemu di belakang rumah perdana menteri. Setelah itu mereka pergi menuju rumah Ail untuk membicarakan informasi yang mereka dapatkan.
“Apakah kamu mendapatkan petunjuk dari pelayan Osong, Bim?”, tanya Soepil.
"Ya, petunjuk ini dapat membantu kita menemukan pelaku utama dari kasus ini. Pelayan bilang ia curiga dengan para pengawal Osong Karena sehari sebelum kejadian para pengawal bersikap aneh, setiap putri keluar mereka selalu bertanya. Suatu ketika saat pelayan ingin masuk memberi makanan kepada putri para pengawal menghadangnya agar tidak masuk ke dalam kamar karena pengawal mengatakan bahwa putri sudah tidur padahal, ia melihat putri sedang melukis”, ujar Bimbim.
“Lalu apa saja yang kamu dapatkan dari tukang kebun itu?, tanya Ail.
“Aku mendapatkan informasi yang tak kalah penting, tukang kebun itu melihat seseorang masuk ke dalam kamar putri dan disana bertengkar dengan pria itu?, jawab Oh Ogong Oh Gong.
“Apakah tukang kebun itu mengetahui siapa pria itu?”, Tanya Bimbim.
“Sayangnya tukang kebun itu tidak tahu siapa pria itu”. Ucap Oh Ogong Oh Ogong.
        Keesokan paginya, pelayan Osong pergi mengunjungi rumah Ail untuk memberitahu.
“Mengapa Ibu datang kesini, apakah terjadi sesuatu?”, tanya Ail.
“Saya disini ingin memberitahu informasi yang sangat penting”, ucap pelayan itu.
“Apakah ini berhubungan dengan kasus kematian putri?”, tanya Ail.
“Ya, pada malam itu saya mendengar tuan berbicara dengan para pengawal tentang kematian sang putri”, Ucap pelayan tersebut.
“Lalu”, kata Bimbim.
“Tuan menyuruh para pengawal untuk membunuh siapa saja yang berani mengungkap kasus kematian putrinya”, ucap pelayan itu.
“Apakah kalian akan tetap menyelidiki kasus ini?”, tanya pelayan.
“Ya kami akan tetap teruskan penyelidikkan ini, karena ini sudah menjadi tanggung jawab dari perkerjaan kami sebagai detektif” ucap Oh Gong Oh Gong
“Walaupun dengan konsekuensi yang seperti itu?” tanya pelayan
“Ya, sebelumnya terima kasih telah memberi kami informasi itu, kami akan berusaha untuk lebih hati- hati dalam menyelidiki kasus ini”, ucap Sopil.
“yasudah kalau begitu, saya izin pamit pulang dulu” ucap pelayan
Setelah sang pelayan pergi pulang mereka mulai membicarakan apa yang disampaikan oleh pelayan tadi.
“lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya ail
“apa kita akan terus melanjutkan kasus ini?” tanya sopil
“Ya tentu saja kita tidak boleh menyerah dalam menyelidiki kasus ini, kita harus bertanggung jawab atas apa yang sudah di tugaskan kepada kita” ucap Oh Gong Oh Gong tegas
“ya benar apa yang diucapkan oleh Oh Gong kita tidak boleh menyerah kita harus bertanggung jawab. Sekarang kita hanya harus lebih berhati hati dalam menyelesaikan kasus ini agar tidak diketahui oleh orang lain” ucap Bimbim
“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Ail
“sekarang kita pergi ke gunung tempat Osong ditemukan tidak bernyawa” ucap Oh Gong Oh Gong
“untuk apa? Kita waktu itu sudah pernah kesana tapi kita tidak menemukan apa apa” ucap Sopil
“sekali saja kita kesana lagi, kalau tidak menemukan apapun yasudah kita cari di tempat lain” ucap Oh Gong Oh Gong
“Baiklah kita kesana lagi” ucap Bimbim
        Mereka akhirnya pergi ke tempat dimana Osong ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Lama mereka mencari kesana kemari untuk mencari bukti akhirnya Ail menemukan gelang bersimbol kerajaan
“Aku menemukan gelang bersimbol kepala singa” ucap Ail
“Apa ada yang tau ini milik siapa?” tanya Sopil
“Mungkin ini milik salah satu pengawal yang membunuh sang putri” ucap Bimbim
“Lebih baik amankan gelang itu untuk menjadi barang bukti” ucap Sopil
“Karena waktu sudah semakin gelap lebih baik kita segera kembali ke rumah sebelum hari semakin gelap” ucap Ail
        Mereka pergi menuju rumah Ail untuk beristirahat. Namun  Oh Gong Oh Gong tidak pergi ke rumah Ail tetapi Ia pergi ke rumahnya untuk melihat catatan harian dia, karena dia merasa tidak asing dengan simbol kepala singa tersebut. Tetapi, Oh Gong Oh Gong tidak menemukan catatan yang sedang dicarinya. Karena Ia kelelahan mencari gambar simbol tersebut Ia memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Saat Ia sedang terlelap, Ia bermimpi tentang tragedi pembunuhan kedua orang tuanya yang di dalam mimpi itu ia melihat mata dan tangan si pembunuh yang ditangannya mengenakan sebuah gelang. Lalu Ia terbangun karena terkejut dengan mimpinya yang tidak ingin Ia ingat kembali.
