Jumat, 19 Juni 2020

Raja Yang Mengaku Dirinya Sebagai Tuhan


Dikisahkan pada pertengahan abad, berdirilah kerajaan teratai yang dipimpin oleh Raja Rizal di daerah kepulauan jawa. Raja Rizal ini mempunyai istri yang sangat cantik serta di anugerahi satu orang anak perempuan. Kerajaan teratai ini baru berdiri dua tahun yang lalu dan selama dua tahun itu kerajaan ini sangat tidak di senangi oleh penduduk sekitar pedesaan, kerajaan ini memiliki harta yang berlimpah dan sangat kayaraya di pedesaan tersebut. Sehingga, penduduk pedesaan yang membutuhkan bantuan material pada berdatangan ke kerajaan teratai tersebut. Akan tetapi, Raja Rizal yang sangat pelit dan angkuh  kepada para penduduk yang membutuhkan bantuan sehingga Raja Rizal pun banyak tidak di senangi oleh penduduk sekitar pedesaan tersebut. Pada suatu hari terjadilah percakapan di dalam kerajaan tersebut. Pelayan memasuki ruangan raja.

      “ selamat pagi Raja, ini teh anda”.Pelayan menaruh the diatas meja.

       “ terimakasih”

Dan tidak lama kemudian raja memanggil pelayan.

       “ pelayan......pelayan.....”

       “ ada apa tuan?”

       “ Tolong buatkan teh satu lagi tanpa gula !”pinta sang raja.

       “ baik tuan” kata si pelayan.

Dan pelayan pun pergi lagi ke dapur untuk membuat teh yang di minta oleh Raja Rizal tersebut. Karena terburu-buru, pelayan tidak sengaja menumpahkan teh tersebut karena tersandung dan teh tersebut jatuh ke  jubah  sang raja dan Raja Rizal sangat marah.

        “ maafkan saya tuan” kata si pelayan memelas.

        “kamu ini gimana sih bawa teh aja gak bener, jubah saya jadi basah ini. Kamu tidak tahu apa bagaimana!!! jubah saya ini sangat mahal, gaji kamu saja belum tentu bisa membelikannya yang baru!!!” ucap sang raja dengan sangat kesal.          

       “ tolong maafkan saya tuan saya tidak sengaja menumpahkan          tehnya ke jubah anda.” Kata si pelayan menunduk.

       “ baiklah, saya maafkan kamu dengan syarat gaji kamu selama dua bulan ini  saya potong.” Ucap sang raja

      “ jangan tuan anak saya sedang sakit parah di rumah dan

        Membutuhkan banyak uang untuk pengobatan.” Kata si pelayan

      “ bukan urusan saya, saya tidak peduli!!! “ ucap sang raja

Dan raja pun langsung meninggalkan pelayan tersebut yang sedang menangis memikirkan nasib anaknya yang membutuhkan uang untuk pengobatan. Dan raja pun pergi ke teras untuk menemui putrinya yang sedang bermain ditemani oleh pengasuhnya.

“ sedang bermain apa nak?” ucap sang raja

“ aku sedang bermain boneka ayah “ ucap sang putri

Raja pun menghampiri pengasuhnya dan berkata.

 “ kamu tolong jaga anak saya dengan baik, jangan sampai dia

          Terluka. jikalau dia sampai terluka ataupun menangis, tidak segan segan aku menghukummu. “ ucap sang raja.

“ baik raja, saya tidak akan mengecewakan anda.“ kata sipengasuh.

Dan putri sang raja bermain dengan ceria bersama pengasuhnya.

Dan keesokan harinya putri raja ingin bermain ke hutan untuk melihat kupu-kupu yang indah. Tetapi, sang pengasuh menolaknya karena takut terjadi apa-apa dengan sang putri raja. Karena, di dalam hutan banyak binatang buas akan tetapi putri raja malah menangis agar di bolehkan bermain ke hutan karena sang pengasuh takut sekali kalau sang raja tau putrinya menangis dan mengadu yang tidak-tidak kepada raja. Akhirnya, sang pengasuhpun mengikuti keinginan putri raja untuk bermain ke hutan.

