Sabtu, 20 Juni 2020

“Perjuangan Hantu“

       
Di suatu tempat yang tidak jauh dari bumi namun berbeda dimensi, aku yang merupakan hantu berjenis vampir hidup pada suatu tempat bernama kota barzah. Kota barzah merupakan kota para hantu modern, disana terdapat berbagai jenis hantu dan terdapat sumber energi listrik yang bersumber dari rasa ketakutan manusia. Para hantu itu mendatangi bumi yang merupakan dunia manusia melewati sebuah pintu yang dinamakan Soul.
      Para hantu di kota Barzah tidak sembarangan untuk menggunakan soul untuk menakuti manusia, dikarenakan untuk menakuti para manusia harus menjadi Ranger. Ranger ialah para kader hantu terlatih dikirim kedunia manusia yang memiliki skill unik untuk menakuti para manusia dengan membawa sebuah kapsul kecil yang digenggam yang dapat mengubah energi ketakutan menjadi energi listrik. Lalu kapsul itu disimpan dalam sebuah tangki besar yang berada dipusat kota.
      Saat ini kota Barzah sedang mengalami krisis sumber energi dikarenakan manusia saat ini telah mengalami kemajuan iman yang pesat yang membuat para hantu sulit menakuti manusia. Kazekage, sejenis hantu drakula sang  pemimpin kota sangat kebingungan untuk mengatasi hal tersebut. Tatkala itu aku sedang dipusat kota bertemu dengan Kazekage. Tak berapa lama datanglah seorang ksatria bernama Om Jin. Om Jin ialah seorang kepala  padepokan ilmu santet dan juga merupakan jendral para Ranger hantu yang dikirim untuk menakuti para manusia.
      “Wahai Kazekage, aku membawa berita buruk tentang krisis sumber energi yang sedang terjadi di dunia kita ini” Ucap Om Jin.
      “Apakah itu Om Jin, sampaikan kepadaku”. Sahut Kazekage dengan rasa penasaran.
      “Sebelum aku mengatakannya izinkanlah aku meminta sebuah permohonan kepadamu Kazekage”. Pinta Om Jin
      “Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu. Asalkan kota Barzah ini bisa maju lagi seperti dulu”. Ujar Kazekage sambil mengulurkan tangannya kepada Om Jin.
      “Aku ingin agar pusat pemerintahan sekarang aku yang kendalikan, agar aku lebih leluasa untuk mengatur strategiku nanti”. Tegas Om Jin
      “Ya demi kota Barzah akan kuturuti permintaanmu. Jadi apa yang terjadi dengan krisis sumber energy yang sedang terjadi Om Jin ?” Ucap Kazekage.
      “Ada seorang ustadz yang sangat berpangaruh untuk meningkatkan iman para manusia, wahai Kazekage.” Ujar Om Jin.
      “Siapakah ustadz itu? Kenapa dia bisa sangat berpengaruh meningkatkan iman para manusia”. Kata Kazekage dengan raut wajah penasaran.
      “Ia bernama Haji Fauzan, ia telah membentuk sebuah Squad bernama ‘RPM’ Remaja Pemberantas Maksiat. Squad itu beranggotakan para remaja yang telah mempelajari ilmu-ilmu yang memperkuat iman mereka. Para remaja itu juga telah mengetahui keberadaan kita dan telah menghadang semua squad yang kita kirim kedunia mereka”. Ucap Om Jin.
      Percakapan antara Kazekage dan Om Jin terus dilanjutkan, Kazekage berniat membuat sebuah Ranger khusus bernama Six Slayer yang akan beranggotakan 6 hantu yang memiliki skill khusus. Dua  hantu dari padepokannya dan Empat hantu lagi dari hantu lain dipenjuru kota yang terpilih. Kazekage mengharapkan ada hantu yang berpotensi yang lebih menakuti para manusia.
      Aku merasa bahwa Ranger khusus itu akan mengakibatkan serangan besar terhadap dunia manusia dan akan menganggu keseimbangan antara dunia hantu dengan dunia manusia. Karena kami para hantu diciptakan oleh Tuhan hanya untuk menakuti para manusia bukanlah untuk memerangi manusia sampai menimbulkan korban jiwa. Sebagian hantu dikota Barzah juga merupakan seorang manusia yang sudah mati dan berubah menjadi hantu dengan jenis hantu sesuai dengan amal perbuatan mereka didunia.
