Jumat, 19 Juni 2020

Guru yang Bijaksana


Pada suatu hari ada seorang guru yang bijak, guru tersebut memiliki 3 murid terbaik, dia memberikan pertanyaan kepada muridnya. Pertanyaan tersebut merupakan sebuah pertanyaan yang amat penting dan berguna bagi ketiga murid tersebut, karena jawaban dari pertanyaan tersebut menentukan siapa yang kelak akan menjadi atau menggantikan sang guru tersebut.

        Di sebuah desa terpencil, tinggal seorang guru bijak yang sudah tua dia bernama Gunawan. Guru tersebut mencari seseorang yang dapat menggantikannya untuk dapat meneruskan menjadi seorang guru agar bisa mengajari kebaikan bagi murid-muridnya. Ada 3 murid yang dipilih untuk menjadi calon penggantinya.

        Ketika sudah bel masuk guru bijak pun memasuki kelas yang berisi  orang yang terbaik tersebut untuk memberikan pertanyaan kepada sang murid tersebut. Seorang guru tersebut menyuruh murid yang lain keluar terlebih dahulu kecuali ketiga murid yang terbaik yaitu desi, rea dan lutfi tidak boleh keluar karena menurut guru bijak tersebut mereka adalah yang terbaik. Setelah murid yang tidak di sebutkan keluar sang guru memberikan pertanyaan, pertanyaan ialah “ Apakah makna kekayaan bagi manusia ”.

        Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sang guru memerintahkan kepada 3 murid nya untuk pergi mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.

        Setelah 2 bulan pergi mencari jawaban mulai dari perdesaan, perkampungan, sampai ke perkotaan, ke 3 murid tersebut akhirnya kembali. Karena ini adalah saat nya tiba bagi murid untuk menjawab pertanyaan sang guru tersebut.

        Jam istirahat pertama di bunyikan sang guru memerintahkan 3 murid tersebut untuk memasuki ruang aula agar mereka bisa menjawab pertanyaan dengan tidak banyak murid yang lainnya.

        Setelah itu sang guru mempersilahkan kepada muridnya satu persatu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan guru tersebut kepada mereka yang sudah diberikan.

        Ternyata murid yang bernama Rea ingin menjawab terlebih dahulu. Rea menjawab “Wahai guruku tercinta, setelah lama muridmu ini mencari dan merantau ke penjuru desa, kota dan perkampungan, menurutku jawaban dari makna kekayaan bagi manusia adalah akar dari kejahatan. Dalam perjalanan, saya banyak menjumpai banyak manusia yang rela melakukan berbagai hal untuk memperoleh kekayaan. Mereka banyak melakukan kejahatan dengan kecurangan, melakukan tipu muslihat, perampokan bahkan mereka tega melakukan pembunuhan untuk dapat memperoleh kekayaan. Dan bahkan setelah mereka meraih kekayaan, banyak dari mereka menggunakan kekayaan itu untuk berjudi, mabuk-mabukan serta berzina. Wahai guruku terganteng, menurut kesimpulan dari pengamatan saya tidak ada kebaikan sedikitpun dari kekayaan tersebut”.

        Sang Guru menjawab : “Ohhh …. Pengamatanmu sungguh sangat menarik sekali muridku. Lalu bagaimana menurutmu apa yang seharusnya kita lakukan?”

        Murid pertama bernama Rea : “Menurut pendapatku, manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan karena kekayaan adalah sumber dari kejahatan. Agar diri kita dapat selalu dekat dan juga ingat kepada Tuhan yang Maha Esa dan tinggalkan lah ikatan keduniawian seperti kekayaan.

        Sang Guru tersenyum dan kemudian berkata : “Engkau sungguh memiliki kemulian wahai muridku. Aku bangga padamu.”

        Sang Guru berkata : Murid Kedua kamu ! sekarang giliranmu, apa jawabanmu tentang makna kekayaan bagi manusia?”

