“ selamat pagi Raja, ini teh anda”.Pelayan menaruh the diatas meja.
“ terimakasih”
Dan tidak lama kemudian raja memanggil
pelayan.
“ pelayan......pelayan.....”
“ ada apa tuan?”
“ Tolong buatkan teh satu lagi tanpa gula !”pinta sang raja.
“ baik tuan” kata si pelayan.
Dan pelayan pun pergi lagi ke dapur
untuk membuat teh yang di minta oleh Raja Rizal tersebut. Karena terburu-buru, pelayan tidak sengaja menumpahkan teh
tersebut karena tersandung dan teh tersebut jatuh ke jubah
sang raja dan Raja Rizal sangat marah.
“ maafkan saya tuan” kata si pelayan memelas.
“kamu ini gimana sih bawa teh aja gak bener, jubah saya jadi basah ini. Kamu tidak tahu apa
bagaimana!!! jubah saya ini sangat mahal, gaji kamu saja belum tentu bisa
membelikannya yang baru!!!” ucap sang raja dengan sangat kesal.
“ tolong maafkan saya tuan saya tidak
sengaja menumpahkan tehnya ke
jubah anda.” Kata si pelayan menunduk.
“ baiklah, saya maafkan kamu dengan syarat gaji kamu selama dua
bulan ini saya potong.” Ucap sang raja
“ jangan tuan anak saya sedang sakit parah di rumah dan
Membutuhkan banyak uang untuk pengobatan.” Kata si pelayan
“ bukan urusan saya, saya
tidak peduli!!! “ ucap sang raja
Dan raja pun langsung meninggalkan
pelayan tersebut yang sedang menangis memikirkan nasib anaknya yang membutuhkan
uang untuk pengobatan. Dan raja pun pergi ke teras untuk menemui putrinya yang
sedang bermain ditemani oleh pengasuhnya.
“ sedang bermain apa nak?” ucap
sang raja
“ aku sedang bermain boneka
ayah “ ucap sang putri
Raja pun menghampiri pengasuhnya dan
berkata.
“ kamu tolong jaga anak saya dengan baik, jangan sampai dia
Terluka. jikalau dia sampai terluka ataupun menangis, tidak segan segan
aku menghukummu. “ ucap sang raja.
“ baik raja, saya tidak akan mengecewakan anda.“
kata sipengasuh.
Dan putri sang raja bermain
dengan ceria bersama pengasuhnya.
Dan keesokan harinya putri raja ingin
bermain ke hutan untuk melihat kupu-kupu yang indah. Tetapi,
sang pengasuh menolaknya karena takut terjadi apa-apa dengan sang putri raja. Karena, di dalam hutan banyak binatang
buas akan tetapi putri raja malah menangis agar di bolehkan bermain ke hutan
karena sang pengasuh takut sekali kalau sang raja tau putrinya menangis dan
mengadu yang tidak-tidak kepada raja. Akhirnya, sang pengasuhpun mengikuti keinginan putri raja untuk bermain ke hutan.
Sesampainya sang putri dihutan. Dia
sangat bahagia melihat kupu-kupu dan sang pengasuh pun terus mengikuti sang
putri kemanapun dia pergi. akan tetapi, sang pengasuh ingin buang air kecil dan
memperingatkan putri agar tidak kemana-mana sebelum sang pengasuh datang
kembali. Dan sang pengasuh meninggalkan sang putri untuk buang air kecil yang
tidak terlalu jauh dari tempat sang putri melihat kupu-kupu, sang putri melihat
kupu-kupu yang sangat indah sekali berwarna biru dan sang putri mengikuti
kupu-kupu tersebut sampai masuk ke area terlarang yang banyak binatang buas di
dalamnya, dan tidak lama kemudian sang pengasuh pun kembali ke tempat semula
akan tetapi sang putri sudah tidak ada disana dan sang pengasuh pun sangat
gelisah sekali ia takut kalau sang putri
hilang di hutan tersebut dan akhirnya sang pengasuh mencoba untuk mencari sang
putri yang ada di hutan tersebut, sudah sekitar 2 jam pengasuh mengelilingi
hutan tersebut akan tetapi ia tidak menemukan sang putri dan akhirnya ia pulang
ke kerajaan dan berbicara bahwa putri raja hilang. Rajapun sangat marah dan
menyuruh ajudan untuk menghukum mati pengasuh.