      “Kau membuat squad khusus untuk melakukan serangan  kedunia manusia? Bukankah hantu diciptakan oleh Sang Pencipta hanya untuk menakuti manusia. Serangan itu akan menjadi serangan besar yang membuat ketidakseimbangan antara dunia manusia dengan dunia  kita.”. Sahut aku dengan serius.
      “Hanya jalan itu saja yang bisa kita ambil. Lagipula Ranger khususku hanya ditargetkan kepada Ustadz Fauzan dan 3 Muridnya. Aku sangat berharap ada  hantuyang berpotensi selain dari Rangerku yang dapat mengembalikan sumber energi kota ini”. Ucap Om Jin.
      “Ya sudahlah akan kuberikan kekuasaan pemerintahanku ini demi kemajuan kota Barzah. Aku akan sebar poster undangan Ranger khusus keseluruh penjuru kota”. Ujar Kazekage.
      Setelah itu pengumuman pun disebar diseluruh penjuru kota hantu. Tapi hanya sebagian kecil yang tertarik, karena dalam poster tersebut disebutkan untuk mengiukuti Ranger khusus ini harus siap menanggung resiko yang besar. Tanpa berfikir panjang akupun berkeinginan untuk menjadi Ranger khusus itu. Walaupun aku merasa pesimis untuk ikut Ranger, karena aku belum mengetahui potensi skill yang aku punya. Terlebih aku merasa skill ku tidak sehebat para Ranger kebanyakan.
      Dalam perjalanan pulang kebetulan aku bertemu dengan hantu mungil seperti bayi yang tertarik dengan poster pemumuman itu, ia adalah hantu Tuyul. Tuyul itu sempat berbicara denganku dan membuatku kesal dengan omongannya.
      “Hai !apakah kau tertarik dengan poster pegumuman itu”. Sapa aku kepada Tuyul sambil membawa poster.
      “Siapa kau! Tentu saja gua tertarik dengan Ranger khusus ini, karena terbukti gua punya kemampuan”. Ucap Tuyul denga lantang sambil menjulurkan poster kepadaku.
      “Kampret lu, gua nanya baik-baik. Udah badan pendek sombong lagi. Emang apa skill lu?”. Ucap aku dengan kesal
      “Meskipun badan gua kecil gini, gua bisa lari dengan cepat. Bahkan gua pernah lomba  lari sama hantu cheetah dan hampir menang dengannya, walaupun juara dua. Dengan badan gua yang kecil gua dapat melakukan penyusupan dengan aman. Memang lu mau ikut Ranger?”. Ujar Tuyul dengan sombongnya.
      “Bolehlah, iyalah gua juga mau ikut ranger. Gua juga punya skill yaitu mengeluarkan laser dari mata gua dan gua juga bisa liat di kegelapan serta kemampuan terbang yang memudahkan gua dalam pergerakan”. Ucapku sambil berusaha menyombongkan diri.
      Selain itu, ada juga Genderuwo melihat poster itu yang merupakan seorang pemuda dengan tampang muka yang tua yang memiliki kedai kopi di pinggiran kota. Tak sengaja Genderuwo yang merupakan teman Tuyul itu bertemu denganku bersama si Tuyul.
      “Woy Tuyul, lu bawa-bawa poster mau ikut Ranger lu!”. Sahut Genderuwo.
      “Iyalah, gua kan punya skill”. Ucap Tuyul sedikit sombong.
      “Jangan sombong lu yul, gua nih, gua bisa menakuti manusia sampai bikin dia mati. Gua juga bisa menghancurkan segala benda yang menghalangi gua, bahkan baja sekalipun, mantul gak tuh? ”. Ujar Genderuwo sambil menupuk dadanya sombong.
      “Dasar lu hantu jelek, udah ngotot sombong lagi”. Ucap Tuyul dengan keras.
      “Sudahlah jangan ribut disini, mending ayo kita ke Om Jin, mungkin dia sudah menunggu”. Ucapku dengan tegas.
      Kami pun pergi ke pusat kota untuk bertemu Om Jin. Di tengah perjalanan tak sengaja aku, tuyul dan genderuwo bertemu dengan Pocong. Pocong juga merupakan salah satu temannya Tuyul yang polos sekali, ia suka dibuli oleh si Tuyul.
      “Woy cong lagi apa lu?”. Sapa Tuyul dari sisi jalanan.
      “Enggak aku cuma liat nih poster”. Ucap pocong dengan nada rendah.
      “Emang lu tertarik cong?” Tanya Tuyul penasaran.
      “Iya aku tertarik banget, aku pengen bisa membantu kota ini dari krisis energi”. Ucap pocong semangat.
      “Wah keren, kalo gitu ayo ikut kita. Kebetulan kita mau pergi kepada Om Jin”. Ucapku dengan ceria.
      “Eh lu vir, jangan sembarang ngajak hantu. Liat geh si Pocong itu menurut gua gak punya potensi buat ikut Ranger. Liat aja udah badan di iket tali jalan aja kesusahan, cuma bisa loncat”. Ucap Tuyul sambil menunjukan jarinya kepada si Pocong.
      “Iyadeh aku cuma pengen doang, kalau kalian gak setuju aku gak bakal ikut”. Jawab Pocong dengan polosnya.
      “Udah jangan pesimis gitu cong, kamu ikut aja. Keputusan masuk Ranger atau enggak biar Om Jin yang nentuin”. Ucapku memberi semangat.
      “Percuma aja dia ikut, sampai kesana pasti diledek sama Om Jin”. Ucap Tuyul menyindir Pocong.
      “Eh lu yul, gitu amat lu sama temen sendiri. Udah cong ikut aja yuk!”. Ucapku dengan ceria.
      “Ya udah deh aku ikut aja, aku juga pengen ketemu sama Om Jin”. Ucap Pocong dengan sedikit sedih.
      Kami pun segera pergi ke pusat kota. Disana Om Jin menyapa kami dengan semangat. Disana  kami disuguhkan makanan-makanan lezat, kami semua menikmatinya termasuk si Pocong. Walaupun ia hanya di tugaskan untuk menjadi umpan melawan RPM oleh Om Jin. Namun, pocong pun dengan polosnya menerima tawaran tersebut dengan sangat bersemangat.
      “Wahai para Ranger selamat datang dipusat kota. Kalian bisa lihat dikiri kalian terdapat tangki yang didalamnya terdapat ribuan kapsul namun tak ada satu kapsul pun yang berisi energi listrik”. Tegas Om Jin.
      “Kau menyebut kami Ranger, bukankah kami baru calon?”. Ucapku dengan kaget.
      “Tanpa berfikir panjang dengan melihat hanya kalian berempat saja yang berani untuk untuk datang menemuiku, kalian sudah aku putuskan untuk menjadi pasukan  Ranger  khusus, dikarenakan Ranger yang aku punya sudah banyak yang berguguran oleh pasukan RPM. Pilihan terakhir ada ditangan kalian berempat”. Ujar Om Jin.
      “Hei Om Jin kau tidak meyeleksi kami terlebih dahulu, kau tidak melihat ada hantu yang kurang berpotensi”. Ucap Tuyul sambil melirik si Pocong.
      “Keputusanku absolut, pasukan Ranger khusus ini akan berjumlah enam Ranger dan akan dinamakan Six Slayer”. Ucap Om Jin dengan tegas.
      “Terus dimana dua Ranger lagi Om Jin?” Tanya Genderuwo.
      “Dua Ranger lagi dari padepokanku yang telah kulatih dengan keras untuk menghadapi pasukan RPM”. Jawab Om Jin.
      Setelah itu aku bersama teman hantuku melaksanakan apel untuk memulai misi kemudian datanglah dua hantu yang berasal dari padepokan Om Jin. Mereka adalah dua hantu perempuan yakni Kuntilanak dan Suster Ngesot. Kuntilanak, ia memiliki kemampuan suara supersonik yang mampu menghancurkan gendang telinga manusia serta dilengkapi dengan kemampuan terbangnya. Suster Ngesot ia memiliki skill untuk Meregenerasi diri dengan cepat sehingga membuat kewalahan lawan untuk menaklukannya. Mereka berdua kurang ramah terhadapku dan temanku.
      “Hai muridku selamat datang, perkenalkan ini adalah muridku yang berasal dari padepokanku”. Ucap Om Jin.
      “Hai salam semangat!”. Ucapku sambil mengulurkan tangan
      “Yah juga!”. Jawab Kuntilanak dengan sinis dan sambil menolak uluran tanganku.
      “Hei kampret lu Kuntil, gak sopan amat lu!”. Ucap tuyul dengan lantang
      “Udah gak apa-apa, mungkin mereka lagi gak menikmati suasana seperti kita”. Ucapku dengan senyum kepada kuntilanak
      “Oh maaf yah memang muridku seperti ini tidak bisa akrab dengan hantu asing”. Ucap Om Jin sambil tersenyum.
      “Lebih baik mari kita segera melaksanakan apel untuk mengatur strategi melawan pasukan RPM”. Ucap Om Jin.
      Aku pun ikut melaksanakan apel. Dalam apel tersebut Om Jin sebagai komandan apel dan Tuyul sebagai pemimpin apel. Om Jin pun menyampaikan strategi yang akan squad Six Slayer jalankan. Om Jin memberitahu agar mereka harus mengetahui dulu potensi musuh, musuh yang akan mereka hadapi adalah squad RPM. Terdiri atas 4 orang yang diketuai oleh Haji Fauzan dan 3 muridnya yang seorang remaja. Sebelumnya mereka telah mengetahui kekuatan yang dimiliki Haji Fauzan. Potensi 3 muridnya  yaitu dengan hanya mengucapkan ‘Laa haula wallaa kuwwata illa billah’ mereka dapat menggunakan kekuatan yang berbeda-beda. Antara lain Hilal yang mempunyai kemampuan kamuflase yang dapat menyembunyikan diri dari musuh. Roni yang dapat mengeluarkan air dari tangannya dan adapula Syamil yang bisa mengendalikan angin.
      “Kepada komandan apel hormat gerak!”. Ucap Tuyu dengan lantang sambil mengangkat tangan.
      (Om Jin mengangkat tangan untuk melakukan gerakan hormat)
      “Tegak gerak!”. Tegas Tuyul setelah melihat Om Jin kembali menurunkan tangannya.
      “Oke baiklah, disini aku akan menerangkan strategi yang akan kita jalankan. Lawan yang kitab hadapi bukanlah sembarang manusia. Lawan kita yaitu ‘RPM’ Remaja Pemberantas Maksiat. Walaupun mereka hanya beranggotakan 4 orang, salah satunya ketua mereka  Haji Fauzan dengan hanya mengucapkan “A’udzubillah” dapat mengeluarkan kendaran terbang yang dinamakan burok dan membawa pedang dengan dua cabang diujungnya membuat squadku yang dulu kewalahan melawannya. Belum lagi 3 muridnya yang menjadi ancaman kita nanti. Adapun muridnya juga memiliki kemampuan yang merepotkanyaitu dengan hanya mengucapkan ‘Laa haula wallaa kuwwata illa billah’ mereka dapat menggunakan kekuatan yang berbeda-beda. Antara lain Hilal yang mempunyai kemampuan kamuflase yang dapat menyembunyikan diri dari musuh. Roni yang dapat mengeluarkan air dari tangannya dan adapula Syamil yang bisa mengendalikan angin”. Tegas Om Jin.
      Om Jin pun terus memberitahu strategi yang akan kami jalankan. Namun tak lama apel dimulai turunlah hujan, tapi bukanlah hujan biasa seperti di dunia manusia melainkan hujan api yang mampu menghancurkan badan para hantu. Memang para hantu di kota Barzah tidah akan mati, tetapi kami memiliki inti didalam tubuh, apabila inti kami hancur maka kami akan ditransfer menuju Darkness yang merupakan tempat rendahan dibawah kota Barzah. Disana kami akan hidup kekal sampai menunggu keputusan Tuhan.
      Akupun beristirahat sejenak di Padepokan Om Jin. Disana aku merenungkan diri, aku merasa ambigu untuk melaksanakan misi khusus Ranger ini yang akan menyerang para manusia di RPM. Aku takut bila membunuh manusia itu, maka aku akan melanggar ketetapan Tuhan. Akupun mulai berfikir untuk mencari solusi terhadap krisis sumber energi ini yaitu dengan energi alternatif yang tidak menggunakan rasa ketakutan manusia untuk dijadikan sumber energi.Tapi aku bukanlah hantu saintik, sehinga aku tidak bisa melakukan apa-apa, selain menyerang RPM.
      Setelah itu aku dan hantu yang lain dipersilahkan oleh Om Jin untuk pulang kerumah. Rumahku merupakan ruangan kecil dibawah tanah kota. Aku merasa nyaman tinggal disana. Misi akan mulai dilaksanakan esok pagi. Diperjalanan pulang aku bertemu dengan hantu berkepala serigala yang menggunakan jas putih dan memakai kacamata yang bernama Argus. Argus merupakan hantu saintik salah satu ilmuan yang menemukan kapsul yang dapat mengubah ras ketakutan manusia menjadi sumber energi listrik. Ia melihatku memakai pin Ranger. Lalu ia menyapaku.
      “Hai! Bukankah kau seorang Ranger?” Tanya Argus.
      “Oh iya. Bukankah Anda hantu saintik yang menemukan kapsul energi ketakutan yang biasa diganakn ranger untuk mendapatkan sumber enrgi listrik”. Ucapku dengan penasaran.
      “Ya aku adalah salah satu pencipta kapsul ketakutan itu. Memangnya ada apa dengan tangki yang berisi kapsul ketakutan di pusat kota. Menapa sekarang terjadi krisis energi?”. Tanya Argus kepadaku
      “Iya saat ini para Ranger sangat kesusahan untuk menakkuti para manusia dikarenakan saat ini para manusia sudah menalami kemajuan iman yang pesat sehingga kemungkinan untuk mwnakuti para manusia semakin kecil, akibatnya kami kesulitan untuk mendapatka sumber energi”. Jawabku dengan serius.
      “Hmm jadi begitu, kebetulan saat ini juga aku telah meneliti energi alternatif lain. Yaitu sumber energi dari rasa kesenangan manusia dan kekuatan energi yang dihasilkan jauh lebih baik dari pada kapsul ketakutan. Aku merancangnya juga dalam bentuk kapsul dan kapsul ini lebih baik ditunjukan untuk para anak manusia yang memiliki rasa kesenangan yang tingi”. Ucap Argus.
      “Wah kalau begitu misi untuk menyerang pasukan RPM bisa dihindari. Dengan kapsul itu dapat membuat kota Barzah menjadi maju lagi seperti dulu. Kalau begitu aku akan pergi kepada Om Jin”.
      “Oh jadi kalian para Ranger akan melakukan penyerangan terhadap manusia. Aku sangat tidak menyukai tindakan itu dikarenakan akan adanya ketakseimbangan antara dunia manusia dengan dunia kita”. Tegas Argus
      “Baiklah terima kasih, mungkin lain kali aku akan bertemu denganmu lagi”
      Akupun bergegas pergi ke pusat kota untuk menemui Om Jin. Aku berharap agar konflik dengan manusia bisa dihindari. Tak berapa lama akupun sampai di pusat kota, disana masih terdapat tuyul dan Kuntilanak dan Suster Ngesot.
      “Om Jin aku ingin berbicara denganmu”. Ucapku kepada Om Jin
      “Oh, boleh. Apa yang ini kamu bicarakan Vampir ?”. Ucap Om Jin
      “Aku ingin agar misi khusus Ranger besok digagalkan”. Ucapku dengan tegas.
      “Ada apa denganmu Vampir, apa kau sudah gila”. Ucap Om Jin dengan kaget.
      “Aku tadi sempat bertemu dengan hantu saintik, dia seorang ilmuan yang menemukan kapsul ketakutan. Ia sekarang telah menemukan sumber energi alternatif yaitu kapsul energi kesenangan yang dapat menghasilkan kekuatan energi lebih dari kapsul ketakutan”. Ucapku denga tegas.
      “Aku tidak akan menggagalkan misi ini meskipun sumber energi telah kembali. Aku tidak rela karena Rangerku dulu banyak yang berguguran dikarenkan adanya RPM”. Ucap Om Jin dengan lantang.
      Aku tercengang mendengar penuturan Om Jin, apa tadi katanya? Dia tidak rela karena Rangernya banyak yang berguguran oleh RPM. Kalau begitu, apa namanya tindakan yang dia rencanakan ini selain  ajang balas dendam?
      “Oh jadi kau membuat pasukan khusus ini untuk balas dendam kepada manusia, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi demi keseimbangan dunia manusia dengan dunia hantu”. Ucapku dengan serius.
      “Hmm kau ingin menantangku, kau tidak tahu siapa aku”. Ucap Om Jin.
      “Siapa pun kau aku tidak akan membiarkanmu bertindak!”. Ucapku sedikit kesal.
