Para hantu di
kota Barzah tidak sembarangan untuk menggunakan soul untuk menakuti manusia,
dikarenakan untuk menakuti para manusia harus menjadi Ranger. Ranger ialah para
kader hantu terlatih dikirim kedunia manusia yang memiliki skill unik untuk
menakuti para manusia dengan membawa sebuah kapsul kecil yang digenggam yang
dapat mengubah energi ketakutan menjadi energi listrik. Lalu kapsul itu
disimpan dalam sebuah tangki besar yang berada dipusat kota.
Saat ini kota
Barzah sedang mengalami krisis sumber energi dikarenakan manusia saat ini telah
mengalami kemajuan iman yang pesat yang membuat para hantu sulit menakuti
manusia. Kazekage, sejenis hantu drakula sang
pemimpin kota sangat kebingungan untuk mengatasi hal tersebut. Tatkala
itu aku sedang dipusat kota bertemu dengan Kazekage. Tak berapa lama datanglah
seorang ksatria bernama Om Jin. Om Jin ialah seorang kepala padepokan ilmu santet dan juga merupakan
jendral para Ranger hantu yang dikirim untuk menakuti para manusia.
“Wahai Kazekage,
aku membawa berita buruk tentang krisis sumber energi yang sedang terjadi di
dunia kita ini” Ucap Om Jin.
“Apakah itu Om Jin,
sampaikan kepadaku”. Sahut Kazekage dengan rasa penasaran.
“Sebelum aku
mengatakannya izinkanlah aku meminta sebuah permohonan kepadamu Kazekage”.
Pinta Om Jin
“Baiklah, aku
akan menuruti keinginanmu. Asalkan kota Barzah ini bisa maju lagi seperti dulu”.
Ujar Kazekage sambil mengulurkan tangannya kepada Om Jin.
“Aku ingin agar
pusat pemerintahan sekarang aku yang kendalikan, agar aku lebih leluasa untuk
mengatur strategiku nanti”. Tegas Om Jin
“Ya demi kota
Barzah akan kuturuti permintaanmu. Jadi apa yang terjadi dengan krisis sumber
energy yang sedang terjadi Om Jin ?” Ucap Kazekage.
“Ada seorang
ustadz yang sangat berpangaruh untuk meningkatkan iman para manusia, wahai
Kazekage.” Ujar Om Jin.
“Siapakah ustadz
itu? Kenapa dia bisa sangat berpengaruh meningkatkan iman para manusia”. Kata
Kazekage dengan raut wajah penasaran.
“Ia bernama Haji
Fauzan, ia telah membentuk sebuah Squad bernama ‘RPM’ Remaja Pemberantas
Maksiat. Squad itu beranggotakan para remaja yang telah mempelajari ilmu-ilmu yang
memperkuat iman mereka. Para remaja itu juga telah mengetahui keberadaan kita
dan telah menghadang semua squad yang kita kirim kedunia mereka”. Ucap Om Jin.
Percakapan antara
Kazekage dan Om Jin terus dilanjutkan, Kazekage berniat membuat sebuah Ranger
khusus bernama Six Slayer yang akan beranggotakan 6 hantu yang memiliki skill
khusus. Dua hantu dari padepokannya dan
Empat hantu lagi dari hantu lain dipenjuru kota yang terpilih. Kazekage
mengharapkan ada hantu yang berpotensi yang lebih menakuti para manusia.
Aku merasa bahwa
Ranger khusus itu akan mengakibatkan serangan besar terhadap dunia manusia dan
akan menganggu keseimbangan antara dunia hantu dengan dunia manusia. Karena
kami para hantu diciptakan oleh Tuhan hanya untuk menakuti para manusia
bukanlah untuk memerangi manusia sampai menimbulkan korban jiwa. Sebagian hantu
dikota Barzah juga merupakan seorang manusia yang sudah mati dan berubah
menjadi hantu dengan jenis hantu sesuai dengan amal perbuatan mereka didunia.
“Kau membuat
squad khusus untuk melakukan serangan
kedunia manusia? Bukankah hantu diciptakan oleh Sang Pencipta hanya
untuk menakuti manusia. Serangan itu akan menjadi serangan besar yang membuat
ketidakseimbangan antara dunia manusia dengan dunia kita.”. Sahut aku dengan serius.