        Jawaban Murid kedua yang bernama Lutfi : “Saya mohon maaf Guru. Saya memiliki pendapat berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Adnan tadi. Selama perjalananku menelusuri perbatasan desa, kota dan perkampungan. Saya telah banyak berjumpa dengan raja dan saudagar kaya mereka sungguh dermawan guru. Mereka menggunakan kekayaan mereka untuk membangun tempat ibadah, menyantuni anak yatim, memberi sedekah kepada yang kurang mampu, mereka pula memberikan kekayaan mereka untuk orang yang kelaparan dan mereka menolong orang yang sedang kesusahan. Mereka telah mencari kekayaan yang sangat banyak, kemudian kekayaan tersebut digunakan untuk melakukan kebaikan kepada banyak orang. Jadi kesimpulan menurut saya, bahwa kekayaan merupakan sumber kebaikan, karena dengan kekayaan mereka dapat membuat manusia yang kesusahan menjadi tidak susah dan membawa kebaikan untuk dapat memberikan dan membantu orang yang tidak mampu.

        Sang Guru : “Sungguh pengamatanmu itu luar biasa muridku. Lalu menurutmu apa yang seharusnya dapat kita lakukan?”

        Lutfi sebagai murid kedua menjawab : “Menurutku mencari kekayaan itu penting untuk manusia. Karena ketika kekayaan manusia didapati oleh kita, maka tentu manusia bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan kekayaan tersebut dia dapat melakukan hal – hal yang baik, ia dapat menyekolahkan anaknya agar memperoleh ilmu yang tinggi dan pendidikan yang baik. Dia juga dapat beribadah dengan tenang tanpa harus memikirkan kekurangan uang untuk makan dan kebutuhan keluarganya. Ia juga dapat mempergunakan uang itu untuk menolong keluarga, bersedekah dan juga membantu pembangunan masjid atau pondok pesantren. Oleh karena itu manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harrus berupaya dengan segenap kemampuan agar manusia bisa memperoleh kekayaan serta terbebas dari kesusahan dan kemiskinan. Jadi begitu guru pendapat saya.

        Sang Guru pun tersenyum dan berbicara : “ Engkau merupakan samudera yang sangat bijaksana wahai muridku. Aku sungguh bangga kepadamu !!”

        Sang Guru melirik murid yang ketiga yang bernama Desi : “Murid ketiga yang bernama desi sekarang giliranmu !. Bagaimana menurutmu tentang makna kekayaan bagi manusia ?”

        Murid ketiga menjawab : “Guru selama saya pergi merantau atau mencari jawaban ini mulai dari teman terdekat keluarga terdekat sampai pelosok kampung dan desa saya cari, di perjalanan saya menjumpai dengan banyak orang kaya yang sangat baik hati, akan tetapi banyak juga orang yang kaya dan jahat pula. Saya juga bertemu dengan orang miskin baik hati. Dan banyak juga orang miskin jahat. Saya juga bertemu dengan orang kaya taat beribadah dan juga saling ingat pada Allah Swt. Akan tetapi ada juga yang lupa dengan Allah. Seperti hal nya orang kaya yang terlena dengan kekayaannya. Tetapi aku juga bertemu dengan orang miskin tetapi mereka selalu ingat kepada Sang Maha Khalik Allah Swt. tetapi juga ada yang miskin lupa sama Allah gara-gara sudah putus asa mereka miskin.

        Guru pun bertanya kembali : “Jadi apa makna dari kekayaan tersebut bagi Manusia ini?”

        Muridpun menjawab : “Menurut pendapat saya, ternyata kekayaan hanyalah sekedar alat. Karena pada dasarnya semua akan kembali kepada manusia itu sendiri. Manusia yang memiliki tujuan hidup yang baik, tentu akan menggunakan kekayaan tersebut sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan dengan kekayaan tersebut. Dan sebaliknya, ketika manusia tidak memiliki tujuan yang tidak baik, maka kekayaan akan digunakan untuk hal-hal yang memewahkan atau tidak baik. Demikian itu adalah menurut saya, Guru !”

        Sang Guru bertanya kembali : “Lalu menurut desi apa yang seharusnya dilakukan ?”

        Murid ketigamenjawab : “Manusia haruslah mengetahui kemana ia akan menuju. Dengan mengetahui kemana ia akan menuju. Maka apapun yang dimilikinya didunia akan di pergunakan dengan baik, bukan untuk mencari kemewahan dunia saja.