“ raja....” kata si pengasuh
“ ada apa??!! “ ucap sang raja
“ rrrararararaaja...” kata si pengasuh
“ ada apa? Cepat katakan!” ucap
sang raja kebingungan.
“ putri anda hilang raja...”
kata si pengasuh dengan ketaakutan
“ APAA....??!!!! jangan main-main kamu!!” ucap sang raja
“putri
anda hilang dihutan rajaa..saya sudah mencarinya tapi tidak ketemu juga...”
kata si pengasuh
“ pengawal..... pengawal...”
ucap sang raja
“ iya raja, ada apa??” kata si
pengawal
“bunuh wanita ini sekarang juga
!” ucap sang raja dengan lantang
“ampun
tuan raja... jangan bunuh saya tuan, saya mohon” kata si pengasuh memelas
“tidak
ada ampun ampun! ... pengawal cepat bunuh dia sekarang juga!!!!!” ucap sang
raja
“baik raja.” Kata si pengawal
Pengawalpun langsung membunuh pengasuh
dengan pedang tajamnya tanpa segan setelah diperintah raja. pengasuh itu pun
langsung tewas di tempat dengan berlumuran darah dan pengasuh tersebut diseret menuju tanah
yang sudah di gali untuk menguburkannya.
Sudah satu bulan berlalu dan sang putri
tidak kunjung di temukan juga. Dan akhirnya, sang raja pun merelakan anaknya
hilang yang tiada kabar sampai sekarang.
Dan pada keesokan harinya, ada seorang
penasehat yang datang dari luar kerajaan
datang ke kerajaan memberitahukan bahwa sang raja adalah seorang tuhan
dan sang raja pun seketika langsung terkejut mendengar perkataan si penasehat tersebut
dan penasehat itu pun memberitahukan bahwa sang raja untuk membagikan sebagian
hartanya ke warga-warga sekitar kerajaan yang dipimpinnya tersebut.
Dan setelah penasehat pergi dari
kerajaan tersebut sang rajapun langsung memerintahkan kepada pengawal-pengawalnya
untuk membagikan bahan-bahan pokok makanan kepada warga yang tinggal dibeberapa
wilayah kerajaannya. Dan tak lama kemudian para warga berdatangan kekerajaan
teratai dan mereka di kumpulkan di halaman kerajaan dan sang raja pun datang
menghampiri para warga lalu berkata:
“wahai wargaku kalian ku kumpulkan di sini untuk ku beritahukan satu
berita yang sangat penting. Aku adalah tuhanmu sekarang, jadi kalian harus
patuh kepadaku dan dengan kalian patuh kepadaku hidup kalian akan terjamin dan
jauh dari kemiskinan, kalian mengerti ?” ucap sang raja
“mengerti
raja…” ucap para warga
Para warga dan pengikutnya mengikuti
peraturan sang raja menjadi tuhan dengan terpaksa dikarenakan mereka tidak
mempunyai bahan makanan dan kehidupan yang terjamin.
Dengan kesombongannya Raja pun sangat
bahagia mengetahui bahwa seluruh rakyatnya mempercayai apa yang ia katakan dan mereka sangat
antusias mendapatkan bahan-bahan pokok makanan dari Raja Rizal. Akhirnya
pembagian bahan pokok makanan pun selesai dan warga pun pulang ke rumah dengan
membawa bahan makanan untuk keluarga mereka masing-masing.
Dan tak lama kemudian terjadilah
percakapan antara raja dengan istrinya di ruang tamu.