“Hanya jalan itu
saja yang bisa kita ambil. Lagipula Ranger khususku hanya ditargetkan kepada
Ustadz Fauzan dan 3 Muridnya. Aku sangat berharap ada hantuyang berpotensi selain dari Rangerku
yang dapat mengembalikan sumber energi kota ini”. Ucap Om Jin.
“Ya sudahlah akan
kuberikan kekuasaan pemerintahanku ini demi kemajuan kota Barzah. Aku akan
sebar poster undangan Ranger khusus keseluruh penjuru kota”. Ujar Kazekage.
Setelah itu
pengumuman pun disebar diseluruh penjuru kota hantu. Tapi hanya sebagian kecil
yang tertarik, karena dalam poster tersebut disebutkan untuk mengiukuti Ranger
khusus ini harus siap menanggung resiko yang besar. Tanpa berfikir panjang
akupun berkeinginan untuk menjadi Ranger khusus itu. Walaupun aku merasa
pesimis untuk ikut Ranger, karena aku belum mengetahui potensi skill yang aku
punya. Terlebih aku merasa skill ku tidak sehebat para Ranger kebanyakan.
Dalam perjalanan
pulang kebetulan aku bertemu dengan hantu mungil seperti bayi yang tertarik
dengan poster pemumuman itu, ia adalah hantu Tuyul. Tuyul itu sempat berbicara
denganku dan membuatku kesal dengan omongannya.
“Hai !apakah kau
tertarik dengan poster pegumuman itu”. Sapa aku kepada Tuyul sambil membawa
poster.
“Siapa kau! Tentu
saja gua tertarik dengan Ranger khusus ini, karena terbukti gua punya
kemampuan”. Ucap Tuyul denga lantang sambil menjulurkan poster kepadaku.
“Kampret lu, gua
nanya baik-baik. Udah badan pendek sombong lagi. Emang apa skill lu?”. Ucap aku
dengan kesal
“Meskipun badan
gua kecil gini, gua bisa lari dengan cepat. Bahkan gua pernah lomba lari sama hantu cheetah dan hampir menang
dengannya, walaupun juara dua. Dengan badan gua yang kecil gua dapat melakukan
penyusupan dengan aman. Memang lu mau ikut Ranger?”. Ujar Tuyul dengan sombongnya.
“Bolehlah, iyalah
gua juga mau ikut ranger. Gua juga punya skill yaitu mengeluarkan laser dari
mata gua dan gua juga bisa liat di kegelapan serta kemampuan terbang yang
memudahkan gua dalam pergerakan”. Ucapku sambil berusaha menyombongkan diri.
Selain itu, ada
juga Genderuwo melihat poster itu yang merupakan seorang pemuda dengan tampang
muka yang tua yang memiliki kedai kopi di pinggiran kota. Tak sengaja Genderuwo
yang merupakan teman Tuyul itu bertemu denganku bersama si Tuyul.
“Woy Tuyul, lu
bawa-bawa poster mau ikut Ranger lu!”. Sahut Genderuwo.
“Iyalah, gua kan
punya skill”. Ucap Tuyul sedikit sombong.
“Jangan sombong
lu yul, gua nih, gua bisa menakuti manusia sampai bikin dia mati. Gua juga bisa
menghancurkan segala benda yang menghalangi gua, bahkan baja sekalipun, mantul
gak tuh? ”. Ujar Genderuwo sambil menupuk dadanya sombong.
“Dasar lu hantu
jelek, udah ngotot sombong lagi”. Ucap Tuyul dengan keras.
“Sudahlah jangan
ribut disini, mending ayo kita ke Om Jin, mungkin dia sudah menunggu”. Ucapku
dengan tegas.
Kami pun pergi ke
pusat kota untuk bertemu Om Jin. Di tengah perjalanan tak sengaja aku, tuyul
dan genderuwo bertemu dengan Pocong. Pocong juga merupakan salah satu temannya
Tuyul yang polos sekali, ia suka dibuli oleh si Tuyul.
“Woy cong lagi
apa lu?”. Sapa Tuyul dari sisi jalanan.
“Enggak aku cuma
liat nih poster”. Ucap pocong dengan nada rendah.
“Emang lu
tertarik cong?” Tanya Tuyul penasaran.
“Iya aku tertarik
banget, aku pengen bisa membantu kota ini dari krisis energi”. Ucap pocong
semangat.
“Wah keren, kalo
gitu ayo ikut kita. Kebetulan kita mau pergi kepada Om Jin”. Ucapku dengan
ceria.
“Eh lu vir,
jangan sembarang ngajak hantu. Liat geh si Pocong itu menurut gua gak punya
potensi buat ikut Ranger. Liat aja udah badan di iket tali jalan aja kesusahan,
cuma bisa loncat”. Ucap Tuyul sambil menunjukan jarinya kepada si Pocong.
“Iyadeh aku cuma
pengen doang, kalau kalian gak setuju aku gak bakal ikut”. Jawab Pocong dengan
polosnya.
“Udah jangan
pesimis gitu cong, kamu ikut aja. Keputusan masuk Ranger atau enggak biar Om
Jin yang nentuin”. Ucapku memberi semangat.
“Percuma aja dia
ikut, sampai kesana pasti diledek sama Om Jin”. Ucap Tuyul menyindir Pocong.
“Eh lu yul, gitu
amat lu sama temen sendiri. Udah cong ikut aja yuk!”. Ucapku dengan ceria.
“Ya udah deh aku
ikut aja, aku juga pengen ketemu sama Om Jin”. Ucap Pocong dengan sedikit
sedih.
Kami pun segera
pergi ke pusat kota. Disana Om Jin menyapa kami dengan semangat. Disana kami disuguhkan makanan-makanan lezat, kami
semua menikmatinya termasuk si Pocong. Walaupun ia hanya di tugaskan untuk
menjadi umpan melawan RPM oleh Om Jin. Namun, pocong pun dengan polosnya
menerima tawaran tersebut dengan sangat bersemangat.
“Wahai para
Ranger selamat datang dipusat kota. Kalian bisa lihat dikiri kalian terdapat
tangki yang didalamnya terdapat ribuan kapsul namun tak ada satu kapsul pun
yang berisi energi listrik”. Tegas Om Jin.
“Kau menyebut
kami Ranger, bukankah kami baru calon?”. Ucapku dengan kaget.
“Tanpa berfikir
panjang dengan melihat hanya kalian berempat saja yang berani untuk untuk
datang menemuiku, kalian sudah aku putuskan untuk menjadi pasukan Ranger
khusus, dikarenakan Ranger yang aku punya sudah banyak yang berguguran
oleh pasukan RPM. Pilihan terakhir ada ditangan kalian berempat”. Ujar Om Jin.
“Hei Om Jin kau
tidak meyeleksi kami terlebih dahulu, kau tidak melihat ada hantu yang kurang
berpotensi”. Ucap Tuyul sambil melirik si Pocong.
“Keputusanku
absolut, pasukan Ranger khusus ini akan berjumlah enam Ranger dan akan
dinamakan Six Slayer”. Ucap Om Jin dengan tegas.
“Terus dimana dua
Ranger lagi Om Jin?” Tanya Genderuwo.
“Dua Ranger lagi
dari padepokanku yang telah kulatih dengan keras untuk menghadapi pasukan RPM”.
Jawab Om Jin.
Setelah itu aku
bersama teman hantuku melaksanakan apel untuk memulai misi kemudian datanglah
dua hantu yang berasal dari padepokan Om Jin. Mereka adalah dua hantu perempuan
yakni Kuntilanak dan Suster Ngesot. Kuntilanak, ia memiliki kemampuan suara
supersonik yang mampu menghancurkan gendang telinga manusia serta dilengkapi
dengan kemampuan terbangnya. Suster Ngesot ia memiliki skill untuk Meregenerasi
diri dengan cepat sehingga membuat kewalahan lawan untuk menaklukannya. Mereka
berdua kurang ramah terhadapku dan temanku.
“Hai muridku
selamat datang, perkenalkan ini adalah muridku yang berasal dari padepokanku”.
Ucap Om Jin.
“Hai salam
semangat!”. Ucapku sambil mengulurkan tangan
“Yah juga!”.
Jawab Kuntilanak dengan sinis dan sambil menolak uluran tanganku.
“Hei kampret lu
Kuntil, gak sopan amat lu!”. Ucap tuyul dengan lantang
“Udah gak
apa-apa, mungkin mereka lagi gak menikmati suasana seperti kita”. Ucapku dengan
senyum kepada kuntilanak
“Oh maaf yah
memang muridku seperti ini tidak bisa akrab dengan hantu asing”. Ucap Om Jin
sambil tersenyum.
“Lebih baik mari
kita segera melaksanakan apel untuk mengatur strategi melawan pasukan RPM”.
Ucap Om Jin.
Aku pun ikut
melaksanakan apel. Dalam apel tersebut Om Jin sebagai komandan apel dan Tuyul
sebagai pemimpin apel. Om Jin pun menyampaikan strategi yang akan squad Six
Slayer jalankan. Om Jin memberitahu agar mereka harus mengetahui dulu potensi
musuh, musuh yang akan mereka hadapi adalah squad RPM. Terdiri atas 4 orang
yang diketuai oleh Haji Fauzan dan 3 muridnya yang seorang remaja. Sebelumnya
mereka telah mengetahui kekuatan yang dimiliki Haji Fauzan. Potensi 3
muridnya yaitu dengan hanya mengucapkan
‘Laa haula wallaa kuwwata illa billah’ mereka dapat menggunakan kekuatan yang
berbeda-beda. Antara lain Hilal yang mempunyai kemampuan kamuflase yang dapat
menyembunyikan diri dari musuh. Roni yang dapat mengeluarkan air dari tangannya
dan adapula Syamil yang bisa mengendalikan angin.
“Kepada komandan
apel hormat gerak!”. Ucap Tuyu dengan lantang sambil mengangkat tangan.
(Om Jin
mengangkat tangan untuk melakukan gerakan hormat)
“Tegak gerak!”.
Tegas Tuyul setelah melihat Om Jin kembali menurunkan tangannya.
“Oke baiklah,
disini aku akan menerangkan strategi yang akan kita jalankan. Lawan yang kitab
hadapi bukanlah sembarang manusia. Lawan kita yaitu ‘RPM’ Remaja Pemberantas
Maksiat. Walaupun mereka hanya beranggotakan 4 orang, salah satunya ketua
mereka Haji Fauzan dengan hanya
mengucapkan “A’udzubillah” dapat mengeluarkan kendaran terbang yang dinamakan
burok dan membawa pedang dengan dua cabang diujungnya membuat squadku yang dulu
kewalahan melawannya. Belum lagi 3 muridnya yang menjadi ancaman kita nanti.
Adapun muridnya juga memiliki kemampuan yang merepotkanyaitu dengan hanya
mengucapkan ‘Laa haula wallaa kuwwata illa billah’ mereka dapat menggunakan
kekuatan yang berbeda-beda. Antara lain Hilal yang mempunyai kemampuan
kamuflase yang dapat menyembunyikan diri dari musuh. Roni yang dapat
mengeluarkan air dari tangannya dan adapula Syamil yang bisa mengendalikan
angin”. Tegas Om Jin.
Om Jin pun terus
memberitahu strategi yang akan kami jalankan. Namun tak lama apel dimulai
turunlah hujan, tapi bukanlah hujan biasa seperti di dunia manusia melainkan
hujan api yang mampu menghancurkan badan para hantu. Memang para hantu di kota
Barzah tidah akan mati, tetapi kami memiliki inti didalam tubuh, apabila inti
kami hancur maka kami akan ditransfer menuju Darkness yang merupakan tempat
rendahan dibawah kota Barzah. Disana kami akan hidup kekal sampai menunggu
keputusan Tuhan.
Akupun
beristirahat sejenak di Padepokan Om Jin.
Disana aku merenungkan diri, aku merasa ambigu untuk melaksanakan misi khusus
Ranger ini yang akan menyerang para manusia di RPM. Aku takut bila membunuh
manusia itu, maka aku akan melanggar ketetapan Tuhan. Akupun mulai berfikir
untuk mencari solusi terhadap krisis sumber energi ini yaitu dengan energi
alternatif yang tidak menggunakan rasa ketakutan manusia untuk dijadikan sumber
energi.Tapi aku bukanlah hantu saintik, sehinga aku tidak bisa melakukan
apa-apa, selain menyerang RPM.
Setelah itu aku
dan hantu yang lain dipersilahkan oleh Om Jin untuk pulang kerumah. Rumahku
merupakan ruangan kecil dibawah tanah kota. Aku merasa nyaman tinggal disana.