        Sang Guru : “ Lalu hendak kemanakah manusia itu menuju?”.

        Murid ketiga menjawab : “Manusia merupakan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu seharusnya kesanalah semua manusia menuju, bukan malah menjauh dari Allah Swt. Jika manusia sudah menyadari tujuannya, maka kekayaan yang dimiliki dapat di kendarai untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

        Namun sebaliknya jikalau manusia belum menyadari kemana mereka menuju, maka itu yang membuat manusia yang akan menjauh dari Allah Swt.

        Sang Guru sangat tersenyum kemudia berbicara : “Wahai muridku, sungguh engkau merupakan sumber kebijaksanaan, pelangi di kelas ini dan juga samudera pengetahuan. Sekarang engkau adalah Guru baru di perguruan ini.”

        Setelah kejadian itu akhirnya desilah yang berhasil menggantikan posisi gurunya. Seiring berjalannya waktu silih berganti siang dan malam berbagai macam problematika yang telah dilewati berhasil diselesaikan dengan nya, karena beliau dikenal sebagai sosok seorang yang amat sangat bijaksana dalam mengambil keputusan juga dalam menyelesaikan masalahnya.

        Setelah guru yang memilih desi sebagai penggantinya itu pensiun, sekarang desilah yang menggantikan guru tersebut. Bertepatan dengan desi itu menjadi guru atas di pilihnya beliau saudara desi pun sekolah disana.

        Setelah siang malam berganti, ternyata kepala sekolah di sana menentukan desi menjadi walikelas dan guru di kelas yang ada saudara nya sendiri, dari situ desi membuat peraturan untuk anak murid nya.

        Desi membuat peraturan itu agar muridnya selalu mematuhi peraturannya tersebut. Beriringnya jalan waktu saudara dari desi yang perempuan itu bernama aulia sedang kekantin dan dia membawa plastik ke dalam kelas dan diketahui oleh adnan sebagai ketua kelas nya sendiri, ternyata adnan memberi tahu kepada bu desi sebagai guru atau walikelas nya tersebut.

        Di saat jam pelajaran bu desi, aulia hati nya sangat deg degan karena takut di marahi oleh bu desi, karena dia sudah melanggar aturan bu desi tersebut. Ketika bel pelajaran bu desi selesai hati aulia sangat bahagia karena tidak di panggil oleh bu desi. Tetapi pas bu desi ingin keluar dari pintu kelas bu desi berbicara kepada ketua kelas. “Adnan sehabis bel pulang kamu bersama aulia ke kantor terlebih dahulu yah adnan?”. Adnan menjawab “Siap bu insya Allah saya dan aulia akan ke kantor”.

        Setelah bu desi keluar dari kelas adnan berkata kepada aulia “Aulia setelah bel pulang berbunyi di mohon jangan pulang dulu, nanti kamu sama aku ke kantor dulu ada urusan bersama bu desi”. Di dalam hati aulia mulai deg degan lagi karena pasti ada yang tidak beres nih dengan pemanggilan ku sama bu desi ini. “Ia insyaallah adnan”.

        Menit berganti jam dimana tiba saatnya bel pulang telah di bunyikan, segera adnan memberitahu kepada aulia agar tidak langsung pulang dikarenakan ada keperluan bersama walikelasnya.

        Setiba di kantor adnan dan aulia masuk ke ruangan bu desi di situ aulia merasa makin deg degan karena takut di berikan sanksi yang berat bagi diri nya. Tetapi ternyata bu desi hanya memberikan peringatan pertama dan terakhir untuk aulia jikalau dia melanggar aturan lagi tidak akan segan segan akan di sanksi sesuai peraturan yang dia langgar tersebut.

        Pada akhirnya sidang aulia hanyalah sebuah peringatan khusus untuk aulia karena sudah berani melanggar aturannya tersebut. Waktu berjalan dengan manis tidak ada hambatan sama sekali sampai selesai semester awal.