        Keesokan paginya mereka terkejut karena Oh Gong Oh Gong tidak ada di rumah Ail. Mereka khawatir Oh Gong Oh Gong ditangkap oleh perdana menteri. Akhirnya mereka memutuskanuntuk pergi ke rumah Oh Gong Oh Gong untuk mencarinya, sesampainya disana mereka menemukan Oh Gong Oh Gong sedang tidur terlelap karena kelelahan yang terlihat jelas di raut wajahnya, mereka terkejut karena Oh Gong Oh Gong yang tiba tiba terbangun dengan wajah yang pucat dan nafas ter-engah engah.
“Apa kau baik baik saja?” tanya Bimbim
“Ya aku baik baik saja” jawab Oh Gong Oh Gong dengan tatapan kosong
“Mengapa tidak bilang kepada kami kau bermalam di sini?” tanya Sopil
“Ya saya mendadak rindu pada rumah ini” ucap Oh Gong Oh Gong
“Yasudah sekarang kita temui kepala detektif” ucap Sopil
        Mereka akhirnya menuju ke rumah kepala detektif untuk mannyakan sesuatu hal, setelah sampai disana mereka lansung menemui sang kepala detektif.
“Ada apa kalian kemari?” tanya kepala detektif
“Siap, kami disini ingin memberi informasi” ucap Oh Gong Oh Gong
“Ya, apakah itu?” tanya kepala detektif
“Apakah pak kepala tau tentang logo ini?” tanya Oh Gong Oh Gong
        Kepala detektif berfikir sejenak setelah meilhat logo kepala singa itu yang tidak asing.
“Aku merasa pernah melihat logo ini. dan aku merasa ada sesuatu yang besar dalam logo ini” jelas kepala detektif
“Yasudah kami akan melanjutkan penyelidikan ini” ucap Oh Gong Oh Gong
        Mereka pergi dari rumah kepala detektif untuk melanjutkan penyelidikan. Saat mereka menuju ke rumah Ail secara tidak sengaja bertemu dengan perdana menteri. Perdana menteri menghampiri Oh Gong Oh Gong dan berbisik di samping telinganya
“Lebih baik kau hentikan saja penyelidikan ini!” bisik perdana menteri
        Setelah membisikkan hal itu perdana langsung pergi meninggalkan mereka.
“Ada apa?” tanya Bimbim
“Apa yang dibisikkannya?” tanya Sopil
        Oh Gong Oh gong diam tanpa menjawab satupun pertanyaan dari mereka. Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah, saat di tengah perjalanan Ail menanyakan kepada Bimbim
“Apa yang terjadi?” tanya Ail pada Sopil dan Bimbim
“Tidak ada apa – apa” jawab Sopil
        Akhirnya mereka sampai di rumah Ail. Tidak berapa lama Oh Gong Oh Gong bilang kepada Soepil.
“Aku pergi” ucap Oh Gong Oh Gong
“Kau ingin kemana?” tanya Soepil
        Namun, tidak dijawab oleh Oh Gong Oh Gong, Ia menuju ke bukit untuk memikirkan simbol kepala singa dan perkataan dari perdana menteri. Oh Gong Oh Gong memejamkan matanya sambil mengingat ingat kejadian di masa lalu.tiba tiba Ia teringat dengan tangan si pembunuh yang mengenakan gelang ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan gelang itu dan Ia teringat dengan jubah perdana menteri yang dipakai saat mereka bertemu tadi ia mengingat bahwa di jubah tersebut ia melihat ada logo kepala singa di jubahnya. Ia beregas menuju rumah Ail untuk memberitahukan kepada Soepil Bimbim dan Ail.
“Hey kalian aku sudah menemukan pelakunya” uacp Oh Gong Oh Gong
“SIAPA?!” Ucap mereka bertiga
“Ayo ikut bersamaku” ajak Oh Gong Oh Gong
 Akhirnya mereka ikut bersama Oh Gong Oh Gong untuk menemui si pelaku.
“Pelakunya dalah perdana menteri dan orang yang membunuh orang tua kita adalah perdana menteri” ucap Oh Gong Oh Gong
“Mengapa kau menuduhku seperti itu” elak perdana menteri
“Karena kamu telah membunuh anakmu sendiri” ucap Oh Gong Oh Gong
“Apa buktinya hingga kau menuduhku seperti itu?” tanya perdana menteri
“Aku mempunyai saksi mata yaitu seorang pelayan dan yang membunuhnya si pengawal dan bukti sebuah gelang yang didapat di lokasi pembunuhan.” Ucap Oh Gong Oh Gong

Kemudian Oh Gong Oh Gong mengikat tangan perdana menteri dan membawanya ke penjara.

0 komentar:

Posting Komentar