“wahai
suamiku, acara tadi berjalan dengan lancar?” tanya sang ratu
“
iya, acaranya berjalan dengan lancar” ucap sang raja
Dan tak terasa hari sudah berganti
malam waktunya untuk keluarga kerajaan beristirahat. dan pada pagi harinya sang
raja membuat peraturan untuk para warga
atau pengikutnya untuk selalu mematuhi peraturan yang telah di buat oleh sang
raja karena raja rizal telah menjadi tuhan.
Dan
pada suatu hari yang cerah sang raja kembali mengumpulkan warga di halaman
kerajaan untuk memberitahukan sesuatu yaitu ada peraturan baru yang dimana para
warga atau pengikutnya harus mengikutinya. Bagi yang melanggar peraturan
tersebut ada hukuman yang berat, peraturannya yaitu para warga di wajibkan
untuk membunuh jika dari mereka mempunyai anak laki-laki yang baru lahir atau
masih bayi karena Raja Rizal khawatir jika ada seorang dari anak laki-laki
tersebut ada yang bisa menandingi atau melawan kehendak sang raja. Karena tidak
ada pilihan lain bagi warga, dengan
sangat berat hati, warga pun meng iya kan
peraturan tersebut dari sang raja.
Dan sang raja pun membubarkan warga dan
pengikutnya sehabis memberikan pengumuman tersebut. Dan pada sore harinya
terjadilah percakapan antara sang raja dan ratu.
" wahai suamiku, apakah peraturan
yang barusan kau berikan kepada warga apakah tidak terlalu berat untuk
mereka?" Ucap sang ratu
" aku tidak peduli akan hal itu
istriku, yang aku hanya takutkan jika suatu saat nanti ada yang menentangku dan
berani mengambil kekuasaanku" ucap sang raja
" baiklah jika itu keputusanmu
wahai suamiku" ucap sang ratu
Dan pada malam harinya sang raja pun
bermimpi akan ada bencana besar yang akan menimpa kerjaan teratai tersebut,
sang raja terlalu memikirkan mimpinya tersebut. Dan tak terasa pagi telah
datang suasananya sangat cerah di kerajaan teratai tapi ada sesuatu yang kurang
di kerajaan tersebut.
‘’kemana perginya para pengawal
kerajaan.’’ucap sang raja kebingungan.
"
istriku......istriku......kemarilah " ucap sang raja
" iya, ada apa suamiku apa ada hal
yang penting?" Ucap sang ratu
" wahai istriku, kemana perginya
para pengawal-pengawal kerajaan?" Ucap sang raja
" akupun tidak tau suamiku, kemana
perginya mereka" ucap sang ratu
Dan sang raja pun memanggil para warga
untuk mencari para pengawal-pengawal kerajaan yang hilang. Tak terasa hari
sudah berganti menjadi sore namun para warga tidak menemukan pengawal-pengawal
yang hilang tersebut. Sang raja tidak terlalu memikirkan kemana hilangnya para
pengawal-pengawal tersebut yang ia pikirkan hanya bagaimana hartanya akan terus
bertambah.
Sudah dua hari ini keadaan sang raja sering sakit. Mulai dari sering pingsan
dikala siang hari, batuk berdarah setelah makan malam dan sering merasakan
sakit dada.
Keesokan harinya, ketika raja dan ratu
sedang makan siang, tiba-tiba saja sang ratu jatuh dari kursi tempatnya duduk
menikmati makan siang. Dan raja pun langsung menghampiri ratu, dan melihat
ratu yang tidak sadarkan diri lagi.
Lalu sang raja pun memanggil pembantu
yang ada didapur karena pengawal kerajaan hilang tiada kabar sampai
sekarang untuk memanggil tabib.
Setelah tabib memeriksa apa yang
terjadi pada sang ratu . Dia pun langsung memberitahukan bahwa sang ratu telah
tiada. Raja Rizalpun sangat terbebani akan hal ini.








0 komentar:
Posting Komentar