      Tuyul dan Kuntilanak pun mendengar keributan antara aku dengan Om Jin, mereka mendatangiku. Om Jin lalu spontan menyerangku, Tuyul lalu menangkisnya dengan cepat membantuku. Kuntilanak membantu Om Jin menyerangku. Disana terjadi pertarungan sengit antara aku dan Om Jin. Aku berusaha sekeras mungkin mengeluarkan segala skill yang kupunya untuk melawan Om Jin dan Kuntilanak. Aku tidak ingin melukai Om Jin dan Kuntilanak, namun aku juga tidak akan membiarkan Om Jin melakukan tindakan balas dendam itu.  Aku terbang ke udara mengeluarkan jubah berbentuk kurungan besi untuk menghindari serangan Om Jin yang terus berlanjut. Spontan jubah itu mengurung Om Jin dan Kuntilanak, tetapi Om Jin langsung  menghancurkan jubahku dengan cepat.
      Kemudian aku melihat Kuntilanak  mengeluarkan skill suara supersoniknya untuk menyerangku, untung aku dengan cepat menghindarinya. Om Jin lalu mengeluarkan skill tsunami berapi aku dan tuyul sempat tenggelam di tsunami berapi itu membuat kami kewalahan dan merasa seluruh badan menjadi perih kesakitan. Lalu aku mengeluarkan jurus pamungkas terakhirku yaitu Angin tornado dengan mengepaskan sayapku sekeras mungkin sehingga terbentuk angin tornado yang sangat besar. Tak disangka pohon beringin yang sangat besar roboh menghantam Om Jin dan Kuntilanak membuat mereka kesakitan parah namun tak sampai merusak organ vital mereka.
      “Hei, Vampir tolong lepaskan batang pohon ini, aku dan Kuntilanak janji dengan sepenuh hati tak akan merusak keseimbangan alam lagi baik di dimensi hantu maupun dimensi manusia. Aku berjanji tidak akan membatalkan perencanaan balas dendam kepada manusia khususnya Haji Fuzan dan murid-muridnya. Benarkan Kuntil?”. Ucap Om Jin sambil menahan kesakitan.
      “Benar, vir. Gua kapok, gabakal ngulangin kesalahan gini lagi. Tolong gua udah gak kuat nahan sakit lagi. Gc woy” Ucap Kuntilanak dengan mengeluarkan air mata.
      “Aku tak percaya omongan kalian, wahai para hantu penghianat” Ucapku dengan nada keras.
      “Aku janji dan bersumpah demi pemilik alam semesta pencipta segala ruang kehidupan. Aku janji bersedia akan dibuat surat perjanjian pemerintahan bila aku mengulangi lagi seluruh warga kota Barzah bebas memburuku dan bersedia diasingkan ke Darkness. Ucap Om Jin tanpa keraguan.
      Aku mulai mempertimbangkan apa yang Om Jin ucapkan. Dia sangat terlihat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Aku menjadi sedikit melunak. Lagian kalau dipikir lagi Tuhan kami saja mau memaafkan hambanya yang bersalah dan mengaku salah, masa aku yang hanya seorang vampire tidak mau memaafkan kesalahan Om Jin, padahal bisa jadi Ia hanya sedang khilaf karena merasa kehilangan Ranger-rangernya.
      “Oke aku akan membuat surat perjanjiannya dan akan disetujui oleh kabinet pemerintahan”. Ucapku.
      Kemudian aku dan temanku pun melepas batang pohon yang berat itu dengan sekuat tenaga. Kemudian Om Jin dan Kuntilanak pun minta maaf dan bersikap baik setelah surat perjanjian itu dibuat.
   Keesokan harinya para Ranger dibentuk kembali, masyarakat kota pun berpartisipasi. Kazekage langsung memimpin para Ranger, mengingat Om Jin telah melakukan pelanggaran terhadap hukum alam. Kapsul ketakutan diganti dengan kapsul kesenangan yang ditujukan untuk para anak manusia. Terjadi perubahan yang besar dalam sistem manajemen sumber energi saat ini. Padepokan Om Jin pun sekarang di pimpin oleh muridnya yaitu Suster Ngesot. Kota Barzah sekarang mulai berkembang lebih maju. Masyarakat hantu pun sekarang sejahtera, aman dan bahagia.

0 komentar:

Posting Komentar