Di sebuah desa terpencil, tinggal seorang guru bijak yang sudah tua dia bernama Gunawan. Guru tersebut mencari seseorang yang dapat menggantikannya untuk dapat meneruskan menjadi seorang guru agar bisa mengajari kebaikan bagi murid-muridnya. Ada 3 murid yang dipilih untuk menjadi calon penggantinya.
Ketika
sudah bel masuk guru bijak pun memasuki kelas yang berisi orang yang terbaik tersebut untuk memberikan
pertanyaan kepada sang murid tersebut. Seorang guru tersebut menyuruh murid
yang lain keluar terlebih dahulu kecuali ketiga murid yang terbaik yaitu desi,
rea dan lutfi tidak boleh keluar karena menurut guru bijak tersebut mereka
adalah yang terbaik. Setelah murid yang tidak di sebutkan keluar sang guru
memberikan pertanyaan, pertanyaan ialah “ Apakah makna kekayaan bagi manusia ”.
Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, sang guru memerintahkan kepada 3 murid nya untuk
pergi mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.
Setelah
2 bulan pergi mencari jawaban mulai dari perdesaan, perkampungan, sampai ke
perkotaan, ke 3 murid tersebut akhirnya kembali. Karena ini adalah saat nya
tiba bagi murid untuk menjawab pertanyaan sang guru tersebut.
Jam
istirahat pertama di bunyikan sang guru memerintahkan 3 murid tersebut untuk
memasuki ruang aula agar mereka bisa menjawab pertanyaan dengan tidak banyak
murid yang lainnya.
Setelah
itu sang guru mempersilahkan kepada muridnya satu persatu untuk memberikan
jawaban atas pertanyaan guru tersebut kepada mereka yang sudah diberikan.
Ternyata
murid yang bernama Rea ingin menjawab terlebih dahulu. Rea menjawab “Wahai
guruku tercinta, setelah lama muridmu ini mencari dan merantau ke penjuru desa,
kota dan perkampungan, menurutku jawaban dari makna kekayaan bagi manusia
adalah akar dari kejahatan. Dalam perjalanan, saya banyak menjumpai banyak
manusia yang rela melakukan berbagai hal untuk memperoleh kekayaan. Mereka
banyak melakukan kejahatan dengan kecurangan, melakukan tipu muslihat,
perampokan bahkan mereka tega melakukan pembunuhan untuk dapat memperoleh
kekayaan. Dan bahkan setelah mereka meraih kekayaan, banyak dari mereka
menggunakan kekayaan itu untuk berjudi, mabuk-mabukan serta berzina. Wahai
guruku terganteng, menurut kesimpulan dari pengamatan saya tidak ada kebaikan
sedikitpun dari kekayaan tersebut”.
Sang
Guru menjawab : “Ohhh …. Pengamatanmu sungguh sangat menarik sekali muridku.
Lalu bagaimana menurutmu apa yang seharusnya kita lakukan?”
Murid
pertama bernama Rea : “Menurut pendapatku, manusia harus menjauhkan diri dari
kekayaan karena kekayaan adalah sumber dari kejahatan. Agar diri kita dapat selalu
dekat dan juga ingat kepada Tuhan yang Maha Esa dan tinggalkan lah ikatan
keduniawian seperti kekayaan.
Sang
Guru tersenyum dan kemudian berkata : “Engkau sungguh memiliki kemulian wahai
muridku. Aku bangga padamu.”
Sang
Guru berkata : Murid Kedua kamu ! sekarang giliranmu, apa jawabanmu tentang
makna kekayaan bagi manusia?”