        Sebulan setelah semester awal selesai ternyata aulia melakukan pelanggaran kembali dan diketahui oleh adnan sebagai ketua kelas nya tersebut. Adnan lalu mendekati aulia dan berkata “Aulia kenapa kamu kemaren berdua-dua an di lantai tiga sambil bermesraan begitu?” lalu Aulia menjawab “Emang kenapa masalah buat lo?” Adnan kembali menjawab “Masalah lah itukan peraturan kelas jikalau ada siswa yang melanggar aturan bu desi sebagai walikelas maka harus langsung di laporkan kepada bu desi”. Aulia kembali menjawab “aduhh … please deh jangan suka bilang – bilang sama walikelas deh, ini kan masalah gua sendiri kenapa harus di laporkan kepada bu desi ?”. Adnan semakin tegas “ Tidak!! ini sudah kewajiban saya menjadi ketua kelas jikalau murid didik nya bu desi melanggar aturan maka harus wajib dilaporkan segera !!!”. Aulia hati nya semakin bercampur aduk karena menyesal sudah melanggar aturan bu desi tersebut.

        Keesokan harinya pada jam istirahat  pertama adnan sebagai ketua meluncur ke kantor untuk melaporkan kejadian atau kasus aulia tersebut. Setelah tiba ternyata di kantor tersebut tidak ada bu desi, dengan inisiatif adnan, dia pun bertanya kepada bu pipit. “Bu apakah ibu melihat bu desi walikelas saya itu?”. Bu pipit menjawab “Ohh… bu desi toh, dia kemaren bilang mau izin karena ada urusan khusus keluarga nya mungkin besok beliau bisa masuk kembali ko adnan”. Adnan pun menjawab “ohiyah kalau begitu makasih yah bu pipit”

        Keesokan nya adnan melaporkan kembali kejadian aulia kepada bu desi yang alhamdulillah hari itu masuk. Adnan pun menemui ibu desi di kantor dan berbicara “ Ibu 2hari kemaren aulia bermesra-mesraan di lantai 3 bersama seorang laki-laki”. Seketika ibu desi wajah nya berubah menjadi lebih kesal karena mendengar anak murid nya seperti itu dan berkata “Panggil aulia nya sekarang !!!dan suruh menjelaskan secara detail kenapa dia berani bermesra-mesraan seperti itu di lantai 3 !”

        Setelah itu adnan pergi ke kelas untuk memanggil aulia, adnan berkata kepada aulia “Aulia sekarang di suruh ke kantor sama bu desi”. Aulia seketika mulai panic karena tau dia sudah melanggar aturan bu desi. Sesampai dikantor aulia duduk di depan bu desi, sedangkan bu desi wajahnya seperti kesal mendengar kelakuan yang sudah di perbuat.

        Bu desi berbicara dengan nada tinggi “ Aulia ! kamu kenapa melakukan pelanggaran lagi apakah kamu siap di beri sanksi oleh ibu karena sudah melakukan pelanggaran tersebut?”. Aulia dengan wajah menunduk kebawah karena takut akan di keluarkan dari sekolah tersebut, karena sanksi nya jikalau melanggar aturan begitu resiko akan dikeluarkan dari sekolah. Aulia menjawab “ Maaf bu aulia khilaf, aulia tidak akan mengulangi lagi ko janji”. Ibu desi ternyata belum percaya dengan ucapan aulia tersebut karena dia sudah melanggar aturan untuk ke-2 kalinya.

        Ibu desi berkata “Kamu aulia akan ibu berikan sanksi walaupun kamu saudara ibu tetapi jikalau kamu melanggar aturan dan tidak taat pada aturan maka akibatnya kamu akan ibu berikan sanksi, jadi sanksi atas yang kamu langgar kali ini ialah kamu dikeluarkan oleh ibu karena sudah kelewatan batas !”.

        Aulia mendengar seperti itu menangis karena menyesal telah melakukan hal yang negatif dan akibatnya seperti ini. Jadi apa yang ibu desi lakukan sebagai guru walaupun itu yang melanggar aturan nya saudara sendiri maka akibatnya begitu.

Jadi dari kisah ini dapat disimpulkan bahwasannya guru yang bijaksana itu guru yang bisa menerima pendapat orang lain dan bisa memberikan sanksi kepada murid nya walaupun itu saudara sendiri, karena jikalau saudaranya itu bersalah dan sudah keterlaluan maka harus diberikan sanksi sesuai peraturan yang dia lakukan tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar