Sabtu, 20 Juni 2020

Mencari Rizki Dengan Kesabaran Yang Penuh

Pagi ini hardi sedang memrapihkan becaknya untuk pergi kepasar mencari sedikit rezeki untuk anak-anak dan istrinya. Pak hardi adalah sosk ayah dan suami yang sangat dermawan.ia tak pernah lelah mencari rezeki ke pasar atau pun ke desa-desa bersama becak tua yang ia bawa. Meskipun hasil nya tak sebanyak yang orang-orang diluar sana dapat yang terpenting anak dan istrinya bias menikmati rasa manisnya nasi dan sedikit lauk pauk untuk dimakan.pak hardi tak pernah malu untuk bekerja sebagai tukang becak. Karna dia masih gagah dan dia masih ingin berusaha mencarirezeki dengan becak tuanya. “pak, bapak mau berangkat sekarang?” Tanya sang istri kepada pak hardi,” iya bu lebih baik pagi-pagi buta seperti ini karna pasti banyak orang yang sedang belanja dan butuh tumpangan becak” jelas pak hardi. Setelah berbincang-bincang dengan istrinya pak hardi pun langsung berangkat kepasar dengan becak tuanya. Keringat bercucuran saat pak hardi mengayunkan pedal becaknya.setengah jam menempuh perjalanan pak hardi akhirnya sampai di ppasar tesebut. “pak tolong antarkan saya ke rumah di jalan mawar nomor 2 ya pak” kata si penumpang yang ingin memaki jasanya pak hardi.”oh iya bu iya silakan mari saya antarkan.” Saut pak hardi dengan sopan.
Sore hari pun tiba waktunya pak hardi pulang kerumah untuk beristirahat dan berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Diperjalanan pak hardi berhenti sejenak untuk menghitung uang hasil jerih payahnya hari ini.tapi tiba-tiba ada seseorang dengan seenaknya mengambil uang itu secara paksa, sampai pak hardi terjatuh .” hey kembalikan uang saya, itu hasil jerih payah saya” kata pak hardi yang sedikit marah dengan orang mengambil uangnya. “eh pak hardi, pak hardi ini sekarang sok-sokan yah semuah orang-orang yang abis dari pasar langsung minta antarkan kepada bapak! Sampai saya sajh taka da penumpan sama sekali” kata orang yang mengambil uang pak hardi.ternyata orang itu adalah si firman tetangga didekat rumahnya yang tukang becak juga.” pak firman kita ini sama-sama tukang becak rezeki itu masing-masing pak sudah ada yang ngatur semuah yang ada didunia ini.” Sahut pak hardi dengan berkata hati-hati.”alah banyak bacot pak hardi ini pokonya uangan ini buat saya, karna bapak sudah mengambil pelanggan-pelanggan saya hahhaah” kata si pak firman sambil tertawa dan berjalan menghampiri becaknya. “pak tidak bisa begitu itu uang untuk makan anak dan istri saya ,kalau diambil oleh bapak anak dan istri saya makan apa pak?” kata pak hardi sambil menarik tangan pak firman” alah pergi sana, saya gak peduli mau anak dan istri pak hardi gak makan itu bukan urusan saya ngerti? Awas-aws saya mau pulang” kata pak firman sambil mendorong pak hardi sampai ia terjatuh.
Pak hardi pun akhirnya menyerah dan pergi pulang kerumah bersama becaknya tanpa membawa uang sepersenpun. Dijalan yang hapir tiba di dekat rumahnya ia berpikir bagaimana jika anak-anak dan istrinya belum makan? Ia bimbang untuk pergi kerumah. Tapi setelah lama berpikir akhirnya pak hardi pergi pualng kerumahnya terlebih dahulu. Sampai didepan pintu rumah pak hardi mengetuk pintu rumahnya .”assalamualaikum bu, bapak pulang” terik sedikit pak hardi yang memanggil istrinya untuk membukaan pintunya.”walaikumsalam pak, ayo pak masuk” sahut istrinya sambil menyalimi tangan pak hardi dan menyuruh pak hardi untuk masuk.”gimana pak kerjanya? Apa penumpangnya banyak?” tanya istrinya sambil menyuguhi kopi untuk suaminya. Pak hardi yang ingin menjawab jadi bingung karna uang hasil kerjanya hari ini nyatanya diambil oleh orang yang samama-sama bekerja menjadi tukang becak.”gini bu,tadi bapak dapet banyak penumpang dan uangnya juga tadi lumayan banyak dari pada hari-hari sebeumnya,tapi pas dijalan bapak mau hitung duitnya tiba-tiba ada pak firman yang langsung mengambil uang bapak itu bu, dia bilang dia tidak apet setoran karna para penumpang pada pergi kebapak bu, jadi uangnya semuahnya d ambil bu tidak d kasih sepersen pun. Maafyah bu hari ini tidak ada uang sama sekali.” Jelas pak hardi sambil menatap sang istrinya yang menangis akibat mendengar penjelasan ia.” Yallah pak kenapa yah pak firman itu jaht sekali kepada keluarga kita,padahal rezeki itu masing-masing dan sudah ada yang ngatur juga,tapi kenapa dia jahat banget.” Jawab istri pak hardi sambil mengelap air matanya.
        Pak hardi,istri dan anaknya pun menikmati makan malam denan seadanya,memaki tempe yang digoreng dan nasi. Mereka makan dengan lahap, karana apapun makananya pak hardi, anak-anak, dan istrinya selalu bersyukur atas nikmat allah yang telah diberikan kepada keluarga mereka.walau banyak sekali orang yang tidak suka dengan mereka ,tapi keluarga pak hardi tidak pernah membalas perbuatan yang pernah mereka perbuat.
 Hari pun semakin gelap gulita sebelum masuk kekamar pak hardi menyempatkan diri untuk pergi kekamar anaknya yang bernama laras dan hana.laras dan hana umurnya berbeda cukup jauh.. Laras sekarang duduk di bangku SMA kelas 11 ia termasuk orang yang sangat rajin dan selalu mendapatkan prestasi yang sangat membanggakan. Hasil dari prestasi laras itu juga bisa meringankan sedikit beban kedua orang tuanya karna ia dapat beasiswa sampai ia lulus SMA.”laras kamu belum tidur?” tanya pak hardi selaku bapak nya"belum pak laras sedang mengerjakan pr matematika yang akan dikumupulkan besok pa” jawab laras sambil melihan bapaknya.”oh begitu,bagaimana dengan sekoah kamu lancer? Apa ada peralatan sekolah yang kamu butuhkan?” kata pak hardi yang meanyakan peralan sekolah anaknya.”ada pak sepatu laras sudah jebol laras ingin memebeli sepatu yang baru pak.tapi kalu bapak belum punya uang gak pp ko pak laras pake yang ada ajh dulu” jawab laras sambil tersenyum.pak hardi pun ikut tersenyum,ia berpikir dapat uang dari mana untuk membelikan anaknya ini sepatu,walaupun laras bilang ia tak apa memakai yang ada terlebih dahulu teetapi sebagai orang tua pak hardi sedih melihat sepatu anaknya yang sudah tidak layak pakai masih sajah di pakai.pak hardi takut bila laras di ejek oleh teman-temanya karena memkai sepatu yang sudah jebol.”yasudah nanti bapak akan belikan sepatu untuk laras yah,kalau begitu bila sudah selesai mengerjaikan tugasnya langsung tidur yah.” Jelas pak hardi “ia pak laras akan segera menyelesaikan tugas ini dan langsung tidur”.pak hardi pun langsung pergi kekamrnya dan beristiraha.
Pagi buta istri pak hardi menyiapkan makanan untuk anak-anaknya dan suaminya istri pak hardi ini bernama sarah.bu sarah yang setiap paginya menjual kueh-kueh kering dan basah. Ia suka berkelilin di desa dan dipasar-pasar dekat dengan rumahnya. Ia berjualan membantu sng suami yang bekerja menjadi tukang becak.yang hasil dari pekerjaan pun masih kurang untuk makan dan biaya kehidupan mereka.maka dari itu bu sarah membantu pak hardi berjualan kueh itu dipasar-pasar. Hasil yang di dapatnya juga lumayan untuk meringankan beban sang suami.
Setelah selesai menyiapkan makan seadanya untuk sarapan pagi ini bu sarah pun langsung membangunkan suaminya dan anakk-anaknya. Sekarang semuahnya sudah terkumpul di meja makan yang tidak cukup luas dan diatasnya terdapat makanan seperti nasi,tahu,tempe,dan kerupuk sebagai pelengkap.”bu gimana kalau kita buka warung kueh kering dan basah bu di ruko depan itu bu. Tapi kita harus mengumpulkan uang dulu untuk menyewa ruko itu bagaimana bu?” saran pak hardi untuk membuka took kueh basah dan kering”emmm,bagus juga pak idenya yasudah baiklah pak kita harus mengumpulkan uang dulu untuk menyewa ruko itu” jelas bu sarah yang menyetujui saran pak hardi.”iah pak benar saran bapak .hasilnya juga lebih banyak dari apa yang sekarang bapak dan ibu kerjakan.”kata laras juga menyetujui saran dari bapaknya. Setelah selesai sarapan pak hardi berangkat untuk mencari penumpang dan ia terlihat sangat bersemangat sekali untuk bekerja karna untuk mengumpulkan uang untuk membuka toko kue itu.begitu juga dengan bu sarah yang pagi-pagi sudah berangkat keliling untuk jualan kueh kering dan basahnya dengan menggunakan sepedah yang ia punya,selama diperjalanan pak hardi maupun bu sarah banyak sekali mendapatkan rezeki pk hardi yang banyak mendapat penumpang yang hampir banyak sekali,dan bu sarah yang berjualan banyak dapat pelanggan yang membeli bahkan ada yang memesan kueh kering dan basahnya sangat banyak untuk acara khitanan tetangganya. Rezeki mereka begitu banyak dan lancar.
Sampai pada saat yang ditunggu-tunggu oleh keluarga pak hardi pun akhrinya terwuwjud hasil dari seuah usaha pak hardi dan bu sarah pun membuahkan hasil untuk menyewa ruko untuk menjadi toko kueh basah dan kering busarah. Baru sajah satu hari buka sudah banyak sekali yang dating untuk membeli kueh-kueh bu sarah laras anak pak hardi dan bu sarah ikut membentu menjual kueh nya.
Tetapi saat seuah pelanggan sedang banyak yang berdatangan pak firman dan istrinya dating untuk melihat toko pak hardi.”liat tu pah si pak hardi sekarng udah punya toko kueh ,baru satu hari sudah banyak pelangganya” kata siska istri dri pak firman”tenang ajah mah nanti kita juga akan membuka toko kueh yang sama seperti pak hardi dan busarah dijamin toko kueh kita pasti akan laris manis”jawab pak firman dengan senyuman sinisnya.
Beberapa minggu kemudian toko kueh pak firman dan bu sarah makin banyak pelanggan mereka bilangkueh nya enak dan banyak farian rasanya. Dan banyak juga yang memesan kueh nya untuk acara hajatan dan lain-lain.
Disis lain pak firman dan istrinya bu siska ternyata sudah membuka toko kuehnya juga sama seperti pak hardi dan bu sarah.tapi bedanya toko kueh pak firman dan bu siska tidak terlalu ramai seperti toko pak hardi dan bu sarah. Rasa iri pun muncul di hati pak firman dan bu siska mereka iri melihat toko pak hardi sangat ramai sekali. “pak lihat tu toko pak hardi selalu ramai terus berbeda dengan toko kita hanya 1 atau 2 orangan sajah yang daatng apa kueh yang ku buat tidak enakya pak”kata bu siska yang sambil melihat kea rah toko pak hardi.”tenang bu besok kita akan bagi-bagi brosur kepada setiap orang yang ada dijalan.siapa tau ada yang berniat membeli dan memesan kueh kita” kata pak firman sambil menenangkan istrinya itu.
Malam telah tiba waktunya toko pak hardi dan bu sarah tutup karna kueh-kueh pun sudah ludes habis.”bu,laras ayo kita pulang semuah udah beres besok kita kembali lagi”kata pak hardi mengajak laras dan istrinya untuk pulang karna hari sudah semakin larut.”oh iyah ayo pak kita pulang, dirumah juga kita harus membuat adonan untuk kueh-kueh besok” kata bu sarah.mereka pun melanjutkan perjalanan mereka pergi kerumah. Sesampainya dirumah mereka langsung bergegas membuat adonan kueh untuk persiapan stok esok hari.
Di lain tempat pak firman dan bu siska saat ini sedang merencanakan sesuatu supaya toko kueh mereka laris manis “ bu gimana kalu kita menjual kueh-kueh ini dengan harga yang sedikit lebih murah” kata pak firman memberi saranya”emm,bagus juga tuh pak.
Beberapa bulan kemudian toko pak hardi dan bu sarah melonjak derastis,banyak peminat nya juga. Pak hardi dan bu sarah pun sudah memiliki banyak cabang dan sekarang rumah mereka juga sudah menjadi seperti istana,pak hardi pun mempunyai mobil,dan motor,yang dulunya mereka tidak membuat adonan sendiri tanpa ada yang membantu sekarang mereka mempunya pelayan yang bisa membantu pak firman dan bu sarah membuat adonan dan berjualan ditokonya. Dilain sisi toko keluarga pak firman tidak ada kemajuan sama sekali mereka mereka masih seperti dulu taka da pelanggan yang memesan kueh mereka dengan banyak,semuah itu membuat pak firman menjadi marah dan menjadi iri kepadan keluarga pak hardi.
Pak firman dan bu sika pun merencanakan sesuatu,yaitu merencanakan bagaimana supaya toko-toko kueh pak hardi menjadi bangkrut dan di lihat jelek oleh masyarakat.mereka mulai merencanakanya dengan masuk ke dalam rumah pak hardi secara diam-diam,dan mulai berjalan kea rah dapur yang banyak sekali adonan yang sedang ada di atas meja makan. pak firman dan bu siska pun memasukan obat sakit perut ke dalam adonan tersebut dan mengaduknya menjadi rata,  dengan memasukan obat sakit perut itu pak firman dan bu siska pergi keluar dan pulang.
“huh pak akhirnya kita berhasil memasukan obat sakit perut itu ke dalam adonan kueh pak hardi” kata bu siska sambil tertawa”hahaa iyah bu besok kita sebarkan berita kepada orang-orang bila kueh pak hardi itu dapat mengakibatkan sakit perut dan muntah-muntah” kata pak firman
Pagi-pagi pak hardi dan bu sarah menyiapkan kueh-kueh mereka yang sudah jadi,dan merapihkanya di rak-rak kueh yang ada ditoko mereka,banyak orang-orang yang sudah berdatangan unuk memebli kueh ditoko pak hardi dan bu siska.”ibu sama bapak mau ketoko kuehnya pak hardi ya?” tanya pakfirman kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang berjalan menghampiri toko pak hardi”iyah pak saya mau beli stok kueh buat di rumah pak” jawab ibu-ibu itu”bu lebih jangan beli di toko kueh pak hardi ,kuehnya bisa membuat sakit perut dan muntah-muntah lho bu” kata pak firman sambil berbisk bicaranya”lah yang bener pak? Ah saya gak percaya, saya mau ke tokonya dlu pak” kata ibu-ibu itu sambil beralan tergesa-gesa kea rah toko pak hardi.”ah liat sajah nanti pak hardi toko mu akan menjadi bangkrut dan tidak ada lagi yang ingin membelinya” kata pak firman sambil melihat ke arrah tokony pak hardi yang sedang banyak sekali pelanggan yang membelinya.
Beberapa hari kemudian pak hardi, bu sarah dan anaknya laras sedang mempersiapkan toko kueh mereka tapi tiba-tiba diluar banyak sekali yang ribu-ribut dan pak hardi pun melihat keluar tokonya, ternyata para warga-warga rebut-ribut sambil marah-marah membawa anaknya ke toko pak hardi ”tunggu-tungu pak, bu ini ada apa yah ko pada dating ke toko saya dengan marah-marah seperti ini?”tanya pak hardi kepada para warga yang meneriaki toko pak hardi”eh pak hardi gimana kita semuah tidak marah kalau kueh yang saya beli kemarinitu membuat anak saya ini sakit perut pak,kalo bapak tidak percaya coba tanya kepada mereka semuah” kata ibu-ibu yang marah-marah,” iyah pak hardi dari kemarin saya juga muntah-muntah dan sakit perut ini semuah karna kueh pak hardi dan bu sarah buat,pokonya toko kueh pak hardi ini harus di tutup karna bisa membuat orang lain uga menjadi sakit perut.”teriak bapak-bapak itu sama seperti warga-warga yang lain juga  meneriaki pa hardi.
semenjak hari itu toko kueh pak hardi sudah tidak ada lagi yang membelinya,toko kueh pak hardi sudah sepi dan pelanggan-pelanggannya juga tidak lagi berdatangan seperti biasanya “pak gimana ini toko kueh kita sudah tidak ada lagi yang kesini untuk memebelinya pak” lirih Istrinya pak hardi “gak ppb u kita coba menawakan ke jalan-jalan seperti waktu pertama membuka toko ini” kata pak hardi sambil menenangkan istrinya.dan di tempat yang berbeda yaitu tempat toko pak firman ternyata menjadi ramai dan banyak pembelinya.
Dan hari demi hari toko pak hardi menjadi sepi pelanggan dan toko kueh pak hardi ditutup karna sudah bangkrut,karna para pelayan di toko pak hardi pun berpergian karna tidak mendapatkan gajih,dan mereka ada yang berpindah ke toko nya pak firman.
Semenjak toko paak hardi bangkrut toko pak firman menjadi laris dan banyak juga toko-toko cabang kuehnya banyak juga yang memesan banyak untuk acara-acar penting.dan pak hardi sendiri karna tokonya sudah ditutp dan tidak ada lagi pelanggan jedi pak hardi memilih bekerja menjadi tukang becak lagi,di suatu tempat saat pak hardi menjadi tukang becak lagi ia bertemu dengan bu siska istri dari pak firman,”eh pak hardi tokonya bangkrut yah,jadi memilih bekerja sebagai tukang becak lagi yah pak.” Kata bu siska sambil menatap remeh pak hardi, pak hardi yang sedang istirahat mengelap keringatnya dengan handuk kecil,pak hardi pun melihat bu siska”iyah bu yah namnya juga usaha kadang kita ada di atas ada juga dibawah,kalau ada rezeki lagi insyallah nnti juga bakal ada hikmahnya dari semuah ini” jawab pak hardi sambil tersenyum kearah bu sika. Pak hardi pun langsung pergi untuk mencari penumpang lagi di pasar-pasar,
Pak hardi selalu bersyukur atas apa yang telah allah beri kepadanya walau ada rasa kecewa karna harus menutup toko kuehnya dan barang-barangnya di jul untuk membyar hutang menyewa ruko itu,jadi semuah apa yang dimiliki pak hardi habis dan istrinya pun tak pernah marah karna toko kueh mereka bangkrut dan taka da lagi yang minat “pak kenpa yah bisa jadi seperti ini, padahal kita tak pernh mencampur adonan dengan obat sakit perut itu,tapi kenapa semuah pelanggan kita malah sakit-sakit setelah memakan kueh yang dijual oleh kita yah pak?” kata bu sarah sambil menatap sendu pak hardi”sudah lah bu mungkin itu ada kesalah dari kita juga,biarkan saja,bila memang kita nanti ada rezeki lagi kita akan membuka toko kueh yang lumayan jauh dari sini bu.” Jawab pak hardi dengan senyumannya”.tapi pak ko aneh gitu lho,apa jangan-jangn ada yang sengaja mencampurkan obat itu kedalah adonan kueh kita?” kata bu sarah”hush,jangn seperti itu,itu tidak mungkin.”kata pak hardi sambil mengingatkan bu sarah.”tapi bu curiga gitu pak sama pak firman dan bu siska pak,karna setelah toko kita tutup,tokonya pak firman dan bu siska itu menjadi sangat rai pak.”kata bu sarah.pak hardi pun memikirkan dan benar juga kata istri bila setelah toko mereka tutup,toko pak firman dan bu siska menjadi ramai dan banyak pembelinya.tapi apa mungkin pak firman dan bu siska yan melakukan perbuatan jahat itu.
Keesokan harinya di tempat pak firman dan bu siska sedang banyak-banyaknya pembeli,mereka sibuk dengan banyaknya pembeli.”wahh akhirnya yah pak toko kueh kita jadi laris manis gini.” Kata bu siska.”iyah bu benar toko kita menjadi ramai tapi kalo dipikir,piker lagi kalo kueh-kueh sisa ini tidak terjual sampe malem nanti pasti kita bakal rugi bu.” Kata pak firman yang mulai ada fikiran yang jelek-jelek”benar juga yah pak bagaimana kueh-kueh yang tidak terjual ini kita jual besok lagi pak.” Kata bu siska” lah bu kalo kita jual besok kueh-kueh ini akan jadi bsi dan bau soalnya kueh basah ini tidak tahan lama bu” kata pak firman “yah kita campurkan saja sama bahan adonan kueh basah yang mau kita buat nanti,jadi bahan baku untuk kueh basah ini tidak terlalu mengeluarkan banyak bahan baku yang untuk adonan pak.”saran bu siska dengan senyuman sinisnya”wahh benar itu bu,bagus juga ide ibu ini. ”sambil merangkul tang bu siska.”nah kalau kueh kering nanti kita campurkan lagi sajah keadonan kueh kering supaya kita gak bnyak mengeluarkan duitkan.”kata bu siska .mereka  pun mulai merencakan aksinya.dengan mencampurkan kueh yang sudah basi dengan adonan yang baru .bu siska pun hanya membeli sedikit bahan-bahan untuk membuat adonan kuehnya karna mereka tidak mau rugi dan tidak mau mengeluarkan uang yang banyak. dan hasil dari berjualan kueh itu pak firman dan busiska banyak membeli barang-barang rumah tang terbaru seperti mereka membeli tv dengan model yang baru,rumah mereka juga menjadi bagus karna sudah di renovasi, mereka juga membeli motor baru dan mobil baru, semuah warga juga yang melihat pak firman dan su siska membeli barang-barang terbaru tampak terkagum-kagum dengan pak firman dan bu siska.
Dilain sisi pak hardi dan bu sarah sekarang lagi duduk di meja makan,mereka sedang menikmati makana yang di sajikan di atas meja”pak,bu laras ingin berbicara.” Kata laras anak pertama mereka yang ingin berbicara.”iah laras kamu ingin berbicara apa”kata pak hardi sambil melihat kearah laras.laras sebenarnya ragu untuk mengatakan ini tapi ia harus menyampaikanya.”gini pak bu laras sekarng sudah lulus SMA nah laras ingin melanjutkan sekolah ke universitas negri di jkarta bu pak,gimana merut kalian bapak sama ibu mengijinkan tidak.
Pak hardi dan bu sarah pun bingung untuk masalah biayanya ,karna sekarang ini masalah uang mereka sedang kriris.tetapi kalau laras anak pertama merek tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi takutnya mengecewakan laras.karna laras memang selama sekolah tak pernah dibiayakan karana selalu dapat beasiswa,tapi setelah masuk ke perguruan tinggi ini pak hardi sebgai orang tua harus membiayai laras melanjutkan ke perruan tinggi.
Semenjak laras bilang ingin melanjutkan sekolahnya di uniersitas di Jakarta pak hardi lebih memilih banyak bekerja apapun itu enjadi tukang becak dan mendapatkan penghasilan yang sehrini 30rb tidak cukup untuk membiayai laras kuliah selama 4tahun kedepan.dan bu sarah juga lebih banyak berjualan keliling menjualan dan menawarkan lag kueh buatanya yang pernah di bilang membuat orang sakit perut dan mengakibatkan toko yang mereka miliki harus ditutup.dan semenjak saat itu juga bu sarah menjual lagi dan memeberi kepercayaan lagi kepada orang-orang bila kueh bu sarah tidak mengakibatkan sakit perut lagi. Dan laras sebenarnya sudah masuk ke universitasnya yang ada di Jakarta ia masuk dengan biaya dari hasil jual motor dan tv barang terakhir yang di punya bu sarah dan pak hardi.
Dilain tempat,tempatnya pak firman dan bu siska toko mereka menjadi sepi sama seperti yang pernah dialami oleh pak hardi ,warga-warga yang pernah membeli kueh di situ bialng kalau kueh yang mereka beli sudah basi dan bau, dan masih sajah di jual.dan saat itutoko mereka menjadi sepi dan taka da lagi yang pergi untuk ke tempat kueh pak firman.”bagaimana ini pak warga-warga sudah tau kalau kueh yang kita jual ini adalah kueh yang bagi dan di olah lagi.” Kata bu siska yang panik “iyah bu bapak juga gak tau lagi ini harus gimana apa kita sekarng tutup ajh yah bu lalu kita kabur.”kata pak firman yang mulai panik karna takut di gerebek oleh para warga.”tapi pak bagaimana dengen hutang-hutang kita,kita memiliki banyak hutang pak apa kita tak membeyarnya?” kata bu siska.karna hutang mereka sangatlah banyak sebelum membeli toko atau ruko ini mereka meminjam uang kepada orang terkaya di desa merek sebanyak seratus lim puluh juta,mereka bilang uang itu untuk modal dan membeli ruko untuk tempat berjualan kuehnya.tapi hutang mereka kepada orang terkaya di desa itu tidak pernah dibayar-bayar samapi sekrang mereka di hadapi kebangkrutan.