Jawaban
Murid kedua yang bernama Lutfi : “Saya mohon maaf Guru. Saya memiliki pendapat
berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Adnan tadi. Selama perjalananku
menelusuri perbatasan desa, kota dan perkampungan. Saya telah banyak berjumpa
dengan raja dan saudagar kaya mereka sungguh dermawan guru. Mereka menggunakan
kekayaan mereka untuk membangun tempat ibadah, menyantuni anak yatim, memberi
sedekah kepada yang kurang mampu, mereka pula memberikan kekayaan mereka untuk
orang yang kelaparan dan mereka menolong orang yang sedang kesusahan. Mereka
telah mencari kekayaan yang sangat banyak, kemudian kekayaan tersebut digunakan
untuk melakukan kebaikan kepada banyak orang. Jadi kesimpulan menurut saya,
bahwa kekayaan merupakan sumber kebaikan, karena dengan kekayaan mereka dapat
membuat manusia yang kesusahan menjadi tidak susah dan membawa kebaikan untuk
dapat memberikan dan membantu orang yang tidak mampu.
Sang
Guru : “Sungguh pengamatanmu itu luar biasa muridku. Lalu menurutmu apa yang
seharusnya dapat kita lakukan?”
Lutfi
sebagai murid kedua menjawab : “Menurutku mencari kekayaan itu penting untuk
manusia. Karena ketika kekayaan manusia didapati oleh kita, maka tentu manusia
bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan kekayaan tersebut dia dapat
melakukan hal – hal yang baik, ia dapat menyekolahkan anaknya agar memperoleh
ilmu yang tinggi dan pendidikan yang baik. Dia juga dapat beribadah dengan
tenang tanpa harus memikirkan kekurangan uang untuk makan dan kebutuhan
keluarganya. Ia juga dapat mempergunakan uang itu untuk menolong keluarga,
bersedekah dan juga membantu pembangunan masjid atau pondok pesantren. Oleh
karena itu manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harrus
berupaya dengan segenap kemampuan agar manusia bisa memperoleh kekayaan serta
terbebas dari kesusahan dan kemiskinan. Jadi begitu guru pendapat saya.
Sang
Guru pun tersenyum dan berbicara : “ Engkau merupakan samudera yang sangat
bijaksana wahai muridku. Aku sungguh bangga kepadamu !!”
Sang
Guru melirik murid yang ketiga yang bernama Desi : “Murid ketiga yang bernama
desi sekarang giliranmu !. Bagaimana menurutmu tentang makna kekayaan bagi
manusia ?”
Murid
ketiga menjawab : “Guru selama saya pergi merantau atau mencari jawaban ini
mulai dari teman terdekat keluarga terdekat sampai pelosok kampung dan desa
saya cari, di perjalanan saya menjumpai dengan banyak orang kaya yang sangat
baik hati, akan tetapi banyak juga orang yang kaya dan jahat pula. Saya juga
bertemu dengan orang miskin baik hati. Dan banyak juga orang miskin jahat. Saya
juga bertemu dengan orang kaya taat beribadah dan juga saling ingat pada Allah
Swt. Akan tetapi ada juga yang lupa dengan Allah. Seperti hal nya orang kaya
yang terlena dengan kekayaannya. Tetapi aku juga bertemu dengan orang miskin
tetapi mereka selalu ingat kepada Sang Maha Khalik Allah Swt. tetapi juga ada
yang miskin lupa sama Allah gara-gara sudah putus asa mereka miskin.
Guru
pun bertanya kembali : “Jadi apa makna dari kekayaan tersebut bagi Manusia
ini?”
Muridpun
menjawab : “Menurut pendapat saya, ternyata kekayaan hanyalah sekedar alat.
Karena pada dasarnya semua akan kembali kepada manusia itu sendiri. Manusia
yang memiliki tujuan hidup yang baik, tentu akan menggunakan kekayaan tersebut
sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan dengan kekayaan tersebut. Dan
sebaliknya, ketika manusia tidak memiliki tujuan yang tidak baik, maka kekayaan
akan digunakan untuk hal-hal yang memewahkan atau tidak baik. Demikian itu adalah
menurut saya, Guru !”
Sang
Guru bertanya kembali : “Lalu menurut desi apa yang seharusnya dilakukan ?”
Murid
ketigamenjawab : “Manusia haruslah mengetahui kemana ia akan menuju. Dengan
mengetahui kemana ia akan menuju. Maka apapun yang dimilikinya didunia akan di
pergunakan dengan baik, bukan untuk mencari kemewahan dunia saja.
Sang
Guru : “ Lalu hendak kemanakah manusia itu menuju?”.