Misi akan mulai dilaksanakan esok pagi. Diperjalanan pulang aku bertemu dengan
hantu berkepala serigala yang menggunakan jas putih dan memakai kacamata yang
bernama Argus. Argus merupakan hantu saintik salah satu ilmuan yang menemukan
kapsul yang dapat mengubah ras ketakutan manusia menjadi sumber energi listrik.
Ia melihatku memakai pin Ranger. Lalu ia menyapaku.
“Hai! Bukankah
kau seorang Ranger?” Tanya Argus.
“Oh iya. Bukankah
Anda hantu saintik yang menemukan kapsul energi ketakutan yang biasa diganakn
ranger untuk mendapatkan sumber enrgi listrik”. Ucapku dengan penasaran.
“Ya aku adalah
salah satu pencipta kapsul ketakutan itu. Memangnya ada apa dengan tangki yang
berisi kapsul ketakutan di pusat kota. Menapa sekarang terjadi krisis energi?”.
Tanya Argus kepadaku
“Iya saat ini
para Ranger sangat kesusahan untuk menakkuti para manusia dikarenakan saat ini
para manusia sudah menalami kemajuan iman yang pesat sehingga kemungkinan untuk
mwnakuti para manusia semakin kecil, akibatnya kami kesulitan untuk mendapatka
sumber energi”. Jawabku dengan serius.
“Hmm jadi begitu,
kebetulan saat ini juga aku telah meneliti energi alternatif lain. Yaitu sumber
energi dari rasa kesenangan manusia dan kekuatan energi yang dihasilkan jauh
lebih baik dari pada kapsul ketakutan. Aku merancangnya juga dalam bentuk
kapsul dan kapsul ini lebih baik ditunjukan untuk para anak manusia yang
memiliki rasa kesenangan yang tingi”. Ucap Argus.
“Wah kalau begitu
misi untuk menyerang pasukan RPM bisa dihindari. Dengan kapsul itu dapat membuat
kota Barzah menjadi maju lagi seperti dulu. Kalau begitu aku akan pergi kepada
Om Jin”.
“Oh jadi kalian
para Ranger akan melakukan penyerangan terhadap manusia. Aku sangat tidak
menyukai tindakan itu dikarenakan akan adanya ketakseimbangan antara dunia
manusia dengan dunia kita”. Tegas Argus
“Baiklah terima
kasih, mungkin lain kali aku akan bertemu denganmu lagi”
Akupun bergegas
pergi ke pusat kota untuk menemui Om Jin. Aku berharap agar konflik dengan
manusia bisa dihindari. Tak berapa lama akupun sampai di pusat kota, disana
masih terdapat tuyul dan Kuntilanak dan Suster Ngesot.
“Om Jin aku ingin
berbicara denganmu”. Ucapku kepada Om Jin
“Oh, boleh. Apa
yang ini kamu bicarakan Vampir ?”. Ucap Om Jin
“Aku ingin agar
misi khusus Ranger besok digagalkan”. Ucapku dengan tegas.
“Ada apa denganmu
Vampir, apa kau sudah gila”. Ucap Om Jin dengan kaget.
“Aku tadi sempat
bertemu dengan hantu saintik, dia seorang ilmuan yang menemukan kapsul
ketakutan. Ia sekarang telah menemukan sumber energi alternatif yaitu kapsul
energi kesenangan yang dapat menghasilkan kekuatan energi lebih dari kapsul
ketakutan”. Ucapku denga tegas.
“Aku tidak akan
menggagalkan misi ini meskipun sumber energi telah kembali. Aku tidak rela
karena Rangerku dulu banyak yang berguguran dikarenkan adanya RPM”. Ucap Om Jin
dengan lantang.
Aku tercengang
mendengar penuturan Om Jin, apa tadi katanya? Dia tidak rela karena Rangernya
banyak yang berguguran oleh RPM. Kalau begitu, apa namanya tindakan yang dia
rencanakan ini selain ajang balas
dendam?
“Oh jadi kau
membuat pasukan khusus ini untuk balas dendam kepada manusia, aku tidak akan
membiarkan hal itu terjadi demi keseimbangan dunia manusia dengan dunia hantu”.
Ucapku dengan serius.
“Hmm kau ingin
menantangku, kau tidak tahu siapa aku”. Ucap Om Jin.
“Siapa pun kau
aku tidak akan membiarkanmu bertindak!”. Ucapku sedikit kesal.
Tuyul dan
Kuntilanak pun mendengar keributan antara aku dengan Om Jin, mereka
mendatangiku. Om Jin lalu spontan menyerangku, Tuyul lalu menangkisnya dengan
cepat membantuku. Kuntilanak membantu Om Jin menyerangku. Disana terjadi
pertarungan sengit antara aku dan Om Jin. Aku berusaha sekeras mungkin
mengeluarkan segala skill yang kupunya untuk melawan Om Jin dan Kuntilanak. Aku
tidak ingin melukai Om Jin dan Kuntilanak, namun aku juga tidak akan membiarkan
Om Jin melakukan tindakan balas dendam itu.
Aku terbang ke udara mengeluarkan jubah berbentuk kurungan besi untuk
menghindari serangan Om Jin yang terus berlanjut. Spontan jubah itu mengurung Om
Jin dan Kuntilanak, tetapi Om Jin langsung
menghancurkan jubahku dengan cepat.
Kemudian aku
melihat Kuntilanak mengeluarkan skill
suara supersoniknya untuk menyerangku, untung aku dengan cepat menghindarinya.
Om Jin lalu mengeluarkan skill tsunami berapi aku dan tuyul sempat tenggelam di
tsunami berapi itu membuat kami kewalahan dan merasa seluruh badan menjadi
perih kesakitan. Lalu aku mengeluarkan jurus pamungkas terakhirku yaitu Angin
tornado dengan mengepaskan sayapku sekeras mungkin sehingga terbentuk angin
tornado yang sangat besar. Tak disangka pohon beringin yang sangat besar roboh
menghantam Om Jin dan Kuntilanak membuat mereka kesakitan parah namun tak
sampai merusak organ vital mereka.
“Hei, Vampir
tolong lepaskan batang pohon ini, aku dan Kuntilanak janji dengan sepenuh hati
tak akan merusak keseimbangan alam lagi baik di dimensi hantu maupun dimensi
manusia. Aku berjanji tidak akan membatalkan perencanaan balas dendam kepada
manusia khususnya Haji Fuzan dan murid-muridnya. Benarkan Kuntil?”. Ucap Om Jin
sambil menahan kesakitan.
“Benar, vir. Gua
kapok, gabakal ngulangin kesalahan gini lagi. Tolong gua udah gak kuat nahan
sakit lagi. Gc woy” Ucap Kuntilanak dengan mengeluarkan air mata.
“Aku tak percaya
omongan kalian, wahai para hantu penghianat” Ucapku dengan nada keras.
“Aku janji dan
bersumpah demi pemilik alam semesta pencipta segala ruang kehidupan. Aku janji
bersedia akan dibuat surat perjanjian pemerintahan bila aku mengulangi lagi
seluruh warga kota Barzah bebas memburuku dan bersedia diasingkan ke Darkness.
Ucap Om Jin tanpa keraguan.
Aku mulai
mempertimbangkan apa yang Om Jin ucapkan. Dia sangat terlihat
bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Aku menjadi sedikit melunak. Lagian kalau
dipikir lagi Tuhan kami saja mau memaafkan hambanya yang bersalah dan mengaku
salah, masa aku yang hanya seorang vampire tidak mau memaafkan kesalahan Om
Jin, padahal bisa jadi Ia hanya sedang khilaf karena merasa kehilangan
Ranger-rangernya.
“Oke aku akan
membuat surat perjanjiannya dan akan disetujui oleh kabinet pemerintahan”.
Ucapku.
Kemudian aku dan
temanku pun melepas batang pohon yang berat itu dengan sekuat tenaga. Kemudian
Om Jin dan Kuntilanak pun minta maaf dan bersikap baik setelah surat perjanjian
itu dibuat.
Keesokan
harinya para Ranger dibentuk kembali, masyarakat kota pun berpartisipasi.
Kazekage langsung memimpin para Ranger, mengingat Om Jin telah melakukan
pelanggaran terhadap hukum alam. Kapsul ketakutan diganti dengan kapsul
kesenangan yang ditujukan untuk para anak manusia. Terjadi perubahan yang besar
dalam sistem manajemen sumber energi saat ini. Padepokan Om Jin pun sekarang di
pimpin oleh muridnya yaitu Suster Ngesot. Kota Barzah sekarang mulai berkembang
lebih maju. Masyarakat hantu pun sekarang sejahtera, aman dan bahagia.








0 komentar:
Posting Komentar