Dan sebeluum pak firman dan bu siska pergi dari toko kueh itu ternyata di luar di depan toko kueh mereka sudah banyak warga-warga yang datng dan meyerbu toko kueh pak firman.”ayo-ayo kita usir ajh nih yang punya toko kueh ini,karna mereka sudah banyak korban-korban nya dan mereka harus tanggung jawab atau semuah ini.” Kata para warga yang mulai memanas dan marah-marah.
“sabar pak,bu kita berdua mohon maaf pak, bu” kata pak firman yang menenangkan para warga yang sudah semakin brutal.”alah kalian ini seharusnya masuk penjara sajah sanah karan kalian ini sudah membuat semuah orang sakit-sakit dan sebenarnya kalian kan yang mencampurkan obat sakit perut kedalam adonan kueh nya bu sarah dan pak hardi kan?”seru salah satu warga yang mengetahui perbuatan pak firman dan bu sara.pak firman dan bu siska hanya bisa menunduk karna semuah warga telah menyoraki mereka dan mereka pun di laporkan ke kantor polisi akibat pemfitnahan terhadap bu sarah dan pak hardi dan juga sudah mengakibatkan banyak orang sakit-sakit karna memakan kueh pak firman dan bu siska yang sudah basi.dan tidak membayar hutang kepada orang terkaya di desanya.dan semuah harta yang bu siska dan pak firman miliki semuahnya ludes untuk membayar hutang-hutang dan mengganti orang-orang yang sakit.
Di lain sisi pak hardi dan bu sarah tidak menyangka atas perbuatan pak firman dan bu siska ternya benar-benar kejam.”gak nyangka yah pak mereka sangat kejam untungnya mereka telah masuk penjara supaya mereka tau bagaimana pahitnya saat-saat seperti iti.” Kata bu sarah dengan nada marah.”yasudah lah bu yng terpenting sekarang mereka sudah mendapatkan akibtnya.yang terpenting sekarang kita harus banyak-banyak menabung untuk membiayai kuliahnya laras bu.”kata pak hardi dengan semangta.”iyah pak sekarng kita haru semangat mencari uang untuk membiayai kuliah anak pertamnya yaitu laras.
Semenjak saat pengerebekan too pak firman sekarang pak hardi dan bu sarah menjual kueh-kuehnya di ruko yang lumayan jauh dari tempat yang dulu.sekarang juga toko mereka berdua sudah banyak berbagai macam-macam kuehnya bukan hanya menjual kueh basah dan kering mereka juga menjual kue cake untuk ulang tahun ,permen-permen,dan kueh-kueh coklat yang berfarian bentuk.
Dan laras yang baru satu tahun di universitasnya ternyata ia mendaptkan beasiswa untuk kuliahnya smapai ia tamat kuliah asalkan ipk dia selalu naik,dan tidak pernah turun.selama itu juga pak hardi dan bu sarah sangat bangga karna laras sangat berprestasi.
Di lain tempat sekarng laras sedang mengerjakan tugas-tugas kuliahnya dia jadi semangat karna mendengar kalau bapak dan ibunya sekarng membuka toko kuehnya lagi dan dia dengar dari bapaknya kalau banyak sekali yang memesan kueh-kueh buatan ibunya. kadang laras juga suka bercerita kepada teman-teman kampusnya kalau ayah dan ibunya berjualan kueh di desanya.dan banyak juga teman-temannya yang suka memesan kueh-kueh dan permenya melalui pemesan online. dan itu akan sedikit membantu bapak dan ibunya berjualan.
Dan sekarang hidup pak hardi, bu sarah, dan anak-anaknya sekarang lebih baik dari pada sebelum-sebelumnya. Dan sekarang pak hardi dan bu sarah banyak mendapatkan orderan dan di bantu oleh para pegawainya yang baik-baik.

0 komentar:

Posting Komentar