Sesampainya sang putri dihutan. Dia sangat bahagia melihat kupu-kupu dan sang pengasuh pun terus mengikuti sang putri kemanapun dia pergi. akan tetapi, sang pengasuh ingin buang air kecil dan memperingatkan putri agar tidak kemana-mana sebelum sang pengasuh datang kembali. Dan sang pengasuh meninggalkan sang putri untuk buang air kecil yang tidak terlalu jauh dari tempat sang putri melihat kupu-kupu, sang putri melihat kupu-kupu yang sangat indah sekali berwarna biru dan sang putri mengikuti kupu-kupu tersebut sampai masuk ke area terlarang yang banyak binatang buas di dalamnya, dan tidak lama kemudian sang pengasuh pun kembali ke tempat semula akan tetapi sang putri sudah tidak ada disana dan sang pengasuh pun sangat gelisah sekali ia takut  kalau sang putri hilang di hutan tersebut dan akhirnya sang pengasuh mencoba untuk mencari sang putri yang ada di hutan tersebut, sudah sekitar 2 jam pengasuh mengelilingi hutan tersebut akan tetapi ia tidak menemukan sang putri dan akhirnya ia pulang ke kerajaan dan berbicara bahwa putri raja hilang. Rajapun sangat marah dan menyuruh ajudan untuk menghukum mati pengasuh.

“ raja....” kata si pengasuh

“ ada apa??!! “ ucap sang raja

“ rrrararararaaja...” kata si pengasuh

“ ada apa? Cepat katakan!” ucap sang raja kebingungan.

“ putri anda hilang raja...” kata si pengasuh dengan ketaakutan

“ APAA....??!!!! jangan main-main kamu!!” ucap sang raja

“putri anda hilang dihutan rajaa..saya sudah mencarinya tapi tidak ketemu juga...” kata si pengasuh

“ pengawal..... pengawal...” ucap sang raja

“ iya raja, ada apa??” kata si pengawal

“bunuh wanita ini sekarang juga !” ucap sang raja dengan lantang

“ampun tuan raja... jangan bunuh saya tuan, saya mohon” kata si pengasuh memelas

“tidak ada ampun ampun! ... pengawal cepat bunuh dia sekarang juga!!!!!” ucap sang raja

“baik raja.” Kata si pengawal

Pengawalpun langsung membunuh pengasuh dengan pedang tajamnya tanpa segan setelah diperintah raja. pengasuh itu pun langsung tewas di tempat dengan berlumuran darah  dan pengasuh tersebut diseret menuju tanah yang sudah di gali untuk menguburkannya.

Sudah satu bulan berlalu dan sang putri tidak kunjung di temukan juga. Dan akhirnya, sang raja pun merelakan anaknya hilang yang tiada kabar sampai sekarang.     

Dan pada keesokan harinya, ada seorang penasehat yang datang dari luar kerajaan  datang ke kerajaan memberitahukan bahwa sang raja adalah seorang tuhan dan sang raja pun seketika langsung terkejut mendengar perkataan si penasehat tersebut dan penasehat itu pun memberitahukan bahwa sang raja untuk membagikan sebagian hartanya ke warga-warga sekitar kerajaan yang dipimpinnya tersebut.

Dan setelah penasehat pergi dari kerajaan tersebut sang rajapun langsung memerintahkan kepada pengawal-pengawalnya untuk membagikan bahan-bahan pokok makanan kepada warga yang tinggal dibeberapa wilayah kerajaannya. Dan tak lama kemudian para warga berdatangan kekerajaan teratai dan mereka di kumpulkan di halaman kerajaan dan sang raja pun datang menghampiri para warga lalu berkata:

   “wahai wargaku kalian ku kumpulkan di sini untuk ku beritahukan satu berita yang sangat penting. Aku adalah tuhanmu sekarang, jadi kalian harus patuh kepadaku dan dengan kalian patuh kepadaku hidup kalian akan terjamin dan jauh dari kemiskinan, kalian mengerti ?” ucap sang raja

        “mengerti raja…” ucap para warga

Para warga dan pengikutnya mengikuti peraturan sang raja menjadi tuhan dengan terpaksa dikarenakan mereka tidak mempunyai bahan makanan dan kehidupan yang terjamin.

Dengan kesombongannya Raja pun sangat bahagia mengetahui bahwa seluruh rakyatnya mempercayai  apa yang ia katakan dan mereka sangat antusias mendapatkan bahan-bahan pokok makanan dari Raja Rizal. Akhirnya pembagian bahan pokok makanan pun selesai dan warga pun pulang ke rumah dengan membawa bahan makanan untuk keluarga mereka masing-masing.

Dan tak lama kemudian terjadilah percakapan antara raja dengan istrinya di ruang tamu.