Murid
ketiga menjawab : “Manusia merupakan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu
seharusnya kesanalah semua manusia menuju, bukan malah menjauh dari Allah Swt.
Jika manusia sudah menyadari tujuannya, maka kekayaan yang dimiliki dapat di
kendarai untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Namun
sebaliknya jikalau manusia belum menyadari kemana mereka menuju, maka itu yang membuat
manusia yang akan menjauh dari Allah Swt.
Sang
Guru sangat tersenyum kemudia berbicara : “Wahai muridku, sungguh engkau
merupakan sumber kebijaksanaan, pelangi di kelas ini dan juga samudera
pengetahuan. Sekarang engkau adalah Guru baru di perguruan ini.”
Setelah
kejadian itu akhirnya desilah yang berhasil menggantikan posisi gurunya.
Seiring berjalannya waktu silih berganti siang dan malam berbagai macam
problematika yang telah dilewati berhasil diselesaikan dengan nya, karena
beliau dikenal sebagai sosok seorang yang amat sangat bijaksana dalam mengambil
keputusan juga dalam menyelesaikan masalahnya.
Setelah
guru yang memilih desi sebagai penggantinya itu pensiun, sekarang desilah yang
menggantikan guru tersebut. Bertepatan dengan desi itu menjadi guru atas di
pilihnya beliau saudara desi pun sekolah disana.
Setelah
siang malam berganti, ternyata kepala sekolah di sana menentukan desi menjadi
walikelas dan guru di kelas yang ada saudara nya sendiri, dari situ desi
membuat peraturan untuk anak murid nya.
Desi
membuat peraturan itu agar muridnya selalu mematuhi peraturannya tersebut.
Beriringnya jalan waktu saudara dari desi yang perempuan itu bernama aulia
sedang kekantin dan dia membawa plastik ke dalam kelas dan diketahui oleh adnan
sebagai ketua kelas nya sendiri, ternyata adnan memberi tahu kepada bu desi
sebagai guru atau walikelas nya tersebut.
Di
saat jam pelajaran bu desi, aulia hati nya sangat deg degan karena takut di
marahi oleh bu desi, karena dia sudah melanggar aturan bu desi tersebut. Ketika
bel pelajaran bu desi selesai hati aulia sangat bahagia karena tidak di panggil
oleh bu desi. Tetapi pas bu desi ingin keluar dari pintu kelas bu desi berbicara
kepada ketua kelas. “Adnan sehabis bel pulang kamu bersama aulia ke kantor
terlebih dahulu yah adnan?”. Adnan menjawab “Siap bu insya Allah saya dan aulia akan ke kantor”.
Setelah
bu desi keluar dari kelas adnan berkata kepada aulia “Aulia setelah bel pulang
berbunyi di mohon jangan pulang dulu, nanti kamu sama aku ke kantor dulu ada urusan
bersama bu desi”. Di dalam hati aulia mulai deg degan lagi karena pasti ada
yang tidak beres nih dengan pemanggilan ku sama bu desi ini. “Ia insyaallah
adnan”.
Menit
berganti jam dimana tiba saatnya bel pulang telah di bunyikan, segera adnan
memberitahu kepada aulia agar tidak langsung pulang dikarenakan ada keperluan
bersama walikelasnya.
Setiba
di kantor adnan dan aulia masuk ke ruangan bu desi di situ aulia merasa makin
deg degan karena takut di berikan sanksi yang berat bagi diri nya. Tetapi ternyata
bu desi hanya memberikan peringatan pertama dan terakhir untuk aulia jikalau
dia melanggar aturan lagi tidak akan segan segan akan di sanksi sesuai
peraturan yang dia langgar tersebut.
Pada
akhirnya sidang aulia hanyalah sebuah peringatan khusus untuk aulia karena
sudah berani melanggar aturannya tersebut. Waktu berjalan dengan manis tidak
ada hambatan sama sekali sampai selesai semester awal.