        “wahai suamiku, acara tadi berjalan dengan lancar?” tanya sang ratu

        “ iya, acaranya berjalan dengan lancar” ucap sang raja

Dan tak terasa hari sudah berganti malam waktunya untuk keluarga kerajaan beristirahat. dan pada pagi harinya sang raja membuat peraturan  untuk para warga atau pengikutnya untuk selalu mematuhi peraturan yang telah di buat oleh sang raja karena raja rizal telah menjadi tuhan. 

        Dan pada suatu hari yang cerah sang raja kembali mengumpulkan warga di halaman kerajaan untuk memberitahukan sesuatu yaitu ada peraturan baru yang dimana para warga atau pengikutnya harus mengikutinya. Bagi yang melanggar peraturan tersebut ada hukuman yang berat, peraturannya yaitu para warga di wajibkan untuk membunuh jika dari mereka mempunyai anak laki-laki yang baru lahir atau masih bayi karena Raja Rizal khawatir jika ada seorang dari anak laki-laki tersebut ada yang bisa menandingi atau melawan kehendak sang raja. Karena tidak ada pilihan lain bagi warga,  dengan sangat berat hati, warga pun meng iya kan  peraturan tersebut dari sang raja.

Dan sang raja pun membubarkan warga dan pengikutnya sehabis memberikan pengumuman tersebut. Dan pada sore harinya terjadilah percakapan antara sang raja dan ratu.

" wahai suamiku, apakah peraturan yang barusan kau berikan kepada warga apakah tidak terlalu berat untuk mereka?" Ucap sang ratu

" aku tidak peduli akan hal itu istriku, yang aku hanya takutkan jika suatu saat nanti ada yang menentangku dan berani mengambil kekuasaanku" ucap sang raja

" baiklah jika itu keputusanmu wahai suamiku" ucap sang ratu

Dan pada malam harinya sang raja pun bermimpi akan ada bencana besar yang akan menimpa kerjaan teratai tersebut, sang raja terlalu memikirkan mimpinya tersebut. Dan tak terasa pagi telah datang suasananya sangat cerah di kerajaan teratai tapi ada sesuatu yang kurang di kerajaan tersebut.

 ‘’kemana perginya para pengawal kerajaan.’’ucap sang raja kebingungan.

" istriku......istriku......kemarilah " ucap sang raja

" iya, ada apa suamiku apa ada hal yang penting?" Ucap sang ratu

" wahai istriku, kemana perginya para pengawal-pengawal kerajaan?" Ucap sang raja

" akupun tidak tau suamiku, kemana perginya mereka" ucap sang ratu

Dan sang raja pun memanggil para warga untuk mencari para pengawal-pengawal kerajaan yang hilang. Tak terasa hari sudah berganti menjadi sore namun para warga tidak menemukan pengawal-pengawal yang hilang tersebut. Sang raja tidak terlalu memikirkan kemana hilangnya para pengawal-pengawal tersebut yang ia pikirkan hanya bagaimana hartanya akan terus bertambah.

 Sudah dua hari ini keadaan sang raja  sering sakit. Mulai dari sering pingsan dikala siang hari, batuk berdarah setelah makan malam dan sering merasakan sakit dada.

Keesokan harinya, ketika raja dan ratu sedang makan siang, tiba-tiba saja sang ratu jatuh dari kursi tempatnya duduk menikmati makan siang. Dan raja pun langsung menghampiri ratu, dan melihat ratu yang tidak sadarkan diri lagi.

Lalu sang raja pun memanggil pembantu yang ada didapur karena pengawal kerajaan hilang tiada kabar sampai sekarang  untuk memanggil tabib.

Setelah tabib memeriksa apa yang terjadi pada sang ratu . Dia pun langsung memberitahukan bahwa sang ratu telah tiada. Raja Rizalpun sangat terbebani akan hal ini.

Keesokan harinya setelah pemakaman sang ratu, Raja Rizal pun meninggalkan pemakaman tersebut. Sesampainya di kerajaan, Raja Rizal menangis tersedu sedu, dan akhirnya Raja Rizal terpaksa merelakan kepergian istrinya. Pada malam harinya Raja Rizal tertidur lelap tanpa sadar bahwa pada tengah malam terjadi kebakaran pada kerajaan. Karena raja tidur terlalu lelap, sang rajapun tidak sempat menyelamatkan diri, dan akhirnya sang rajapun meninggal ikut terbakar bersamaan dengan hartanya pula

0 komentar:

Posting Komentar