Sebulan
setelah semester awal selesai ternyata aulia melakukan pelanggaran kembali dan
diketahui oleh adnan sebagai ketua kelas nya tersebut. Adnan lalu mendekati
aulia dan berkata “Aulia kenapa kamu kemaren berdua-dua an di lantai tiga
sambil bermesraan begitu?” lalu Aulia menjawab “Emang kenapa masalah buat lo?”
Adnan kembali menjawab “Masalah lah itukan peraturan kelas jikalau ada siswa
yang melanggar aturan bu desi sebagai walikelas maka harus langsung di laporkan
kepada bu desi”. Aulia kembali menjawab “aduhh … please deh jangan suka bilang
– bilang sama walikelas deh, ini kan masalah gua sendiri kenapa harus di
laporkan kepada bu desi ?”. Adnan semakin tegas “ Tidak!! ini sudah kewajiban
saya menjadi ketua kelas jikalau murid didik nya bu desi melanggar aturan maka
harus wajib dilaporkan segera !!!”. Aulia hati nya semakin bercampur aduk
karena menyesal sudah melanggar aturan bu desi tersebut.
Keesokan
harinya pada jam istirahat pertama adnan
sebagai ketua meluncur ke kantor untuk melaporkan kejadian atau kasus aulia
tersebut. Setelah tiba ternyata di kantor tersebut tidak ada bu desi, dengan
inisiatif adnan, dia pun bertanya kepada bu pipit. “Bu apakah ibu melihat bu
desi walikelas saya itu?”. Bu pipit menjawab “Ohh… bu desi toh, dia kemaren
bilang mau izin karena ada urusan khusus keluarga nya mungkin besok beliau bisa
masuk kembali ko adnan”. Adnan pun menjawab “ohiyah kalau begitu makasih yah bu
pipit”
Keesokan
nya adnan melaporkan kembali kejadian aulia kepada bu desi yang alhamdulillah
hari itu masuk. Adnan pun menemui ibu desi di kantor dan berbicara “ Ibu 2hari
kemaren aulia bermesra-mesraan di lantai 3 bersama seorang laki-laki”. Seketika
ibu desi wajah nya berubah menjadi lebih kesal karena mendengar anak murid nya
seperti itu dan berkata “Panggil aulia nya sekarang !!!dan suruh menjelaskan
secara detail kenapa dia berani bermesra-mesraan seperti itu di lantai 3 !”
Setelah
itu adnan pergi ke kelas untuk memanggil aulia, adnan berkata kepada aulia
“Aulia sekarang di suruh ke kantor sama bu desi”. Aulia seketika mulai panic
karena tau dia sudah melanggar aturan bu desi. Sesampai dikantor aulia duduk di
depan bu desi, sedangkan bu desi wajahnya seperti kesal mendengar kelakuan yang
sudah di perbuat.
Bu
desi berbicara dengan nada tinggi “ Aulia ! kamu kenapa melakukan pelanggaran
lagi apakah kamu siap di beri sanksi oleh ibu karena sudah melakukan pelanggaran
tersebut?”. Aulia dengan wajah menunduk kebawah karena takut akan di keluarkan
dari sekolah tersebut, karena sanksi nya jikalau melanggar aturan begitu resiko
akan dikeluarkan dari sekolah. Aulia menjawab “ Maaf bu aulia khilaf, aulia
tidak akan mengulangi lagi ko janji”. Ibu desi ternyata belum percaya dengan
ucapan aulia tersebut karena dia sudah melanggar aturan untuk ke-2 kalinya.
Ibu
desi berkata “Kamu aulia akan ibu berikan sanksi walaupun kamu saudara ibu
tetapi jikalau kamu melanggar aturan dan tidak taat pada aturan maka akibatnya
kamu akan ibu berikan sanksi, jadi sanksi atas yang kamu langgar kali ini ialah
kamu dikeluarkan oleh ibu karena sudah kelewatan batas !”.
Aulia
mendengar seperti itu menangis karena menyesal telah melakukan hal yang negatif
dan akibatnya seperti ini. Jadi apa yang ibu desi lakukan sebagai guru walaupun
itu yang melanggar aturan nya saudara sendiri maka akibatnya begitu.








0 komentar:
Posting Komentar